Berikut adalah beberapa pilihan **Prompt** yang bisa Anda gunakan, tergantung pada AI apa yang Anda gunakan (apakah untuk teks/coding seperti ChatGPT/Claude, atau untuk gambar seperti Midjourney/DALL-E).
### Opsi 1: Prompt untuk AI Teks & Coding (ChatGPT, Claude, Gemini)
*Gunakan prompt ini jika Anda ingin meminta struktur website, konten, ide fitur interaktif, atau kode dasar (HTML/CSS).*
**Copy & Paste Prompt ini:**
> "Bertindaklah sebagai Senior UI/UX Designer dan Web Developer profesional. Saya ingin membuat website penyuluhan perpajakan yang modern, responsif, dan sangat interaktif.
>
> **Topik Utama:** Panduan Pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi Tahun Pajak 2025 menggunakan sistem terbaru 'Coretax'.
> **Sumber Data:** Gunakan basis pengetahuan umum dari www.pajak.go.id dan logika sistem Coretax terbaru.
>
> **Spesifikasi Website:**
> 1. **Desain:** Clean, minimalis, namun profesional (gunakan palet warna yang membangun kepercayaan seperti Biru Tua, Putih, dan Kuning Emas khas DJP). Tampilan harus user-friendly untuk orang awam.
> 2. **Fitur Interaktif:**
> - **Simulator Coretax:** Buat alur simulasi sederhana di mana user bisa menekan tombol virtual untuk belajar mengisi formulir.
> - **Wizard/Quiz:** Fitur 'Cek Status Pajak' untuk menentukan jenis formulir yang tepat sebelum memulai.
> - **Checklist Dokumen:** Daftar interaktif dokumen yang harus disiapkan (Bukti Potong 1721-A1, dll).
>
> **Tugas Anda:**
> 1. Buatkan Sitemap (Peta Situs) yang logis.
> 2. Tuliskan konten Landing Page yang menarik dengan teknik copywriting yang persuasif agar warga mau lapor pajak.
> 3. Berikan contoh kode HTML dan CSS (menggunakan Tailwind CSS) untuk bagian Hero Section dan fitur Simulator Coretax sederhana."
---
### Opsi 2: Prompt untuk AI Generator Gambar (Midjourney, DALL-E, Stable Diffusion)
*Gunakan prompt ini jika Anda ingin mencari inspirasi desain visual (mockup) untuk tampilan websitenya.*
**Copy & Paste Prompt ini:**
> "High-fidelity UI/UX design of a modern educational tax website landing page, topic: 'Indonesian Personal Income Tax Return 2025 via Coretax System'.
>
> **Visual Style:** Clean, minimalist, corporate but friendly, futuristic interface representing the new Coretax system.
> **Color Palette:** Trustworthy Blue, White, and hints of Gold/Yellow.
> **Elements:** A hero section showing a 3D illustration of a happy person holding a tablet with a digital tax form, interactive progress bars, floating checklist icons, and a 'Start Simulation' call-to-action button.
> **Atmosphere:** Professional, easy-to-use, government-tech vibes. High resolution, 8k, dribbble style, Figma aesthetic."
---
### Opsi 3: Struktur Konten (Untuk Pengembangan Manual)
Jika Anda memberikan prompt ini kepada tim developer manusia, berikut adalah poin-poin detail yang bisa Anda sertakan agar hasilnya sesuai harapan:
**Judul Proyek:** Microsite Edukasi Coretax 2025
**Target Audience:** Wajib Pajak Orang Pribadi (Karyawan & Bebas).
**Fitur Kunci yang Wajib Ada:**
1. **Interactive Tour:** Sebuah *overlay* yang menjelaskan fungsi tombol-tombol baru pada antarmuka Coretax (karena sistem ini baru bagi banyak orang).
2. **Perbandingan:** Tabel interaktif "Cara Lama (DJP Online) vs Cara Baru (Coretax)" agar user paham perbedaannya.
3. **Link Resmi:** Tombol *floating* yang selalu terlihat mengarah langsung ke login `pajak.go.id` atau laman regulasi terkait.
4. **Video Embed:** Tempat untuk meletakkan video tutorial resmi dari YouTube Ditjen Pajak.
**Tone of Voice:**
Membantu, Edukatif, Tenang (tidak menakut-nakuti), dan Solutif.
