Kata syair berasal berasal dari bahasa Arab, syu’ur yang bermakna “perasaan”. Dilihat dari asal katanya, syair sanggup disimpulkan sebagai ekspresi perasaan atau pikiran pembuatnya.
Syair memiliki beberapa ciri. ciri-ciri tersebut antara lain
Empat baris satu bait
Bersajak a-a-a-a
Berisi cerita atau nasehat
Semua baris merupakan isi
Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata
Menurut isinya, syair dapat dibagi menjadi lima kelompok, yakni:
Syair Panji: Syair panji yakni syair yang memuat/menceritakan tentang suasana yang berjalan di dalam istana (kerajaan), suasana orang-orang yang tersedia atau berasal dari di dalam istana. Misalnya “Syair Ken Tambunan”.
Syair Romantis: Syair romantis yakni syair yang berisi tentang percintaan pelipur lara, cerita rakyat. Misalnya, “Syair Bidasari”.
Syair Kiasan: Syair kiasan yakni syair yang bercerita tentang percintaan antara ikan, burung, bunga, atau buah-buahan yang seutuhnya itu cuma simbolik yang terkandung di dalamnya, kiasan atau sindiran pada moment spesifik. Misalnya, “Syair Burung Pangguk”.
Syair Sejarah: Syair sejarah yakni syair yang bersumber pada moment sejarah paling penting, contohnya tentang peperangan. Contoh, “Syair Perang Mengkasar”.
Syair Agama: Syair agama yakni syair yang mengandungi topik ajaran ilmu tasawuf. Syair agama juga syair paling penting, terbagi menjadi empat, yakni syair sufi, syair tentang ajaran Islam, syair kisah Nabi, dan juga syair nasehat.
Contoh syair
Dengarlah wahai anak muda
Rajinlah belajar sepanjang masa
Ilmu tiada pernah habis dieja
Sebagai bekal sepanjang usia
Dengan ilmu engkau terjaga
Dari suramnya waktu dan masa
Cemerlang akan senantiasa
Menyinari dirimu di masa dewasa