Proposal Project Based Learning
"Dumfish Delight" Inovasi Saus dan Dimsum Ikan Premium
Kelompok 3
Proposal Project Based Learning
"Dumfish Delight" Inovasi Saus dan Dimsum Ikan Premium
Kelompok 3
Disusun Oleh:
1. Agha Dayyan Fahlavi (1)
2. Azril Febrian (7)
3. Ganes Filza Kamila (14)
4. Hisyam Ahmad Husaini (15)
5. Irfan Nur Firmansyah (16)
6. Keisha Ramadniya (21)
Kata Pengantar
Assalamualaikum wr. wb.
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun proposal Projek Based Learning (PJBL) yang berjudul “Dumfish: Inovasi Saus dan Dimsum Ikan Premium” dengan baik.Proposal ini disusun sebagai bagian dari pelaksanaan Projek Based Learning yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, kemampuan bekerja sama, serta kemampuan peserta didik dalam menghasilkan suatu inovasi yang memiliki nilai guna. Melalui projek ini, kami mengembangkan produk berupa dimsum berbahan dasar ikan yang dipadukan dengan saus pendamping sebagai inovasi pangan yang lezat, bergizi, dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Dalam penyusunan proposal ini, kami memperoleh banyak bantuan, arahan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu guru pembimbing, orang tua, serta semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan selama proses perencanaan projek ini. Kami menyadari bahwa proposal ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan proposal serta pelaksanaan projek kami. Semoga proposal ini dapat memberikan manfaat dan menjadi langkah awal dalam menghasilkan inovasi pangan yang kreatif, sehat, bergizi, dan berkelanjutan.
Wassalamualaikum wr. wb.
Jakarta, 31 Agustus 2026
Daftar Isi
Kata Pengantar................................................................................................................................2
Daftar Isi...........................................................................................................................................3
Bab 1 Pendahuluan.........................................................................................................................4
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................4
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah..............................................................................4
1.3 Tujuan Kegiatan...........................................................................................................4
1.4 Sasaran Kegiatan..........................................................................................................4
1.5 Tema Kegiatan..............................................................................................................4
1.6 Judul Kegiatan..............................................................................................................4
Bab 2 Kajian Teori..........................................................................................................................5
2.1 Inovasi Pangan.............................................................................................................5
2.2 Ikan Tenggiri................................................................................................................5
2.3 Dimsum........................................................................................................................5
2.4 Saus Pelengkap.............................................................................................................5
2.5 Nilai Gizi Produk berbasis Ikan...................................................................................5
2.6 Nilai Ekonomi dan Peluang Usaha.............................................................................5
2.7 Keberlanjutan Pangan...................................................................................................5
Bab 3 Metodologi Penelitian...........................................................................................................6
BAB 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Ikan tidak hanya dapat dikonsumsi secara langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah. Salah satu jenis ikan yang berpotensi untuk dikembangkan adalah ikan tenggiri, yang memiliki daging bertekstur baik dan cita rasa khas serta mengandung protein.Di sisi lain, konsumsi makanan yang praktis dan menarik semakin diminati, terutama makanan seperti dimsum. Namun, dimsum pada umumnya lebih banyak menggunakan bahan seperti daging ayam atau udang. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dengan memanfaatkan ikan sebagai bahan utama agar menghasilkan produk dimsum yang berbeda dan memiliki karakteristik tersendiri.
Berdasarkan hal tersebut, kami menciptakan “Dumfish Delight: Inovasi Saus dan Dimsum Ikan Premium”, yaitu dimsum berbahan dasar ikan tenggiri yang dipadukan dengan labu, wortel, dan daun bawang. Penambahan sayuran tidak hanya memberikan variasi warna, rasa, dan tekstur, tetapi juga menambah kandungan serat serta vitamin dan mineral pada produk. Dumfish juga dilengkapi dengan saus khas sebagai pelengkap untuk meningkatkan cita rasa.Melalui inovasi ini, Dumfish diharapkan dapat menjadi produk pangan yang lezat, bergizi, praktis, inovatif, dan memiliki nilai ekonomi. Selain itu, pengembangan produk ini menjadi salah satu bentuk diversifikasi olahan hasil perikanan serta penerapan kreativitas dan keterampilan peserta didik melalui Projek Based Learning (PjBL).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Bahan utama dan pelangkap dalam pembuatan dimsum Ikan?
2. Bagaimana cara mengolah ikan tenggiri dan membuat saus yang sehat, bergizi, dan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan?
3. Bagaimana potensi produk olahan ikan tenggiri dan saus sebagai produk yang bernilai ekonomis sekaligus berkelanjutan?
4. Di mana proses pembuatan, pengembangan, promosu produk Dumfish Delight dapat dilakukan secara efektif?
1.3 Tujuan Kegiatan
1. Mengetahui bahan utama dan bahan pelengkap yang tepat dalam pembuatan dimsum ikan yang sesuai, berkualitas, dan terjangkau.
