Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki kecerdasan moral. Hidup bermasyarakat memerlukan "perekat" sosial berupa berahlak, sopan santun dan adab.
1. Landasan Utama: Pancasila
Pancasila adalah kompas moral kita. Dalam konteks hidup bermasyarakat:
*Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa):* Menjadi dasar bahwa setiap tindakan sopan santun kita adalah bentuk ibadah dan tanggung jawab kepada Tuhan.
*Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):* Menekankan bahwa manusia harus memperlakukan sesama dengan kemuliaan (adab), bukan seperti benda atau makhluk tanpa perasaan.
2. Menghubungkan Adab dengan "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat"
Karakter yang kuat lahir dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Berikut adalah cara mengimplementasikan adab melalui 7 kebiasaan tersebut:
Kebiasaan / Implementasi dalam Sopan Santun & Adab
(A. Bangun Pagi: Menunjukkan kedisiplinan diri dan menghargai waktu orang lain saat membuat janji.
(B. Beribadah: Membentuk kerendahan hati dan rasa hormat kepada sesama ciptaan Tuhan.
(C. Mandiri: Tidak merepotkan orang lain dan bertanggung jawab atas keperluan pribadi di tempat umum.
(D. Makan Sehat: Mencerminkan adab makan yang baik (tidak rakus, menjaga kebersihan, dan bersyukur).
(E. Gemar Membaca: Memperluas wawasan agar bisa berkomunikasi dengan bahasa yang santun dan berbobot.
(F. Jaga Kebersihan: Adab terhadap lingkungan; tidak membuang sampah sembarangan sebagai bentuk hormat pada ruang publik.
(G. Istirahat Cukup: Menjaga kestabilan emosi agar tetap ramah dan tenang saat berinteraksi dengan orang lain.
3. Mengapa Sopan Santun dan Adab Penting?
Dalam kehidupan bermasyarakat, adab berfungsi sebagai:
*Identitas Bangsa: Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah dan menjunjung tinggi nilai ketimuran.
*Pencegah Konflik: Bahasa yang santun meminimalisir kesalahpahaman.
*Jembatan Silaturahmi: Orang yang beradab akan lebih mudah diterima di lingkungan mana pun.
LEMBAR KERJA (download LK)