OPSI 1
{
"name": "website_penyuluhan_spt_op_2025_coretax",
"description": "Prompt untuk AI teks & coding (ChatGPT, Claude, Gemini) untuk merancang struktur, konten, dan kode dasar website penyuluhan perpajakan mengenai SPT Tahunan Orang Pribadi Tahun Pajak 2025 dengan simulasi Coretax.",
"prompt": "Bertindaklah sebagai Senior UI/UX Designer dan Web Developer profesional yang berpengalaman membuat website edukasi pemerintahan. Jawab dalam Bahasa Indonesia yang jelas dan mudah dipahami orang awam.\n\nSaya ingin membuat website penyuluhan perpajakan yang modern, responsif, mudah diakses (desktop & mobile), dan sangat interaktif.\n\nTujuan utama website:\n- Mengedukasi Wajib Pajak Orang Pribadi tentang cara mengisi dan melaporkan SPT Tahunan Tahun Pajak 2025.\n- Membantu pengguna memahami alur penggunaan sistem pelaporan pajak elektronik terbaru 'Coretax' secara sederhana dan praktis.\n- Mendorong warga untuk melaporkan SPT tepat waktu melalui pesan yang persuasif namun tetap sesuai etika komunikasi instansi pemerintah.\n\nTopik utama:\n- Panduan Pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi Tahun Pajak 2025 menggunakan sistem 'Coretax'.\n\nBatasan & sumber data:\n- Gunakan pengetahuan umum perpajakan Indonesia dan referensi yang secara umum diketahui dari www.pajak.go.id.\n- Jika ada aspek teknis terbaru Coretax yang tidak tersedia dalam basis pengetahuan Anda, buatlah alur simulasi yang masuk akal dan generik (tanpa mengklaim sebagai panduan resmi dan tanpa menyebut data yang tidak Anda yakini kebenarannya).\n- Tegaskan bahwa konten yang dihasilkan bersifat edukasi umum, bukan pengganti konsultasi resmi dengan Direktorat Jenderal Pajak.\n\nSpesifikasi website:\n1. Desain:\n - Gaya: clean, minimalis, modern, namun tetap formal dan profesional.\n - Palet warna utama: Biru Tua, Putih, dan Kuning Emas yang mencerminkan identitas visual DJP dan rasa percaya/keamanan.\n - Tipografi: mudah dibaca, ramah untuk orang awam, perhatikan ukuran font dan kontras warna (aksesibilitas).\n - Layout: responsif untuk mobile-first, tablet, dan desktop.\n\n2. Fitur interaktif:\n a. Simulator Coretax (versi edukasi/simulasi):\n - Alur langkah demi langkah (stepper) yang meniru tahapan umum pengisian SPT di sistem elektronik: login, pilih jenis SPT, isi data penghasilan, potongan, dan ringkasan.\n - Pengguna menekan tombol/tahap virtual untuk melihat penjelasan singkat di setiap langkah.\n - Tidak perlu perhitungan pajak yang kompleks; fokus pada alur dan edukasi isiannya.\n\n b. Wizard / Quiz 'Cek Status Pajak':\n - Serangkaian pertanyaan sederhana (ya/tidak atau pilihan ganda) untuk membantu pengguna:\n * mengetahui apakah mereka wajib lapor SPT,\n * dan diarahkan ke jenis formulir SPT yang paling sesuai.\n - Tampilkan hasil dalam bentuk ringkasan singkat + ajakan untuk lanjut ke panduan.\n\n c. Checklist Dokumen:\n - Daftar interaktif dokumen persiapan (misalnya: Bukti Potong 1721-A1/A2, daftar penghasilan lain, data keluarga, dan dokumen relevan lainnya).\n - Pengguna bisa mencentang (checklist) setiap item.\n - Sertakan deskripsi singkat per dokumen agar orang awam paham fungsi/asal dokumen tersebut.\n\nTugas Anda:\n1. Sitemap:\n - Buatkan sitemap (peta situs) yang logis dan terstruktur hierarkis (Level 1, Level 2, dst).\n - Pastikan mencakup minimal: Beranda, Panduan SPT, Simulator Coretax, Cek Status Pajak, Checklist Dokumen, FAQ, Glosarium Istilah, dan Kontak/Layanan Bantuan.\n\n2. Konten Landing Page:\n - Tulis konten lengkap untuk Halaman Beranda (Landing Page) dengan teknik copywriting persuasif yang:\n * menghilangkan rasa takut/rumit terhadap pajak,\n * menekankan manfaat melapor pajak tepat waktu,\n * tetap sopan dan sesuai tone instansi pemerintah.\n - Sertakan minimal:\n * Hero Section (headline utama, subheadline, call-to-action utama),\n * Bagian 'Mengapa Harus Lapor SPT?',\n * Bagian 'Apa yang Akan Anda Pelajari di Sini?',\n * Testimoni atau kutipan singkat (boleh fiktif tapi realistis),\n * Call-to-action penutup untuk mulai menggunakan panduan/simulator.\n\n3. Contoh kode:\n - Berikan contoh kode HTML + Tailwind CSS untuk:\n a) Hero Section Landing Page, dan\n b) Komponen antarmuka Simulator Coretax sederhana (misalnya 3–4 langkah utama).\n - Gunakan struktur HTML yang semantic (section, header, main, dll).\n - Gunakan Tailwind CSS melalui CDN (tampilkan tag <script> CDN Tailwind di dalam elemen <head>).\n - Tunjukkan bagaimana layout tersebut responsif (misalnya penggunaan breakpoint sm/md/lg).\n - Sertakan komentar singkat di dalam kode untuk menjelaskan bagian-bagian penting.\n\nFormat jawaban:\n- Gunakan heading yang jelas untuk setiap bagian:\n 1) Sitemap\n 2) Konten Landing Page\n 3) Contoh Kode HTML + Tailwind\n- Letakkan semua kode dalam satu blok kode terformat (syntax highlighting HTML)."
