Nanjan Menteng adalah minuman khas dan kebanggaan baru Kota Paser, Kalimantan Timur, yang terbuat dari bahan alami lokal seperti bawang tiwai (bawang Dayak), serai, kunyit, jeruk nipis, dan madu, yang memiliki makna "keberanian berbagi hal baik" dalam bahasa Dayak dan menjadi simbol keramahan daerah tersebut. Minuman sehat ini menjadi pemenang kompetisi "welcome drink" dan sering disajikan di acara-acara resmi, terutama di FUGO Hotel, sebagai representasi budaya dan kesehatan Paser.
Karakteristik Nanjan Menteng:
Bahan Utama: Bawang tiwai, serai, kunyit, jeruk nipis, madu.
Manfaat: Kaya akan manfaat kesehatan karena bahan-bahan herbalnya.
Makna:
"Keberanian berbagi hal baik," mencerminkan semangat berbagi masyarakat Dayak.
Status: Ditetapkan sebagai minuman khas Paser oleh Pemerintah Kota pada pertengahan 2024.
Harga pasaran: Rp 10.000
Wedang Jahe Dayak adalah minuman herbal tradisional khas Kalimantan yang kaya rempah, memadukan jahe (sering kali jahe merah) dengan Bawang Dayak (Tiwai) dan rempah lain seperti kayu manis, kunyit, serta ketumbar, untuk menciptakan kehangatan, meningkatkan stamina, dan menjaga daya tahan tubuh, sering kali disajikan dengan pemanis alami seperti gula aren atau madu, menawarkan manfaat antioksidan dan anti-inflamasi serta rasa yang khas dan menenangkan.
Bahan Utama:
Jahe Merah: Memberikan rasa pedas hangat dan manfaat kesehatan.
Bawang Dayak (Tiwai): Bahan kunci yang kaya flavonoid dan antioksidan, membantu mengatasi hipertensi, diabetes, dan kolesterol.
Rempah Lainnya: Kayu manis, kunyit, ketumbar, serai, dan kadang kayu bajakah atau habbatussauda.
Pemanis: Gula aren (gula merah) atau madu untuk rasa manis alami dan nutrisi.
Manfaat Umum:
Meningkatkan Stamina & Imunitas: Membantu mengembalikan energi dan menjaga daya tahan tubuh.
Antioksidan & Anti-inflamasi: Senyawa aktifnya bersifat antibakteri dan meredakan peradangan.
Melancarkan Peredaran Darah: Membantu menjaga kesehatan kardiovaskular.
Menghangatkan Tubuh: Memberikan sensasi nyaman dan menenangkan, cocok dinikmati pagi atau malam hari.
Harga pasaran: Rp 10.000-20.000/sachet
Bandrek Kaltim merujuk pada minuman penghangat tradisional khas Indonesia, terutama populer di Kalimantan Timur (Kaltim) terutama di Paser sebagai minuman hangat pengusir masuk angin dan pelega tenggorokan, dibuat dari jahe merah, gula aren, dan aneka rempah seperti kayu manis, cengkeh, serta serai, yang bisa dinikmati instan atau buatan sendiri dengan sensasi hangat dan aroma kuat. Di Kaltim sendiri, selain minuman hangat seperti bajigur, bandrek juga menjadi bagian dari tradisi kuliner untuk menyambut tamu atau saat cuaca dingin, sering dinikmati di warung-warung atau kedai makan.
Bahan Utama Bandrek:
Jahe (seringkali jahe merah), digeprek atau dibakar.
Gula Aren atau Gula Pasir.
Rempah: Kayu manis, cengkeh, serai, lada hitam, pala, dan bunga lawang.
Garam secukupnya.
Bahan tambahan (opsional): Telur, susu kental manis, atau madu.
Manfaat Umum:
Menghangatkan tubuh dan mengusir masuk angin.
Membantu melancarkan peredaran darah.
Berkhasiat untuk meredakan batuk dan rematik (klaim tradisional).
Harga pasaran: Rp 10.000-25.000/gelas
Tuak di Kalimantan (Kaltim termasuk) adalah minuman fermentasi tradisional, biasanya dari beras ketan (disebut tuak beras atau baram) atau nira aren, yang kaya akan makna budaya Dayak sebagai simbol kebersamaan dan bagian dari upacara adat seperti Gawai, disajikan dalam tajau, memiliki kadar alkohol bervariasi, dan ada inovasi seperti Tuak Jahe di Kaltim, namun juga sering muncul isu penertiban lapo tuak ilegal di sekitar IKN.
Jenis dan Bahan
Tuak Beras (Baram): Dibuat dari beras ketan yang difermentasi dengan ragi, menghasilkan rasa asam-manis dan bisa dicampur gula atau bahan lain seperti jahe.
Tuak Nira: Berasal dari sadapan pohon aren (enau) atau kelapa, rasanya lebih manis alami.
Proses Pembuatan
Metode Tradisional: Beras direndam dalam tajau (gentong) selama seminggu lebih, difermentasi menjadi tapai, lalu difermentasi lagi hingga menjadi tuak.
Bahan Tambahan: Ragi alami, gula, jahe, lada, atau lengkuas untuk variasi rasa.
Makna Budaya
Simbol Kebersamaan: Melambangkan persaudaraan, kebersamaan, dan persahabatan dalam Suku Dayak.
Bagian Upacara Adat: Disajikan saat Gawai Dayak, pesta panen, pernikahan, atau menyambut tamu penting.
Fungsi Lain: Diyakini bisa mencegah penyakit karena meningkatkan daya tahan tubuh (saat diminum bijak).
Konteks di Kalimantan Timur (Kaltim)
Inovasi: Ada inovasi seperti Tuak Jahe yang diperkenalkan di Kaltim, menawarkan manfaat kesehatan.
Isu Penertiban: Otorita IKN baru-baru ini menertibkan banyak lapo (warung) tuak ilegal di sekitar wilayah IKN.
Harga pasaran: Rp 18.000-45.000/liter