Memasuki musim penghujan dengan tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat, Banjir disertai longsong, puting beliung, gelombang pasang/rob dan bencana alam lainnya terjadi silih berganti Menimpa saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Barat.
Sabtu (8/10/22), bencana Alam Banjir Bandang yang terjadi di daerah Lunyuk-Sumbawa. Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov NTB, korban terdampak 650 KK. Untuk korban meninggal dunia, luka atau hilang tidak ada. Sementara kerusakan berupa 2 rumah rusak berat, 1 Pondok Pesantren NW Molong rusak, serta Jaringan Sekunder Kiri BLKI 2 di Wilayah Dusun Kuara Angko Desa Lunyuk Rea terputus sehingga distribusi air ke wilayah Lenang Somo dan dusun lainya terputus. Kemudian sekitar 500 ha sawah terendam, kapal nelayan mengalami kerusakan akibat terbawa banjir hingga tengah laut.
Sementara itu pada Minggu (9/10/22), bencana Alam Angin Puting Beliung juga terjadi di didaerah Tanjung Luar - Lombok Timur. Kejadian tersebut mengakibatkan 114 KK (443 Jiwa) terdampak, 111 rumah rusak ringan – rusak berat yang tersebar di 6 dusun yaitu dusun Kampung Baru, Kampung Baru Selatan, Muhajirin, Kampung Koko, Kampung tengah, dan Toroh Selatan Desa Tanjung Luar. Sedangkan di Paremas 3 rumah mengalami rusak ringan pada dusun Gili Re. Kejadian tersebut juga berdampak pada Kantor Kesyahbandaraan, SDN 1 Tanjung Luar, Lapak UMKM Pokdarwis di areal darmaga kampung, dan Pos AL mengalami rusak ringan.
Sementara itu, pada Ahad (16/10/22), terjadi banjir dan longsor di Kabupaten Lombok Utara, berdasarkan pendataan yang dilakukan, tercatat sebanyak 473 KK yang terdampak banjir bandang dan longsor di Desa Malaka Kabupaten Lombok Utara. Ratusan KK tersebut tersebar di dusun Malimbu sebanyak 200 KK, Setangi sebanyak 183 KK, Lendang Luar sebanyak 28 KK dan Dusun Badung sebanyak 62 KK. Selain itu, akibat bencana tersebut sebanyak satu unit rumah rusak berat.
LAZISMU mengajak para donatur untuk berpartisipasi dalam program Tanggap Darurat Indonesia Siaga dengan berbagi sebagian dari rizkinya untuk membantu korban bencana.
Mari berbagi dan peduli kepada mereka yang terdampak bencana alam dalam program Indonesia Siaga.