MATERI SESI 1 (Bahasa Indonesia). Literasi .
Membaca Membuka Jendela Dunia
Gemar membaca adalah kebiasaan yang sangat baik dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Dengan membaca, kita dapat meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, membaca juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi. Banyak orang yang gemar membaca karena mereka dapat menemukan inspirasi, motivasi, dan informasi yang berguna dalam buku-buku yang mereka. Namun, banyak orang yang kesulitan untuk memulai kebiasaan membaca. Jika kamu ingin menjadi lebih gemar membaca, berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:
1. Tentukan tujuan: Tentukan apa yang ingin kamu capai dengan membaca, misalnya meningkatkan pengetahuan atau mengurangi stres.
2. Pilih buku yang menarik: Pilih buku yang sesuai dengan minat dan tingkat kesulitan kamu.
3. Buat jadwal: Buat jadwal membaca yang realistis dan konsisten, misalnya 30 menit setiap hari.
4. Cari tempat nyaman: Cari tempat yang nyaman dan tenang untuk membaca.
5. Hindari gangguan: Hindari gangguan seperti TV, HP, atau media sosial saat membaca.
6. Mulai dengan sedikit: Mulai dengan membaca sedikit demi sedikit, lalu tambah secara bertahap.
7. Gabung komunitas: Gabung komunitas membaca untuk mendapatkan motivasi dan diskusi yang menarik.
##################################################################################################
MATERI SESI 2 (Informatika). Literasi Digital.
Pada era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, khususnya bagi remaja. Media sosial adalah platform berbasis internet yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi, berbagi informasi, serta mengekspresikan diri melalui teks, gambar, dan video. Contoh media sosial yang sering digunakan oleh pelajar antara lain Instagram, WhatsApp, TikTok, dan YouTube.
Dalam bidang informatika, media sosial tidak hanya dipandang sebagai alat hiburan, tetapi juga sebagai hasil dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Media sosial bekerja dengan memanfaatkan jaringan internet, sistem basis data, algoritma, serta aplikasi perangkat lunak yang dirancang untuk menghubungkan banyak pengguna secara cepat dan luas. Setiap aktivitas pengguna, seperti mengunggah foto atau memberikan komentar, akan diproses dan disimpan oleh sistem komputer.
Penggunaan media sosial memiliki manfaat positif jika digunakan secara bijak. Media sosial dapat menjadi sarana belajar, misalnya dengan mengikuti akun edukatif, menonton video pembelajaran, atau berdiskusi dengan teman tentang tugas sekolah. Selain itu, media sosial juga dapat melatih keterampilan digital seperti kemampuan mencari informasi, berkomunikasi secara daring, dan memahami etika berinternet.
Namun, di sisi lain, penggunaan media sosial juga memiliki risiko. Informasi yang beredar di media sosial tidak semuanya benar. Penyebaran berita palsu (hoaks), perundungan siber (cyberbullying), serta kecanduan gawai merupakan beberapa dampak negatif yang dapat muncul. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menilai informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Dalam pembelajaran informatika, siswa diharapkan mampu memahami cara kerja media sosial serta menerapkan etika digital. Etika digital mencakup sikap bertanggung jawab saat berkomunikasi, menghargai privasi orang lain, tidak menyebarkan konten negatif, dan menggunakan media sosial sesuai kebutuhan. Dengan pemahaman tersebut, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai alat yang mendukung pembelajaran dan pengembangan diri.
Kesimpulannya, media sosial merupakan produk teknologi informatika yang memberikan banyak peluang sekaligus tantangan. Dengan pengetahuan, sikap bijak, dan tanggung jawab, siswa dapat menggunakan media sosial secara positif dan aman dalam kehidupan sehari-hari.
Media digital adalah segala bentuk informasi yang dibuat, disimpan, dan dibagikan menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel, komputer, dan tablet. Contohnya adalah video, gambar, dokumen, media sosial, serta aplikasi pembelajaran. Di kehidupan sehari-hari, pelajar SMP memakai media digital untuk mencari materi pelajaran, mengerjakan tugas, berkomunikasi, dan hiburan. Karena itu, kemampuan menggunakan media digital dengan bijak menjadi bagian penting dari pelajaran Informatika.
Pemakaian media digital yang bijak dimulai dari tujuan yang jelas. Siswa perlu membedakan kapan perangkat digunakan untuk belajar dan kapan untuk hiburan. Kebiasaan yang baik misalnya membuat jadwal, membatasi durasi bermain gim atau scrolling media sosial, serta mematikan notifikasi saat belajar agar fokus tidak mudah terpecah. Selain itu, siswa juga perlu memperhatikan keamanan digital, seperti menggunakan kata sandi yang kuat, tidak membagikan data pribadi (alamat, nomor telepon, kode OTP), dan berhati-hati saat mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya.
Dalam media digital, informasi dapat menyebar sangat cepat. Karena itu, siswa perlu menerapkan literasi digital: memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikan. Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah mengecek sumber (siapa yang membuat), membandingkan dengan dua sumber tepercaya, serta memperhatikan tanggal publikasi. Informasi yang tampak meyakinkan belum tentu benar, apalagi jika judulnya provokatif atau mengajak untuk segera menyebarkan.
Salah satu keterampilan praktis dalam Informatika adalah membuat poster digital. Poster digital adalah media visual yang berisi pesan singkat dan kuat, biasanya untuk mengajak orang melakukan sesuatu, memberikan informasi, atau menyampaikan kampanye tertentu, misalnya “Hemat Listrik”, “Anti Perundungan”, atau “Bijak Bermedia Sosial”. Poster digital dibuat menggunakan aplikasi desain seperti Canva, PowerPoint, atau aplikasi pengolah gambar lainnya. Di dunia digital, poster tidak hanya ditempel di dinding, tetapi juga dapat dibagikan melalui grup kelas, media sosial sekolah, atau dipajang di layar informasi.
Agar poster digital efektif, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Pertama, tentukan tujuan dan audiens: poster untuk teman sebaya harus memakai bahasa yang mudah dan tidak terlalu panjang. Kedua, buat judul yang singkat dan menonjol. Ketiga, gunakan gambar atau ikon yang relevan dan tidak berlebihan. Keempat, atur tata letak agar rapi: judul jelas, isi ringkas, dan ada ruang kosong agar nyaman dibaca. Kelima, pilih warna dan font yang mudah dibaca, serta gunakan maksimal 2–3 jenis font agar tidak terlihat ramai. Terakhir, cantumkan sumber jika memakai gambar dari internet, dan pastikan gambar bebas hak cipta atau berasal dari sumber yang diizinkan.
Dengan pemakaian media digital yang bijak dan kemampuan membuat poster digital, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta konten yang bertanggung jawab. Keterampilan ini bermanfaat untuk tugas sekolah, kegiatan OSIS, kampanye kelas, hingga bekal di masa depan saat dunia kerja semakin membutuhkan kemampuan literasi digital dan komunikasi visual.