}
OPSI 2
{
"prompt": "High-fidelity UI/UX design of a modern educational tax website landing page. Topic: 'Indonesian Personal Income Tax Return 2025 via Coretax System'. Responsive desktop web layout, full-page web mockup.\n\nVisual style: clean, minimalist, professional yet friendly, futuristic gov-tech interface representing the new Indonesian Coretax system.\n\nColor palette: deep trustworthy blue, white, soft neutral grays, with subtle accents of warm gold or yellow.\n\nKey elements: a prominent hero section featuring a 3D illustration of a smiling Indonesian person holding a tablet that displays a simplified digital tax form interface; a clear step-by-step progress bar; floating checklist icons; information cards; small tooltips; a primary call-to-action button labeled 'Mulai Simulasi' (Start Simulation). Include a top navigation bar with a logo placeholder labeled 'DJP Online / Coretax', menu items, a short tagline about easy online tax filing, and brief supporting text. Below the hero, add sections with icons explaining main features, such as guidance, simulations, and secure e-filing.\n\nAtmosphere: professional, secure, easy-to-use, modern government technology vibes, inspiring confidence and clarity.\n\nRendering style: ultra-detailed product UI mockup, soft gradients, subtle shadows, isometric or semi-isometric 3D illustration, no photography, no stock photo watermarks, no extra decorative text outside the UI, 8k resolution, dribbble-style, Figma aesthetic.",
"negative_prompt": "low resolution, blurry, noisy, cluttered layout, messy composition, excessive text, handwritten text, real-life photography, dark or gloomy colors, cartoonish style, vintage style, mobile app interface, pop-up ads, banners, watermarks, logos of real companies, distorted faces, distorted hands",
"options": {
"aspect_ratio": "16:9",
"style": "high-fidelity UI/UX, dribbble, figma, futuristic gov-tech",
"quality": "high"
}
}
OPSI 3
{
"language": "id",
"prompt": "Judul Proyek: Microsite Edukasi Coretax 2025\n\nTujuan:\n- Membantu Wajib Pajak Orang Pribadi (karyawan dan pekerja bebas) beradaptasi dengan penggunaan sistem Coretax mulai Tahun Pajak 2025.\n- Menjelaskan perbedaan alur dan cara kerja antara sistem lama (DJP Online) dan sistem baru (Coretax).\n- Menyediakan panduan praktis, ringkas, dan mudah dipahami yang terhubung dengan sumber resmi Direktorat Jenderal Pajak.\n\nTarget Audiens:\n- Wajib Pajak Orang Pribadi yang berstatus karyawan.\n- Wajib Pajak Orang Pribadi non-karyawan/pekerja bebas yang sebelumnya terbiasa menggunakan DJP Online.\n\nLingkup Proyek:\n- Pengembangan sebuah microsite edukasi (one-page atau beberapa section pada satu domain/subdomain) yang fokus pada penjelasan transisi dari DJP Online ke Coretax bagi WP Orang Pribadi.\n- Konten berfokus pada pelaporan SPT Tahunan, pembayaran pajak, dan fitur dasar lain yang paling relevan bagi WP Orang Pribadi.\n\nFitur Kunci yang Wajib Ada:\n\n1. Interactive Tour (Panduan Interaktif Antarmuka Coretax)\n- Bentuk: overlay atau guided walkthrough yang menjelaskan elemen-elemen utama antarmuka Coretax.\n- Perilaku:\n - Muncul otomatis pada kunjungan pertama (dengan opsi untuk dilewati/ditutup).\n - Dapat diakses kembali melalui tombol khusus, misalnya \"Mulai Tur\" atau \"Lihat Panduan Antarmuka\".