BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan mental dan kesehatan fisik merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Kondisi emosional seperti stres, kecemasan, dan tekanan psikologis yang dialami murid dapat memengaruhi fungsi tubuh, misalnya menyebabkan gangguan tidur, kelelahan, serta penurunan konsentrasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketika kesehatan mental terganggu, tubuh juga akan memberikan respons secara fisik (Florensa et al., 2023).
Pada usia sekolah, murid berada dalam fase perkembangan yang sensitif terhadap perubahan emosional dan sosial. Tuntutan akademik, hubungan dengan teman sebaya, serta lingkungan sekolah sering kali memicu berbagai emosi yang tidak mampu diungkapkan secara terbuka. Ketika emosi tersebut dipendam dalam jangka waktu lama, murid berisiko mengalami ketidakseimbangan emosi yang berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik secara bersamaan, terutama dalam bentuk stres dan kelelahan psikologis (Maulidiya et al., 2024).
Keseimbangan antara kesehatan mental dan fisik berperan penting dalam mendukung aktivitas dan fungsi murid sehari-hari. Ketidakstabilan emosi dapat memengaruhi pola makan, kualitas tidur, serta keterlibatan murid dalam kegiatan belajar, yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan fisik mereka. Hubungan ini menunjukkan bahwa upaya menjaga kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kesehatan fisik secara menyeluruh.
Salah satu bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada murid adalah penyediaan media ekspresi emosi yang aman dan mudah diakses. Kegiatan menulis reflektif, yang dalam praktiknya dapat dilakukan melalui buku penyalur emosi, membantu murid mengenali serta memahami perasaan yang sedang dialami. Proses ini berperan dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan kemampuan regulasi emosi, sehingga murid dapat mengelola tekanan psikologis dengan lebih sehat (Syah & Dewiyuliana, 2025). Selain itu, penggunaan media menulis ekspresif juga berkontribusi positif terhadap kesehatan mental remaja secara umum, yang secara tidak langsung mendukung kondisi fisik mereka (Katuuk et al., 2025).
Dengan demikian, pemberian ruang yang aman bagi murid untuk mengekspresikan emosi melalui media seperti buku penyalur emosi dapat menjadi strategi yang dibenarkan secara ilmiah untuk membantu murid mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka. Hal ini tidak hanya berdampak positif pada kesehatan mental, tetapi juga mendukung keseimbangan dengan aspek kesehatan fisik mereka.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana penerapan media penyaluran emosi yang aman bagi murid?
Bagaimana media buku ekspresi stres dapat meningkatkan kesadaran murid tentang pentingnya kesehatan mental di lingkungan sekolah?
Bagaimana peran buku ekspresi stres dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat secara fisik dan mental?
1.3 Tujuan Penelitian
Menganalisis penerapan media penyaluran emosi yang aman bagi murid.
Menganalisis pengaruh buku ekspresi stres dalam meningkatkan kesadaran murid tentang pentingnya kesehatan mental di lingkungan sekolah.
Menganalisis peran buku ekspresi stres dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat secara fisik dan mental.
1.4 Manfaat Penelitian
Bagi Peserta Didik: Memberikan media berupa buku ekspresi stres sebagai sarana menyalurkan emosi secara aman, sehingga membantu mengurangi stres dan membuat peserta didik lebih tenang.
Bagi Sekolah: Menyediakan produk sederhana yang dapat digunakan sebagai media pendukung program sekolah sehat fisik dan mental, serta membantu sekolah membangun budaya peduli kesehatan mental.
Bagi Masyarakat Sekolah: Mendorong terbentuknya lingkungan yang lebih suportif melalui penggunaan media ekspresi emosi, sehingga meningkatkan empati dan kesadaran emosional antarwarga sekolah.