Sambal Datu (atau juga disebut Sambal Datok) adalah salah satu sambal khas yang berasal dari Kalimantan, khususnya populer di daerah Paser. Sambal ini memiliki cita rasa yang unik karena merupakan kombinasi dari bahan-bahan yang diiris dan disiram minyak panas, mirip dengan sambal dabu-dabu dari Manado, namun dengan bahan dan aroma khas Kalimantan.
Karakteristik dan Bahan Utama
Ciri khas sambal ini adalah penggunaan bahan-bahan segar yang diiris tipis tanpa diulek (mentah), kemudian dilayukan dengan siraman minyak panas.
Bahan-bahan umum: cabai rawit, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, tomat, dan terasi.
Bumbu khas: Penggunaan air asam jawa atau perasan jeruk limau/nipis memberikan rasa segar dan sedikit asam yang menjadi pembeda utamanya.
Aroma: Aroma terasi yang khas Kalimantan menjadi daya tarik tersendiri.
Penyajian: Biasanya disajikan sebagai pelengkap hidangan utama, sangat cocok dinikmati bersama ikan bakar, udang goreng, atau ayam goreng.
Sambal ini terkenal karena dapat meningkatkan selera makan dengan rasa pedas, segar, dan aromatiknya.
Harga pasaran: Rp 20.000
Dempo Duyan adalah kuliner tradisional khas suku Paser, Kalimantan Timur, berupa olahan durian yang difermentasi secara alami, menghasilkan rasa manis, gurih, dan sedikit asam, mirip selai atau dodol tanpa tambahan gula, sering disebut sebagai "selai durian" atau "dodol durian" asli Kalimantan yang tahan lama.
Ciri Khas Dempo Duyan:
Bahan Dasar: Buah durian (seringkali durian hutan) yang difermentasi.
Proses Pembuatan: Dibuat secara tradisional tanpa tambahan gula atau pengawet, hanya mengandalkan proses fermentasi alami.
Rasa: Unik, perpaduan manis, gurih, dan sedikit asam dari fermentasi durian.
Tekstur: Mirip selai kental atau dodol yang lembut.
Penyajian: Bisa dimakan langsung sebagai camilan, dioleskan pada roti, atau isian kue seperti nastar.
Asal Usul:
Merupakan makanan warisan budaya dari masyarakat Paser, Kalimantan Timur, khususnya di daerah Penajam Paser Utara (PPU).
Keunikan:
Bukan sekadar makanan biasa, tapi juga melestarikan rasa durian asli tanpa banyak campur tangan bahan lain, menjadikannya camilan yang otentik dan tahan lama.
Harga pasaran: Rp 250.000/1kg
Kue Jenderal Mabuk adalah kue tradisional khas Paser, Kalimantan Timur, yang terkenal karena rasa legit, manis, dan teksturnya sangat lembut, membuatnya ketagihan hingga disebut "mabuk". Kue ini berwarna hijau muda karena menggunakan campuran santan, gula, telur, dan aroma pandan atau suji, sering disajikan saat Ramadan dan mirip dengan Bingka Telur khas Banjar.
Penjelasan Singkat
Asal-usul nama: Diberi nama "Jenderal Mabuk" karena konon ada seorang jenderal yang sangat menyukai dan ketagihan dengan kue ini. "Mabuk" dalam konteks ini berarti sangat menikmati atau ketagihan.
Bahan utama: Santan, gula, telur, tepung beras, dan perisa alami dari daun pandan dan suji memberikan warna hijau khasnya.
Tekstur & Rasa: Lembut, legit, manis, dan creamy.
Penyajian: Sering dikukus dalam cetakan kecil atau loyang besar, populer sebagai takjil saat bulan puasa.
Harga pasaran: Rp 15.000-20.000/loyang kecil
Deli Tekalo adalah masakan tradisional khas Suku Paser, Kalimantan Timur, berupa sayur asam segar yang menjadikan tekalo (kecombrang) sebagai bahan utama, memberikan rasa asam unik dan aroma khas, biasanya disajikan dengan ikan beong dan timun padi, serta pernah meraih penghargaan sebagai makanan populer. Makanan ini kaya serat, bergizi, dan proses pembuatannya relatif mudah dengan bahan sederhana seperti bawang merah, bawang putih, serai, kunyit, dan lengkuas.
Penjelasan Detail:
Bahan Utama (Tekalo/Kecombrang): Kecombrang (batang muda dan buah tua) adalah bintang utama, memberikan sensasi asam dan aroma yang kuat seperti sayur asam.
Rasa dan Tekstur: Memiliki rasa asam segar, guri, dan aroma herbal yang kuat, mirip sayur asam namun dengan keunikan tersendiri.
Bahan Pendukung: Bawang merah, bawang putih, serai, kunyit, lengkuas, serta sering ditambahkan ikan beong (ikan air tawar) dan timun padi.
Asal dan Pengakuan: Berasal dari Kabupaten Paser dan berhasil menjadi nominasi serta pemenang juara pertama dalam kategori Makanan Tradisional Populer di Anugerah Pesona Indonesia 2018.
Cara Membuat (Ringkas): Merebus air hingga mendidih, lalu masukkan bumbu iris (bawang, kunyit, lengkuas, serai), irisan tekalo (batang/buah), timun padi, dan ikan beong, tambahkan garam secukupnya hingga harum.
Secara keseluruhan, Deli Tekalo adalah hidangan lezat, sehat, mudah dibuat, dan menjadi salah satu identitas kuliner Paser yang patut dicoba.
Harga pasaran: Rp 20.000/porsi
Ponta adalah makanan tradisional khas suku Paser di Kalimantan Timur, singkatan dari "Podangan Ketan," dibuat dari padi ketan muda yang disangrai, ditumbuk, lalu bisa disantap langsung dengan gula merah dan kelapa parut atau diolah menjadi bubur Ponta yang gurih manis. Proses pembuatannya unik dan tradisional, melestarikan warisan nenek moyang suku Paser hingga kini.
Penjelasan Ponta:
Bahan Dasar: Padi ketan muda yang dipisahkan dari tangkainya.
Proses Pembuatan:
Padi ketan muda dipisahkan dari tangkainya (diserut).
Kemudian disangrai hingga matang dan didiamkan hingga dingin.
Setelah dingin, ditumbuk dan dibersihkan kulit arinya.
Hasilnya bisa langsung dimakan atau diolah lebih lanjut.
Cara Penyajian:
Ponta Sederhana: Dimakan langsung dengan taburan gula merah dan parutan kelapa.
Bubur Ponta: Diolah menjadi bubur yang lembut, gurih, dan manis.
Makna Budaya: Ponta adalah makanan tradisional yang masih dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakat suku Paser sebagai bagian dari warisan budaya mereka.
Harga pasaran: Rp 9.000