Sumantri Ngenger memiliki nilai pendidikan moral yang tinggi. Cerita ini diawali dengan Begawan Swandageni yang memiliki dua anak. Keduanya berjenis kelamin laki-laki dengan nama Sumantri dan Sukasrana. Bambang Sumantri berwujud seoarang kesatriya yang gagah dan berani (Sudibyoprono, 1991: 516). Sementara Sukasrana berwujud buta bajang (raksasa kerdil) yang tidak rupawan (Sudibyoprono, 1991: 511). Berbeda dengan keadaan fisik Bambang Sumantri. Meskipun Sukasrana memiliki keadaan fisik tidak menarik, Bambang Sumantri sangat menyanyangi Sukasrana.
Permasalahan dimulai ketika Bambang Sumantri menyalah-gunakan senjata Cakra yang dimiliki oleh Prabu Harjuna Sasrabahu. Prabu Harjuna Sasrabahu murka dan mengusir Sumantri. Dalam keadaan tanpa kekuatan, Sumantri dibantu oleh adiknya, Sukasrana. Sukasrana berhasil membantu Sumantri. Di akhir cerita, Sumantri tidak sengaja melepas busur panahnya kepada Sukasrana. Sukasrana terbunuh oleh saudaranya sendiri.
lakon cerita wayang Sumantri Ngenger dibagi menjadi tiga babak, babak tersebut yaitu babak. Babak pertama disebut babak pathet nem (pathet lasem). Babak ini biasanya dimulai jam 21.00 sampai jam 24.00. Babak kedua disebut pathet sanga. Babak ini dimulai jam 24.00 sampai dengan jam 03.00. Babak ketiga disebut babak manyura. Babak ini dimulai dari jam 03.00 sampai dengan jam 05.00.
1. Babak Pathet Nem (Pathet Lasem)
Di dalam Babak Pathet Nem (Pathet Lasem) ditemukan sembilan jenis nilai pendidikan karakter. Nilai Pendidikan karakter tersebut adalah kerja keras, bersahabat, jujur, tanggung jawab. Demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan menghargai prestasi.
2. Babak Pathet Sanga
Di dalam Babak Pathet Sanga ditemukan sebelas jenis nilai pendidikan karakter. Nilai pendidikan karakter tersebut adalah kerja keras, jujur, tanggung jawab, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, bersahabat, cinta tanah air, toleransi, religius, dan menghargai prestasi.
3. Babak Pathet Manyu ra
Di dalam Babak Pathet Manyuraditemukan sepuluh jenis nilai pendidikan karakter. Nilai Pendidikan karakter tersebut adalah kerja keras, bersahabat, jujur, tanggung jawab, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, cintai damai, semangat kebangsaan, dan menghargai prestasi.
Berdasarkan hasil temuan di atas, membuktikan bahwa lakoncerita Sumantri Ngenger memuat nilai-nilai pendidikan karakter. Adapun nilai-nilai tersebut sangat bermanfaat untuk membentuk karakter yang diterima sejak lahir, sifat-sifat bawaan, bakat yang secara sosiopsikologis diterima oleh lingkungan (Ratna, 2014).