\n- Konten setiap langkah:\n - Highlight pada elemen UI terkait (misal: menu, tombol, area formulir).\n - Judul singkat (maks. 1 baris) yang menjelaskan fungsi utama elemen tersebut.\n - Penjelasan ringkas (1–3 kalimat) tentang kapan dan bagaimana elemen itu digunakan.\n - (Opsional) link \"Pelajari lebih lanjut\" ke artikel bantuan atau FAQ yang lebih detail.\n- Persyaratan UX:\n - Mudah ditutup dan tidak menghalangi pengguna yang ingin langsung menggunakan situs.\n - Desain responsif (berfungsi baik di desktop dan mobile).\n - Tidak mengganggu akses terhadap tombol/link penting (terutama link resmi pajak.go.id).\n\n2. Tabel Perbandingan: \"Cara Lama (DJP Online) vs Cara Baru (Coretax)\"\n- Tujuan: membantu pengguna memahami pemetaan proses dari sistem lama ke sistem baru secara jelas.\n- Struktur minimal tabel:\n - Kolom 1: Langkah/Proses (mis. Login, Lapor SPT Tahunan, Bayar Pajak, Ubah Profil, dsb.).\n - Kolom 2: DJP Online (Sebelum Coretax) – penjelasan singkat bagaimana langkah tersebut dilakukan dulu.\n - Kolom 3: Coretax (Setelah 2025) – penjelasan singkat cara melakukan hal yang sama di sistem baru.\n - Kolom 4 (opsional tapi direkomendasikan): Catatan/Peringatan penting (mis. perubahan istilah, menu berpindah lokasi, syarat tambahan).\n- Interaktivitas yang disarankan:\n - Filter atau pengelompokan berdasarkan kategori proses (mis. Pendaftaran, Pelaporan, Pembayaran, Pemutakhiran Data).\n - Kemungkinan ekspansi baris untuk melihat contoh/screenshot singkat (opsional, jika bandwidth memungkinkan).\n- Tujuan UX:\n - Dalam waktu singkat, pengguna dapat menjawab pertanyaan: \"Dulu saya melakukan X di DJP Online, sekarang di Coretax bagaimana?\".\n\n3. Link Resmi: Tombol Floating yang Selalu Terlihat\n- Bentuk: tombol mengambang (floating button) yang posisinya konsisten, misalnya di sisi kanan bawah layar.\n- Karakteristik:\n - Selalu terlihat (sticky) saat pengguna menggulir halaman, baik di desktop maupun mobile.\n - Desain sederhana namun mencolok, tanpa menutupi konten utama.\n- Minimal tautan yang disediakan:\n - Link langsung ke halaman login resmi: pajak.go.id (atau URL login terbaru sesuai ketentuan DJP).\n - Link ke halaman regulasi atau ringkasan kebijakan resmi terkait implementasi Coretax (misalnya halaman khusus di situs DJP yang menjelaskan Coretax).\n- Ketentuan teknis:\n - Setiap link resmi harus membuka tab/jendela baru (target=_blank) dan jelas menampilkan domain resmi pemerintah.\n - Label tombol/link harus jelas, misalnya: \"Login pajak.go.id\" dan \"Baca Aturan Resmi\".\n\n4. Video Embed: Tutorial Resmi dari YouTube Ditjen Pajak\n- Area khusus di microsite untuk menampilkan satu atau beberapa video tutorial resmi.\n- Sumber: channel resmi YouTube Direktorat Jenderal Pajak (misalnya playlist khusus Coretax jika sudah tersedia).\n- Komponen yang harus ada:\n - Judul video yang informatif (bukan hanya judul bawaan, tetapi bisa diberi konteks penggunaan untuk WP Orang Pribadi).\n - Deskripsi singkat di bawah tiap embed (1–3 kalimat) yang menjelaskan isi video dan kapan video tersebut relevan untuk pengguna.\n - Ringkasan poin penting dalam bentuk bullet (untuk pengguna yang tidak dapat menonton video dengan suara atau koneksi terbatas).\n- Persyaratan teknis:\n - Player responsif dan menyesuaikan dengan lebar layar.\n - Optimasi agar halaman tetap ringan (misalnya menggunakan thumbnail dan hanya memuat player saat diklik, jika diperlukan).