Sungai Kapuas mempunyai nama lain yaitu Sungai Batang Lawai atau Sungai Kapuas Buhang ini terletak di Kalimantan Barat. Tercatat jika sungai ini masuk ke dalam sungai terpanjang tidak hanya di Pulau Kalimantan saja, namun juga di Indonesia. Panjang dari Sungai Kapuas sendiri yaitu sekitar 1.143 km dengan sumber air atau hulu berasal dari Pegunungan Muller, Kabupaten Putussibau untuk kemudian mengalir melewati Kabupaten Sintang, Sekadau, Sanggau dan berakhir pada Selat Karimata atau lebih tepatnya berada di sekitar Kota Pontianak. Lebar dari Sungai Kapuas bervariasi yaitu antara 70 hingga 150 meter dan salah satu keunikan sungai ini yaitu tidak pernah mengalami kekeringan selama musim kemarau. Terdapat Sungai Kapuas lainnya yang terdapat di Kalimantan Tengah tepatnya berada di Kabupaten Kapuas. Panjang Sungai Kapuas ini sekitar 610 km dimulai dari Kecamatan Kapuas Hulu dan aliran sungainya terus mengalir hingga bermuara di laut jawa atau tepatnya berada di Kecamatan Selat. Pada Sungai Kapuas di Kalimantan Tengah, sumber mata airnya berada di dataran yang cukup tinggi, namun tipe sungai ini tidak terlalu lebar. Tidak heran jika musim hujan tiba terutama di daerah hulu, volume air sungai mudah mengalami peningkatan hingga dapat melebar ke desa – desa sekitar. Meskipun dataran yang berada di bagian hilir sungai lebih rendah, namun lebar sungai lebih lebar sehingga kenaikan volume saat hujan tidak terlalu berdampak besar. Menurut sejarah, nama Kapuas sendiri berasal dari nama daerah yang juga bernama Kapuas. Hingga tidak heran jika sungai yang mengalir dari Kapuas Hulu sampai ke tempat bermuara diberi nama Kapuas. Pada masa Kesultanan Banjar, Sungai Kapuas diberi nama Sungai Batang Lawai hal ini disesuaikan dari nama suatu daerah yaitu Lawie atau Lawai (sekarang bernama Melawi). Pemberian nama tersebut berdasarkan atas tempat mengalirnya sungai tersebut yang masuk di kawasan Kabupaten Melawi hingga terus mengalir dan bermuara di sekitar Kota Pontianak. Dahulu Sungai Kapuas dijadikan sebagai jalur transportasi yang sangat penting terutama di Kalimantan Barat. Pada masa pemerintahan Belanda, Sungai Kapuas menjadi tempat yang paling strategis dan mereka kuasai. Sebab Sungai Kapuas menjadi tempat terjadinya transaksi barang dagang, pengiriman supply dan lain sebagainya yang ada di wilayah Kalimantan Barat. Pada masa penjajahan, sungai ini ikut berperan dalam memperjuangan bangsa Indonesia. Tahun 1963, Sungai Kapuas dijadikan sebagai jalur mobilisasi pasukan dari Pontianak menuju ke sepanjang perbatasan dengan menggunakan perahu motor.
Pada tahun 1980, dibangunlah sebuah jembatan yang berguna menghubungkan Kota Pontianak dengan beberapa daerah yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Jembatan Kapuas I ini berada di Kota Pontianak dengan panjang jembatan mencapai 420 meter dan lebar sekitar 6 meter. Pada awalnya jembatan ini merupakan jalan tol yang artinya setiap pengguna jembatan ini harus dikenakan tarif. Akan tetapi status jembatan tersebut berubah menjadi jalan utama sebab tidak ada jalur lain selain jembatan itu sendiri. Hingga pada pertengahan tahun 1990 jembatan Kapuas I bebas dilalui oleh pengguna kendaraan apapun.