Rangkuman
Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet (sel kelamin) yang esensial untuk reproduksi. Terdiri dari spermatogenesis pada lak-laki dan oogenesis pada perempuan.
Spermatogenesis terjadi di testis. Menghasilkan sperma haploid (n) dari sel diploid (2n). Oogenesis: terjadi di ovarium. Menghasilkan sel telur haploid (n) dari sel diploid (2n).
Kromosom dan Haploid: Sel somatik memiliki jumlah kromosom diploid (2n).
Gamet memiliki jumlah kromosom haploid (n) setelah proses meiosis.
Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet atau sel kelamin pada organisme. Proses ini esensial bagi keberlangsungan sistem reproduksi manusia karena menghasilkan sel-sel reproduktif yang diperlukan untuk fertilisasi. Gametogenesis mencakup dua proses utama: spermatogenesis pada pria dan oogenesis pada wanita.
Mengapa gametogenesis penting? Tanpa gametogenesis, tidak akan ada sel kelamin yang siap untuk berpartisipasi dalam proses reproduksi, sehingga fertilisasi dan pembentukan kehidupan baru tidak dapat terjadi. Proses ini memastikan bahwa setiap gamet membawa setengah dari jumlah kromosom total atau haploid (n). Dalam sel somatik manusia, jumlah kromosom adalah diploid (2n), yang berarti setiap sel memiliki dua set kromosom—satu dari masing-masing orang tua.
Selama gametogenesis, sel diploid menjalani meiosis untuk menghasilkan sel haploid. Pembentukan sel haploid memastikan bahwa ketika sperma dan sel telur bertemu selama fertilisasi, jumlah kromosom yang didapatkan adalah diploid (2n). Ini menjaga kestabilan jumlah kromosom generasi demi generasi dan mencegah penggandaan kromosom yang tidak terkendali, yang bisa berakibat fatal atau menyebabkan kelainan genetik.
Bagan gametogenesis (kiri: spermatogenesis, kanan: oogenesis) Sumber gambar: cdn.lecturio.com.
Spermatogenesis adalah sebutan gametogenesis pada laki-laki. tempat terjadinya di tubulus seminiferus dalam testis. Spermatogenesis memerlukan waktu sekitar 74 hari. Proses spermatogenesis melalui berbagai tahapan seperti berikut
Spermatogonium memiliki kromosom diploid (2n) yang terletak dekat membran basalis tubulus seminiferus berploriferasi melalui pembelahan secara mitosis dan berdiferensiasi menjadi spermatosit primer (2n).
Spermatosit primer (2n) kemudian membelah pada meiosis 1 dan membentuk dua spermatosit sekunder (n). Dua spermatosit sekunder (n) membelah pada meiosis II menjadi empat spermatid (n).
Spermatid (n) mengalami pematangan menjadi spermatozoa berkromosom haploid (n). Sperma berukuran 60μm dan terdiri atas kepala, leher, dan ekor. Pada kepala sperma terdapat nukleus dan dilapisi akrosom yang mengandung enzim untuk menembus ovum. Leher sperma mengandung mitokondria yang memproduksi ATP atau energi untuk bergerak.
Sperma yang sudah dewasa akan bergerak menuju lumen tubulus seminiferus menuju ke tubulus rekti, rete testis, dan duktus eferen. Sperma selanjutnya disalurkan ke epididimis. Pergerakan sperma selanjutnya disebabkan oleh kontraksi persitaltik otot saluran.
Spermatogenesis pada tubulus seminiferus (kiri: bagan spermatogenesis, kanan: histologi spermatogenesis)
Sumber gambar: www.researchgate.net
Oogenesis adalah sebutan gametogenesis pada perempuan. Oogenesis dimulai saat kehidupan janin sebelum lahir, setelah lahir, pubertas, hingga masa produktif sebelum menopause.
Selama kehidupan janin, oogonium (2n) berproliferasi melalui pembelahan mitosis dan menghasilna 6-7 juta oosit primer. Oosit yang berjumlah banyak tersebut akan tetap berada pada tahap profase meiosis I hingga sebelum masa pubertas. Tiap oosit primer (2n) diselubungi folikel primordial. Seiring bertambahnya usia hal tersebut berdegenerasi sehingga jumlahnya menurun.
Jumlah folikel primordial dalam ovarium setelah lahir sekitar 2 juta, usia 7 tahun sekitar 300.000, dan ketika pubertas jumlahnya menurun hingga 50.000-100.000. Hanya 350-400 yang akan hidup dan berkembang untuk diovulasikan satu persatu setiap bulannya selama masa produktif.
Pada masa pubertas, hormon GnRh yang dihasilkan hipotalamus dan gonadotropin dari hipofisis berpengaruh pada perkembangan folikel promordial menjadi folikel primer, selanjutnya menjadi folikel sekunder. Setiap bulan terdapat 20-50 folikel sekunder, namun hanya satu yang matang untuk diovulasikan. sebelum ovulasi, oosit primer (2n) mengalami meiosis I dengan pembagian sitoplasma yang tidak sama, yaitu oosit sekunder (n) dan badan polar I (n) yang berukuran kecil.
Oosit sekunder (n) mengalami metafase meiosis II dan berhenti. Oosit sekunder kemudian membebaskan diri dari sel-sel yang menyelubungi dan terdorong keluar permukaan ovarium, hal itu disebut ovulasi.
JIka oosit sekunder yang terovulasi dibuahi oleh sperma, maka pembelahan meiosis II berlanjut hingga terbentuk ootid (n) dan badan polar II (n). Ootid akan berkembang menjadi ovum (n) yang matang. Jika oosit sekonder yang terovulasi tidak dibuahi, maka akan terjadi disintegrasi (pecah).
Silakan tonton video penjelasan mengenai gametogenesis agar pemahaman mengenai spermatogenesis dan oogenensis semakin baik.