2. Mengetahui cara mengolah ikan tenggiri dan membuat saus yang sehat, bergizi, lezat, serta tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan.
3. Mengetahui potensi olahan ikan tenggiri dan saus sebagai produk pangan yang memiliki nilai ekonomis sekaligus berkelanjutan.
4. Menentukan tempat dan strategi yang efektif untuk proses pembuatan, pengembangan, serta promosi produk Dumfish Delight.
1.4 Sasaran Kegiatan
Adapun sasaran dalam kegiatan ini yaitu seluruh warga SMA Negeri 4 Jakarta
1.5 Tema Kegiatan
Tema kegiatan Project Based Learning SMAN 4 Jakarta Kelas XI-F2 yang diadakan kelompok 3 pada tahun 2026 semester 1, yaitu "Dumfish Delight".
1.6 Judul Kegiatan
Judul kegiatan Project Based Learning yang diadakan SMAN 4 Jakarta pada Kelas XI-F2 kelompok 3 pada tahun 2026 semester 1, yaitu "Inovasi Saus dan Dimsum Ikan Premium".
BAB 2
Kajian Teori
2.1 Inovasi Pangan
Inovasi pangan merupakan upaya untuk menciptakan atau mengembangkan suatu produk makanan melalui pembaruan pada bahan, rasa, bentuk, teknik pengolahan, penyajian, maupun manfaat produk. Inovasi dilakukan untuk menghasilkan produk yang memiliki keunikan dan dapat memenuhi kebutuhan serta selera konsumen.
Dumfish merupakan inovasi pangan yang mengembangkan dimsum berbahan dasar ikan tenggiri dengan tambahan sayuran berupa labu, wortel, dan daun bawang. Penggunaan bahan tersebut bertujuan menghasilkan dimsum yang memiliki cita rasa, tekstur, warna, dan nilai gizi yang lebih beragam.
Sumber: https://share.google/CQGm6OADinCSUFUh0
2.2 Ikan Tenggiri
Ikan tenggiri merupakan ikan laut yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan berbagai produk olahan. Daging ikan tenggiri memiliki tekstur yang sesuai untuk diolah menjadi berbagai makanan, seperti pempek, otak-otak, bakso ikan, dan siomay.Ikan tenggiri merupakan sumber protein hewani yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan. Ikan juga mengandung berbagai zat gizi lainnya, sehingga dapat menjadi bahan utama dalam pengembangan produk pangan bergizi.
Dalam produk Dumfish, ikan tenggiri digunakan sebagai bahan utama karena memiliki tekstur dan cita rasa yang sesuai untuk dibuat menjadi adonan dimsum. Pemanfaatan ikan tenggiri juga dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui diversifikasi produk pangan.
Sumber: https://share.google/RdvO7tzucOeMsyIsr
2.3 Dimsum
Dimsum merupakan kelompok makanan yang berasal dari tradisi kuliner Tiongkok dan terdiri atas berbagai makanan berukuran relatif kecil. Salah satu jenis dimsum yang populer di Indonesia adalah siomay. Dimsum dapat dibuat menggunakan berbagai macam bahan, sehingga memungkinkan adanya inovasi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Pada projek ini, konsep dimsum dikembangkan menggunakan ikan tenggiri sebagai bahan utama yang dikombinasikan dengan labu, wortel, dan daun bawang. Penggunaan bahan tersebut menghasilkan inovasi dimsum yang tidak hanya mengutamakan rasa, tetapi juga memperhatikan kandungan bahan pangan nabati dan tampilan produk.
Sumber: https://share.google/2jCQGDJFPYxgL8uPp
2.4 Saus Pelengkap
Saus merupakan bahan pelengkap yang digunakan untuk meningkatkan cita rasa suatu makanan. Saus dapat memberikan rasa seperti pedas, manis, gurih, asam, atau kombinasi dari beberapa rasa. Pada produk Dumfish, saus digunakan sebagai pendamping dimsum untuk memberikan cita rasa tambahan dan membuat produk lebih menarik bagi konsumen. Formulasi saus perlu disesuaikan dengan karakteristik dimsum ikan sehingga menghasilkan perpaduan rasa yang seimbang.
Sumber: https://share.google/0cwPf0BnrLPIUypTY
2.5 Nilai Gizi Produk berbasis Ikan
Dumfish mengombinasikan bahan pangan hewani dan nabati. Ikan tenggiri berperan sebagai sumber protein hewani, sedangkan labu, wortel, dan daun bawang memberikan tambahan serat serta berbagai vitamin dan mineral.Kombinasi tersebut membuat Dumfish tidak hanya berfokus pada cita rasa, tetapi juga mempertimbangkan aspek gizi. Namun, nilai gizi akhir produk tetap dipengaruhi oleh jumlah dan jenis bahan yang digunakan serta proses pengolahannya.
