Program FIHFAA dibuat untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam berbagai aspek manajemen fasilitas kesehatan, peningkatan mutu layanan, serta implementasi kebijakan berbasis bukti. Dengan pendekatan berbasis studi kasus, evaluasi literatur, dan publikasi ilmiah, program ini bertujuan untuk menciptakan pemimpin dan surveior berkualitas yang dapat berkontribusi dalam peningkatan standar pelayanan kesehatan di Indonesia.
Modul ini membahas kebijakan kesehatan, kepemimpinan, dan berpikir kritis dalam pengambilan keputusan di situasi krisis. Peserta akan mendalami aspek regulasi kesehatan, strategi kepemimpinan, serta evaluasi kebijakan dalam menghadapi tantangan global seperti pandemi.
Kompetensi Utama:
Analisis kebijakan kesehatan dan implikasinya dalam layanan kesehatan.
Kepemimpinan strategis dalam organisasi layanan kesehatan.
Manajemen krisis dan pengambilan keputusan berbasis bukti.
Keterampilan komunikasi dan negosiasi dalam kebijakan kesehatan.
Metode Pembelajaran:
RCQ (Reading Comprehension Quiz): Uji pemahaman terhadap literatur kebijakan dan kepemimpinan.
CS (Case Study): Studi kasus tentang kepemimpinan dalam situasi darurat kesehatan.
CR (Critical Review): Evaluasi dan kritik terhadap publikasi terkait kebijakan dan kepemimpinan di sektor kesehatan.
Modul ini fokus pada tata kelola klinis yang baik (Good Clinical Governance) dalam pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan. Peserta akan mempelajari strategi peningkatan layanan, efektivitas operasional, serta evaluasi mutu dalam fasilitas kesehatan.
Kompetensi Utama:
Implementasi tata kelola klinis berbasis bukti.
Evaluasi kinerja layanan kesehatan berdasarkan standar akreditasi.
Peningkatan mutu layanan dan pengelolaan sumber daya klinis.
Manajemen perubahan dalam organisasi kesehatan.
Metode Pembelajaran:
RCQ: Pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip Good Clinical Governance.
CS: Studi kasus tentang manajemen pelayanan dalam fasilitas kesehatan.
CR: Analisis kritis publikasi tentang tata kelola klinis dan efektivitas manajemen.
Modul ini memberikan pemahaman tentang manajemen risiko dan audit internal di fasilitas kesehatan. Fokus utama adalah pengelolaan risiko klinis, kepatuhan terhadap standar akreditasi, serta implementasi audit dalam meningkatkan mutu pelayanan.
Kompetensi Utama:
Identifikasi dan mitigasi risiko di fasilitas kesehatan.
Implementasi sistem audit internal untuk peningkatan mutu.
Manajemen kepatuhan terhadap regulasi dan akreditasi.
Strategi pengelolaan insiden dan peningkatan keamanan pasien.
Metode Pembelajaran:
RCQ: Pemahaman prinsip manajemen risiko dan audit internal.
CS: Studi kasus pengelolaan insiden di rumah sakit.
CR: Evaluasi metode audit dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan.
Modul ini membahas strategi peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam sistem layanan kesehatan. Peserta akan memahami prinsip Six Sigma, Lean Healthcare, serta metode peningkatan kualitas berbasis data.
Kompetensi Utama:
Implementasi metodologi peningkatan mutu layanan kesehatan.
Strategi keselamatan pasien dan pencegahan insiden medis.
Analisis sistem untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan.
Pengelolaan budaya keselamatan pasien dalam organisasi kesehatan.
Metode Pembelajaran:
RCQ: Studi literatur tentang model peningkatan mutu.
CS: Studi kasus penerapan sistem keselamatan pasien di rumah sakit.
CR: Evaluasi publikasi terkait metode peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Modul ini menekankan pendekatan berbasis pasien dalam pemberian layanan kesehatan, dengan fokus pada keterlibatan pasien dan keluarga dalam proses pengambilan keputusan medis.
Kompetensi Utama:
Konsep pelayanan kesehatan berbasis pasien (Person-Centered Care).
Teknik komunikasi efektif dengan pasien dan keluarga.
Pengembangan pengalaman pasien (patient experience) sebagai bagian dari evaluasi mutu layanan.
Implementasi shared decision-making dalam pelayanan klinis.
Metode Pembelajaran:
RCQ: Studi literatur tentang pendekatan berbasis pasien.
CS: Studi kasus penerapan person-centered care di fasilitas kesehatan.
CR: Evaluasi jurnal ilmiah terkait dampak model layanan berbasis pasien terhadap mutu layanan.
Modul ini membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang integrasi program kesehatan nasional dalam sistem pelayanan kesehatan dan perannya dalam peningkatan mutu serta keselamatan pasien. Peserta akan memahami bagaimana fasilitas kesehatan dapat memenuhi standar tata kelola klinis yang baik sekaligus mendukung program prioritas nasional seperti pengendalian Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS, kesehatan jiwa, pencegahan resistensi antimikroba (PPRA), program keluarga berencana (KB), serta pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular.
Peserta akan mendalami bagaimana standar akreditasi dapat digunakan sebagai alat evaluasi efektivitas implementasi kebijakan kesehatan nasional di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, modul ini juga membekali peserta dengan keterampilan analisis program berbasis bukti, identifikasi hambatan implementasi, serta penyusunan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan.
Kompetensi Utama:
Pemahaman mendalam tentang kebijakan kesehatan nasional dan sistem akreditasi.
Evaluasi dampak implementasi program kesehatan nasional terhadap mutu layanan.
Strategi penerapan program keberlanjutan dalam layanan kesehatan.
Penyusunan rekomendasi berbasis bukti untuk peningkatan efisiensi fasilitas kesehatan.
Penerapan sistem monitoring dan evaluasi program nasional di fasilitas kesehatan.
Manajemen lintas sektor dalam implementasi kebijakan kesehatan.
Metode Pembelajaran:
RCQ: Studi literatur tentang kebijakan kesehatan nasional dan implementasinya.
CS: Studi kasus penerapan program kesehatan nasional di berbagai fasilitas kesehatan.
CR: Evaluasi publikasi terkait efektivitas strategi akreditasi dan keberlanjutan dalam layanan kesehatan.
Pelantikan FIHFAA Angkatan 1
Pelantikan FIHFAA Angkatan 3
Pelantikan FIHFAA Angkatan 2
Pelantikan FIHFAA Angkatan 4
Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni FIHFAA (IAF)