Design Thinking
1. Empathize
Pada tahap Empathize, dilakukan proses untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan permasalahan calon konsumen terhadap produk dimsum dan saus. Konsumen yang menjadi sasaran utama adalah warga sekolah yang menyukai makanan praktis, memiliki cita rasa menarik, serta tertarik mencoba produk makanan yang berbeda. Melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, dapat diketahui bahwa konsumen menginginkan dimsum yang memiliki rasa enak, tekstur lembut, tidak terlalu berbau amis, serta memiliki saus yang dapat meningkatkan cita rasa produk. Selain itu, tampilan makanan dan kemasan juga menjadi pertimbangan karena konsumen saat ini cenderung tertarik pada produk yang terlihat menarik dan memiliki kesan premium. Hasil pemahaman tersebut menjadi dasar dalam merancang produk dimsum ikan yang berkualitas dan saus yang memiliki karakter rasa khas.
2. Define
Pada tahap Define, hasil dari proses pengumpulan informasi mengenai konsumen digunakan untuk menentukan masalah utama yang ingin diselesaikan. Permasalahan yang ditemukan adalah masih adanya kebutuhan terhadap produk dimsum yang menggunakan bahan dasar ikan tetapi memiliki rasa yang menarik, tekstur yang baik, tidak menimbulkan aroma amis yang kuat, serta memiliki saus yang berbeda dari saus dimsum pada umumnya. Selain itu, konsumen menginginkan produk dengan tampilan premium tetapi tetap memiliki harga yang sesuai dengan kemampuan mereka. Oleh karena itu, permasalahan utama yang dirumuskan adalah bagaimana menciptakan produk dimsum ikan premium yang memiliki cita rasa unik, kualitas baik, saus khas, kemasan menarik, dan tetap dapat diterima oleh target konsumen. Rumusan tersebut menjadi fokus utama dalam proses pengembangan produk pada tahap selanjutnya.
3. Ideate
Pada tahap Ideate, berbagai gagasan dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang telah ditemukan. Ide utama yang muncul adalah membuat dimsum dengan menggunakan ikan sebagai bahan dasar utama yang diolah sehingga menghasilkan tekstur lembut, rasa gurih, dan aroma yang tidak terlalu amis. Produk kemudian dipadukan dengan saus khusus yang dirancang untuk memberikan cita rasa yang lebih kuat dan menjadi pembeda dari produk dimsum lainnya. Beberapa alternatif rasa saus dapat dikembangkan, seperti saus original, pedas, manis pedas, atau creamy, kemudian dipilih berdasarkan kesesuaian dengan karakter dimsum ikan dan selera konsumen. Selain itu, dikembangkan pula ide kemasan dengan desain modern dan elegan agar dapat memberikan kesan premium sekaligus praktis untuk dibawa. Melalui tahap ini, diharapkan diperoleh konsep produk yang memiliki keunikan, nilai jual, dan daya tarik bagi konsumen.
4. Prototype
Pada tahap Prototype, ide yang telah dipilih mulai diwujudkan menjadi bentuk produk yang dapat diuji secara langsung. Prototype dibuat dalam bentuk dimsum ikan dengan beberapa percobaan komposisi bahan, bumbu, ukuran, dan tekstur untuk mendapatkan hasil yang paling sesuai. Saus juga dibuat dalam beberapa formulasi untuk mengetahui kombinasi rasa yang paling cocok dengan dimsum ikan, terutama dari segi rasa gurih, manis, pedas, dan tingkat kekentalannya. Selain produk makanan, prototype kemasan juga dibuat dengan mempertimbangkan tampilan, kepraktisan, keamanan, serta kesan premium yang ingin ditampilkan. Prototype ini digunakan sebagai produk percobaan sehingga masih dapat mengalami perubahan berdasarkan hasil pengujian dan tanggapan konsumen.
5. Test
Pada tahap Test, prototype dimsum ikan, saus, dan kemasan diuji kepada calon konsumen yang sesuai dengan target pasar untuk mendapatkan tanggapan secara langsung. Konsumen diminta mencoba produk dan memberikan penilaian mengenai rasa, tekstur, aroma, tampilan, kesesuaian saus, kemasan, harga, serta ketertarikan untuk membeli kembali. Hasil pengujian kemudian dianalisis untuk mengetahui bagian produk yang sudah sesuai dan bagian yang masih perlu diperbaiki. Jika konsumen merasa dimsum masih terlalu amis, teksturnya kurang lembut, saus terlalu pedas atau kurang cocok, maupun kemasan belum menarik, maka dilakukan perbaikan dan pengujian ulang. Dengan demikian, tahap Test tidak hanya bertujuan mengetahui tingkat kesukaan konsumen, tetapi juga memastikan bahwa produk saus dan dimsum ikan premium yang dikembangkan benar-benar mampu memenuhi kebutuhan, preferensi, dan harapan target konsumen.