Ikan tenggiri, labu, wortel, dan daun bawang memiliki kandungan gizi yang saling melengkapi sehingga cocok digunakan sebagai bahan dalam pembuatan dimsum ikan premium. Ikan tenggiri merupakan sumber protein tinggi, omega-3, vitamin B12, vitamin D, selenium, dan fosfor yang berperan dalam membantu pembentukan jaringan tubuh, menjaga fungsi otak, serta mendukung kesehatan tubuh. Labu mengandung serat, beta-karoten, vitamin A, vitamin C, dan kalium yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, mendukung sistem pencernaan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Wortel kaya akan beta-karoten, vitamin A, serat, vitamin C, dan kalium yang berfungsi membantu menjaga kesehatan mata, mendukung sistem imun, serta memberikan antioksidan bagi tubuh. Sementara itu, daun bawang mengandung vitamin C, vitamin K, folat, serat, kalium, dan antioksidan yang dapat mendukung kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan pencernaan. Kombinasi keempat bahan tersebut membuat dimsum tidak hanya memiliki rasa, aroma, warna, dan tekstur yang lebih menarik, tetapi juga memiliki nilai gizi yang lebih beragam karena mengandung protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral.
Sumber: https://share.google/UUEEBG7Ge5TlXdWJA
2.6 Nilai Ekonomi dan Peluang Usaha
Inovasi produk pangan dapat memberikan nilai tambah terhadap bahan baku yang digunakan. Produk yang memiliki cita rasa baik, tampilan menarik, nilai gizi, dan konsep yang unik memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.Dumfish memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk makanan karena menggabungkan konsep dimsum ikan dengan sayuran dan saus pendamping. Selain menghasilkan produk pangan, projek ini juga dapat memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam memahami proses kewirausahaan, seperti perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, pengemasan, dan pemasaran.
Sumber: https://share.google/l2n1rzJ9QJ9xSJkjM
2.7 Keberlanjutan pangan
Projek “Dumfish: Inovasi Saus dan Dimsum Ikan Premium” berangkat dari gagasan untuk melakukan diversifikasi terhadap ikan tenggiri agar dapat menghasilkan produk pangan yang inovatif. Ikan tenggiri digunakan sebagai bahan utama dan dikombinasikan dengan labu, wortel, serta daun bawang.Bahan-bahan tersebut kemudian diolah menjadi dimsum dengan memperhatikan komposisi bahan, cita rasa, tekstur, tampilan, nilai gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Dimsum selanjutnya disajikan bersama saus sebagai pelengkap.
Keberlanjutan pangan berkaitan dengan upaya menghasilkan dan mengonsumsi pangan dengan mempertimbangkan penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab serta dampaknya terhadap lingkungan. Pengembangan Dumfish memanfaatkan ikan dan bahan pangan nabati sebagai bahan utama. Penggunaan bahan secara efisien, pengurangan sisa bahan, serta penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan dapat menjadi bagian dari penerapan prinsip keberlanjutan dalam projek ini.
Sumber: https://share.google/cIsjXepJGv3rYRoZZ
BAB 3
Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam proyek “Dumfish: Inovasi Saus dan Dimsum Ikan Premium” adalah metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif. Metode eksperimen dipilih karena penelitian dilakukan melalui percobaan secara langsung dalam proses pembuatan dan pengembangan produk dimsum berbahan dasar ikan tenggiri beserta saus pendampingnya. Percobaan dilakukan untuk memperoleh formulasi produk yang memiliki karakteristik terbaik dari segi rasa, aroma, tekstur, warna, tampilan, dan tingkat penerimaan konsumen. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan hasil pengamatan dan penilaian terhadap produk yang telah dikembangkan.
Penelitian dilaksanakan di Rumah Irfan pada hari Rabu tanggal 2 Sep 2026, dengan objek penelitian berupa produk Dumfish, yaitu dimsum berbahan dasar ikan tenggiri yang dikombinasikan dengan sayuran seperti labu, wortel, dan daun bawang serta dilengkapi dengan saus pendamping. Tahapan penelitian meliputi persiapan alat dan bahan, pemilihan serta pembersihan bahan, pembuatan adonan dimsum, pembentukan produk, proses pengukusan, pembuatan saus, penyajian, dan pengujian karakteristik produk. Dalam proses pembuatan, setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan bahan dan peralatan serta keseragaman ukuran dan proses pengolahan agar diperoleh produk yang memiliki kualitas relatif konsisten.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, eksperimen, uji organoleptik, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung proses pembuatan serta karakteristik produk Dumfish. Uji organoleptik dilakukan dengan melibatkan sebagian anak kelas sebagai panelis untuk memberikan penilaian terhadap rasa, aroma, tekstur, warna, tampilan, dan tingkat kesukaan secara keseluruhan. Penilaian dilakukan menggunakan skala 1–5, dengan skor 1 menunjukkan kategori sangat tidak suka dan skor 5 menunjukkan kategori sangat suka. Dokumentasi dilakukan dengan mengambil gambar pada setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan bahan hingga produk selesai disajikan.