\n\nStruktur Halaman yang Disarankan:\n1. Hero Section\n - Headline jelas, contoh: \"Pahami Coretax 2025 dengan Mudah\".\n - Subheadline singkat yang menjelaskan bahwa ini adalah panduan transisi dari DJP Online ke Coretax untuk WP Orang Pribadi.\n - Call-to-Action (CTA) utama, misalnya: \"Lihat Perbedaan Coretax\" atau \"Mulai Panduan\".\n\n2. Section Perkenalan Coretax\n - Penjelasan ringkas apa itu Coretax dan mengapa DJP Online digantikan/diperbarui.\n - Fokus pada dampak praktis untuk WP Orang Pribadi (apa yang berubah, apa yang tetap mirip).\n\n3. Section Perbandingan: DJP Online vs Coretax\n - Menampilkan tabel interaktif \"Cara Lama vs Cara Baru\".\n - Sertakan contoh nyata yang paling sering dialami WP Orang Pribadi (lapor SPT Tahunan, lihat riwayat, ubah data, dll.).\n\n4. Section Panduan Langkah demi Langkah\n - Ringkasan alur utama (mis. dari login sampai selesai lapor SPT Tahunan di Coretax).\n - Tombol jelas untuk memulai Interactive Tour (misalnya \"Mulai Tur Antarmuka Coretax\").\n\n5. Section Video Tutorial Resmi\n - Satu atau beberapa video embed beserta deskripsi dan ringkasan poin penting.\n\n6. Section FAQ Singkat\n - 5–10 pertanyaan yang paling mungkin muncul dari WP Orang Pribadi terkait transisi ke Coretax (misalnya: \"Apa yang terjadi dengan akun DJP Online saya?\", \"Apakah cara lapor SPT berubah total?\", dll.).\n\n7. Footer\n - Pengulangan link resmi penting (login pajak.go.id, halaman regulasi Coretax).\n - Informasi kontak bantuan resmi (call center, kanal pengaduan, dsb., jika tersedia dari DJP).\n - Disclaimer singkat bahwa microsite ini bersifat edukatif dan mengarahkan pengguna ke sumber resmi DJP.\n\nTone of Voice (Gaya Bahasa):\n- Membantu, edukatif, tenang, dan solutif.\n- Tidak menakut-nakuti; fokus pada pendampingan dan kejelasan langkah.\n- Gunakan bahasa Indonesia yang baku namun tetap mudah dipahami dan komunikatif.\n- Minimalkan istilah teknis. Jika istilah teknis harus digunakan, berikan penjelasan singkat dalam bahasa awam di dekat istilah tersebut.\n- Tekankan pada:\n - \"Apa yang perlu saya lakukan sekarang?\"\n - \"Apa bedanya dengan cara lama?\"\n - \"Di mana saya bisa melihat informasi resmi lebih lanjut?\"\n\nKriteria Keberhasilan:\n- Pengguna awam dapat menjelaskan secara garis besar apa itu Coretax dan mengapa mereka tidak lagi (atau semakin jarang) menggunakan DJP Online seperti sebelumnya.\n- Pengguna dapat menemukan cara melakukan kembali setidaknya tiga hal utama: login, lapor SPT Tahunan, dan bayar pajak di Coretax.\n- Pengguna dapat menemukan dan mengakses halaman login pajak.go.id dari microsite dalam maksimal 2 klik.\n- Pengguna mendapatkan jawaban untuk pertanyaan umum tanpa harus meninggalkan microsite, kecuali ketika diarahkan ke sumber resmi DJP untuk detail lengkap.\n\nPertimbangan Teknis & UX Tambahan:\n- Desain responsif dan mobile-first.\n- Perhatikan aksesibilitas dasar: kontras warna yang baik, ukuran font nyaman dibaca, navigasi dapat digunakan dengan keyboard, serta teks alternatif untuk elemen visual penting.\n- Optimalkan performa: ukuran gambar dan asset lain harus dioptimasi agar waktu muat halaman tetap cepat, termasuk pada koneksi yang lambat.\n- Pastikan semua konten yang merujuk ke peraturan atau kebijakan selalu mengarah ke sumber resmi DJP atau regulasi yang berlaku."
}