Rangkuman
Oosit yang sudah dibuahi akan membelah dan berkembang hingga terbentuk embrio dari tahapan awal hingga morula, blastula, dan gastrula.
Embrio akan implantasi pada endometrium dan berkembang hingga menjadi janin.
Persalinan dibagi menjadi tiga tahap: dilatasi serviks (pembukaan), kelahiran bayi, dan kelahiran plasenta.
Setelah terjadi fertilisasi, proses berlanjut menuju masa kehamilan (gestasi), yakni perkembangan embrio menjadi janin hingga kelahiran bayi. Lama kehamilan 38 minggu dari waktu fertilisasi hingga kelahiran bayi. Waktu fertilisasi tidak dapat dihitung secara pasti sehingga perhitungan didasarkan pada waktu menstruasi terakhir.
Perkembangan embrio.
Sumber gambar: unacademy.com
Pembelahan
Zigot mengalami pembelahan berturut-turut (mitosis), saat ia bergerak melanjutkan perjalanannya dari tuba falopi menuju rahim.
Sel anak disebut blastomer.
Morula
Embrio dengan 8 sampai 16 blastomer disebut morula; pada tahap ini merupakan bola padat.
Blastosis
Pembelahan sel berlanjut di morula dan blastomer tersusun sepanjang pinggiran meninggalkan rongga sentral, yang disebut blastocoel; embrio pada tahap ini disebut blastosis.
Sel-sel kini tersusun menjadi lapisan luar, yang disebut tropoblas, dan kelompok sel bagian dalam, yang disebut massa sel dalam, yang melekat pada tropoblas dan menonjol ke dalam blastosoel.
Lapisan tropoblas menempel pada endometrium.
Sel-sel endometrium membelah dengan cepat dan menutupi blastosis. Proses blastosis menempel dan tertanam pada endometrium disebut implantasi.
Setelah implantasi akan tumbuh jaringan seperti jari, yang disebut vili korionik, muncul dari tropoblas. Vili korionik dikelilingi oleh jaringan rahim dan pembuluh darah. Vili korionik dan jaringan rahim berinterdigitasi membentuk plasenta, unit struktural dan fungsional, antara janin/embrio dan dinding rahim ibu.
Tali pusat merupakan struktur yang menghubungkan plasenta dengan janin, membantu pengangkutan zat ke dan dari janin.
Plasenta melakukan fungsi-fungsi berikut:
○ Memfasilitasi suplai oksigen dan nutrisi ke janin.
○ Membantu menghilangkan karbon dioksida dan ekskresi lainnya dari janin.
○ Bertindak sebagai jaringan endokrin dan mengeluarkan hormon-hormon.
Struktur membran embrio.
Sumber gambar: open.oregonstate.education
Bersamaan dengan perkembangan plasenta, massa sel bagian dalam berdiferensiasi menjadi lapisan luar, yang disebut ektoderm, dan lapisan dalam, yang disebut endoderm.
Lapisan tengah, yang disebut mesoderm, muncul di antara ektoderm dan endoderm.
Lapisan primer ini membentuk seluruh jaringan dan organ orang dewasa.
Setelah satu bulan kehamilan, jantung akan terbentuk; tanda pertama janin tumbuh adalah detak jantungnya.
Pada akhir bulan kedua, janin sudah mengembangkan anggota badan dan jari-jarinya.
Pada akhir bulan ketiga (trimester pertama) sebagian besar sistem organ sudah terbentuk.
Selama bulan kelima terlihat tumbuhnya rambut di kepala, janin juga akan menunjukkan gerakan.
Pada akhir enam bulan (trimester kedua) tubuh ditumbuhi rambut halus, kelopak mata terpisah dan bulu mata juga terbentuk.
Pada akhir sembilan bulan kehamilan, janin telah berkembang sempurna dan siap untuk dilahirkan.
Ovarium kemudian mengeluarkan hormon yang disebut relaksin menjelang akhir kehamilan.
Persalinan adalah proses kelahiran bayi. Persalinan dipengaruhi oleh hormon relaksin, estrogen, oksitosin, prostagladin, dan CRH (corticotropin releasing hormone)
Berikut adalah video ilustrasi persalinan. Simak video tersebut agar pemahamanmu semakin bertambah!
Kontrasepsi merupakan upaya menghambat pergerakan sperma ke ovum, mencegah ovulasi, atau mencegah implantasi zigot. Kontrasepsi dilakukan untuk mengendalikan angka kelahiran, hal ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mengendalikan jumlah kelahiran penduduk melalui program KB. Terdapat berbagai macam metode kontrasepsi sebagai berikut.
Kontrasepsi alami dengan menggunakan sistem kalender siklus mestruasi perempuan.
Koitus interuptus yaitu pengeluaran penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi.
Kontrasepsi kimiawi menggunakan zat-zat yang bersifat toksin bagi sperma, seperti jeli, busa, krim, dan suposituria spermisida (pembunuh sperma).
Metode penghalang mekanis dengan mencegah pergerakan sperma sampai pada tuba fallopi. Contohnya diafragma, kondom, serta sterilisasi. Sterilisasi merupakan metode permanen yang dilakukan melalui operasi.
Metode sterilisasi: Vasektomi yaitu pemotongan saluran vas deferens sehingga cairan semen tidak mengandung sperma. Tubektomi (ligasi tuba) yaitu pemotongan dan pengikatan tuba fallopi sehingga ovum tidak memasuki uterus.
Pencegahan ovulasi dengan berbagai cara seperti pil KB, susuk/implan KB, suntik KB. Cara ini menggunakan prinsip pengaruh hormon untuk menghambat faktor-faktor ovulasi.
Penghambatan implantasi dengan cara blokade sel telur untuk menempel pada dinding rahim menggunakan IUD (intrauterine device).