Pulau Bali kuno telah dihuni oleh bangsa Austronesian sekitar 2000 tahun sebelum masehi. Yang Bermigrasi dan berasal dari Taiwan melalui Maritime Asia Tenggara. Masa Bali kuno terdapat Sembilan sekte Hindu yaitu Pasupata, Bhairawa, Siwa Shidanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya. Budaya-nya sangat dipengaruhi oleh budaya India, Cina, dan Khususnya Hindu. Budaya tersebut dimulai sekitar abad 1 Masehi.
Nama Bali Dwipa (“Pulau Bali”) telah ditemukan dari berbagai Prasasti, termasuk pilar Prasasti Blanjong yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914 masehi yang menyebutkan “Walidwipa”.
Kerajaan Hindu Majapahit (1293-1520 Masehi) di Jawa Timur Mendirikan sebuah koloni disini pada tahun 1343.
Pada abad ke-15 Masehi ketika Kerajaan Majapahit dikalahkan oleh kekuatan Kerajaan Islam Demak, ada eksodus Besar-besaran orang Jawa-Hindu dari Intelektual, seniman, pendeta, dan musisi dari pulau Jawa ke pulau Bali.
Bung Karno, Bali dan Pariwisata di abad 20
Sampai pada awal abad ke 20 saat Bali ditaklukan secara penuh oleh Belanda, pintu masuk untuk orang barat dibuka dengan lebar dan ini juga menjadi tonggak awal masuknya Wisatawan yang dimulai pada tahun 1920 an.
Presiden Pertama Indonesia Ir Soekarno. Beliau menjadikan pulau ini (Informasi Umum Tentang Bali) sebagai tempat menerima tamu Kenegaraan Sekaligus memperkenalkan Bali lebih luas di mata dunia.
Landing dengan Kemeriahan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Beberapa tamu negara tersebut diantaranya adalah Perdana Menteri India pertama Jawaharlal Nehru, Pemimpin Vietnam Utara Ho Chi Minh, sampai Presiden Amerika Jhon F. Kennedy.
Atas gagasan Bung Karno pula di Tampaksiring pada tahun 1957 dibangun Istana Tampaksiring untuk menyambut Tamu Kenegaraan. Kemudian pada tahun 1963, Bung Karno pulalah yang memprakarsai didirikannya Hotel Bali Beach di pantai Sanur.
Hotel ini nantinya akan menjadi bangunan tertinggi sampai saat ini (karena sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Bali Tahun 1971 di mana Isinya antara lain bahwa bangunan harus tingginya maksimal setinggi pohon kelapa atau 15 meter.)