Data yang diperoleh dari hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif kuantitatif sederhana. Skor yang diberikan oleh masing-masing panelis pada setiap aspek penilaian dijumlahkan dan dihitung nilai rata-ratanya. Nilai rata-rata tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui karakteristik produk yang paling disukai oleh panelis serta menentukan formulasi produk yang paling sesuai dengan tujuan pengembangan Dumfish. Selain hasil uji organoleptik, hasil observasi selama proses pembuatan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan produk.
Pengembangan Dumfish juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan, tidak hanya dari segi cita rasa dan penerimaan konsumen. Aspek yang diperhatikan meliputi efisiensi penggunaan bahan, pemanfaatan bahan pangan secara optimal, pengurangan limbah selama proses produksi, keamanan pangan, nilai gizi, serta potensi peningkatan nilai ekonomi bahan baku ikan. Dengan demikian, proyek ini diharapkan dapat menghasilkan produk inovasi pangan yang memiliki cita rasa dan tampilan menarik, bernilai gizi, aman dikonsumsi, serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kuliner yang memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi.Metode penelitian yang digunakan dalam proyek “Dumfish: Inovasi Saus dan Dimsum Ikan Premium” adalah metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif. Metode eksperimen dipilih karena penelitian dilakukan melalui percobaan secara langsung dalam proses pembuatan dan pengembangan produk dimsum berbahan dasar ikan tenggiri beserta saus pendampingnya. Percobaan dilakukan untuk memperoleh formulasi produk yang memiliki karakteristik terbaik dari segi rasa, aroma, tekstur, warna, tampilan, dan tingkat penerimaan konsumen. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan hasil pengamatan dan penilaian terhadap produk yang telah dikembangkan.
Penelitian dilaksanakan di [nama tempat] pada [waktu pelaksanaan], dengan objek penelitian berupa produk Dumfish, yaitu dimsum berbahan dasar ikan tenggiri yang dikombinasikan dengan sayuran seperti labu, wortel, dan daun bawang serta dilengkapi dengan saus pendamping. Tahapan penelitian meliputi persiapan alat dan bahan, pemilihan serta pembersihan bahan, pembuatan adonan dimsum, pembentukan produk, proses pengukusan, pembuatan saus, penyajian, dan pengujian karakteristik produk. Dalam proses pembuatan, setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan bahan dan peralatan serta keseragaman ukuran dan proses pengolahan agar diperoleh produk yang memiliki kualitas relatif konsisten.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, eksperimen, uji organoleptik, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung proses pembuatan serta karakteristik produk Dumfish. Uji organoleptik dilakukan dengan melibatkan [jumlah panelis] sebagai panelis untuk memberikan penilaian terhadap rasa, aroma, tekstur, warna, tampilan, dan tingkat kesukaan secara keseluruhan. Penilaian dilakukan menggunakan skala 1–5, dengan skor 1 menunjukkan kategori sangat tidak suka dan skor 5 menunjukkan kategori sangat suka. Dokumentasi dilakukan dengan mengambil gambar pada setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan bahan hingga produk selesai disajikan.
Data yang diperoleh dari hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif kuantitatif sederhana. Skor yang diberikan oleh masing-masing panelis pada setiap aspek penilaian dijumlahkan dan dihitung nilai rata-ratanya. Nilai rata-rata tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui karakteristik produk yang paling disukai oleh panelis serta menentukan formulasi produk yang paling sesuai dengan tujuan pengembangan Dumfish. Selain hasil uji organoleptik, hasil observasi selama proses pembuatan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan produk.
Pengembangan Dumfish juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan, tidak hanya dari segi cita rasa dan penerimaan konsumen. Aspek yang diperhatikan meliputi efisiensi penggunaan bahan, pemanfaatan bahan pangan secara optimal, pengurangan limbah selama proses produksi, keamanan pangan, nilai gizi, serta potensi peningkatan nilai ekonomi bahan baku ikan. Dengan demikian, proyek ini diharapkan dapat menghasilkan produk inovasi pangan yang memiliki cita rasa dan tampilan menarik, bernilai gizi, aman dikonsumsi, serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kuliner yang memiliki nilai tambah dan nilai eko