Penyakit Kelinci
Penyakit Kelinci
Kelinci yang awalnya terlihat sehat, bisa saja sewaktu – waktu terkena penyakit. Untuk penyakit yang diderita kelinci biasanya berbagai macam jenisnya. Pemelihara perlu mewasapadi hal tersebut dengan cara menerapkan pola pemeliharaan yang baik dan benar. Salah satu faktor tersebut adalah menjaga kebersihan kandang kelinci serta lingkunganya. Jenis-jenis penyakit berbahaya antara lain adalah sebagai berikut.
1. Scabies
Penyakit kelinci yang pertama ialah scabies atau scabiosis, penyakit ini berasal dari kutu sarcoptis scabi, tungau psoroptes cuniculi dan kutu haemodipsus ventricosus. Jenis parasit ini cukup berbahaya dan banyak mengakibatkan kegagalan peternak kelinci. Selain itu scabies juga memilik sifat menular. Bukan tidak hanya sesama kelinci namun juga bisa menular ke manusia.
Jadi bila kelinci Anda diserang oleh ketiga parasit di atas sebaiknya langsung diobati. Sebab jika tidak segera ditangani mereka akan terus menghisap cairan kulit kelinci dan mengakibatkan si kelinci merasakan gatal-gatal lalu digaruk sampai membentuk kudis atau kurap.
Berikut gejala kelinci yang terserang scabies:
· Bulu kelinci rontok akibat sering digaruk-garuk.
· Akan membentuk koreng, gudik, kudis kurab bahkan cairan seperti nanah.
· Kelinci sering kegatalan.
Cara pengobatan :
Pertama pisahkan dari kandang (isolasi) agar tidak menular ke teman-temannya lalu cukur bulunya di daerah yang terserang scabies kemudian dicuci dan dilap sampai kering. Jika sudah bersih oleskan dengan obat kudis seperti scabicidcream atau dapat disuntikan wormectin.
Cara Pencegahan :
Untuk mencegahnya jaga kebersihan kandang selalu jangan sampai lembap, buang kotoran secara rutin.
2. Flu
Penyakit ini memang terlihat sangat sepele, tapi efeknya sangat fatal. Karena pilek bisa menular kepada kelinci lainnya, apalagi jika kandang kelinci tidak terkena sinar matahari sama sekali. Penyebab pilek biasanya karena bakteri atau virus, sama seperti manusia kalau pilek juga karena bakteri atau virus.
Ciri-ciri kelinci yang sedang pilek adalah hidungnya sering mengeluarkan lendir.
Cara pengobatan :
Kamu hanya perlu menyemprotkan larutan antiseptik pada hidungnya, kemudian diobati dengan antibiotik seperti Anticold dan Panicilin.
3. Cacingan
Ternyata cacingan bukan hanya menyerang manusia tapi kelinci juga bisa cacingan loh. Cacingan (Pinworm) pada kelinci disebabkan karena memberikan makanan atau minuman yang kurang bersih dan terdapat telur cacingnya sehingga saat dimakan telur cacing tersebut akan terbawa masuk dan hidup di usus belakangnya. Ukurannya berbeda-beda namun yang sering terjadi biasanya dia memiliki panjang kira-kira 2.5 cm. Gejala dari cacingan adalah:
· Tubuh kelinci kurus walaupun sudah banyak makan.
· Kurang agresif, lemas dan mukanya pucat.
· Nafsu makan menurun
· Dan suka menggaruk lubang duburnya (pantat)
Cara pengobatan :
Untuk mengobatinya, cukup berikan obat cacing secara teratur sampai dia sembuh dan jangan lupa rajin-rajinlah membersihkan kandang serta menjaga kebersihan makanan dan minumannya.
4. Sumbelit/Impaction
Sembelit artinya susah buang air besar atau tersumbatnya saluran lambung dan caecum, setelah itu akan mempengaruhi sistem pencernaannya. Alasan utama terserang Impaction adalah karena stres tingkat tinggi, makanan yang terlalu banyak tanpa diseimbangi dengan asupan minuman yang cukup dan kurang memakan makanan hijau seperti sayuran dan rumput.
Cara pengobatan :
Nah maka dari itu agar dia tidak terserang sembelit sebaiknya banyak diberi air minum dan makanan yang berserat serta sering-sering dikeluarkan dari kandangnya biar tidak penat di dalam kandang terus.
5. Tungau Telinga (telinga berkerak dan bau)
Jika pada telinga muncul kerak berwarna coklat dan cairan yang bau. Biasanya gejala awal muncul bintik merah muda dan kelinci akan menggaruk-garuk terus telinganya. Penyakit akan menular melalui binatang kecil yang disebut “tungau”.
Cara pengobatan :
Basuh dan bersihkan telinga dengan air hangat, oleskan minyak kelapa asli yang belum dipakai. Selain menggunakan minyak kelapa Anda juga dapat memberikan anti kutu.
Cara pencegahan :
Pastikan kondisi kandang dalam keadaan selalu bersih dan tidak lembab, tempat pakan dan minum bersih, berikan pakan yang kering, kurangi kepadatan kandang dan pisahkan kelinci yang sudah sakit.
6. Radang Payudara
Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan disekitar payudara yang berwarna kebiru-biruan, nafsu makan berkurang, dan demam diatas 40 derajat. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang pada jaring puting susu, bakteri bisa muncul karena kandang dan kotak untuk anakan kelinci yang tidak bersih.
Cara pengobatan :
Bersihkan puting dengan air hangat, lap dengan cairan alkohol atau rivano, lakukan pengobatan pada waktu pagi hari, pisahkan dengan anakan, dan masukkan kembali pada pagi hari.
Cara pencegahan :
Bersihkan kandang dan kotak untuk anakan kelinci secara rutin.
7. Penyakit Sore Hocks (Popodermatis)
Penyakit yang disebut popodermatis ini disebabkan oleh alas kandang yang keras, kasar dan tidak nyaman, kelinci kelibihan berat badan akibat kelainan genetik. Penyakit ini mengakibatkan bulu kaki kelinci terkelupas dan kulit kaki terluka.
Gejala Penyakit Sore Hocks (Popodermatis) pada Kelinci :
· Bulu kaki terkelupas, biasanya berbentuk lingkaran.
· Kulit kaki terluka dan terjadi peradangan.
Cara Pengobatan :
· Membuat alas kandang dari bahan yang halus dan tidak kasar.
· Mengontrol berat badan kelinci.
· Bersihkan luka menggunakan air hangat dengan antiseptic.
· Mengolesi obat luka.
8. Stres
Beberapa faktor bisa menjadi penyebab stress terjadi diantaranya :
· Sakit tanpa diberi pengobatan
· Kondisi lingkungan yang ramai dan berisik
· Tidak diperhatikan oleh peternak
· Kualitas pakan dan minum rendah
· Berada di tempat yang dibawah suhu 15 derajat atau diatas 26 derajat
· Tanpa perhatian dari peternak setelah perjalanan jauh
· Kondisi kandang yang padat
Akibatnya kelinci akan mengalami beberapa penyakit seperti jantung, asam lambung, sakit gigi dan usus yang terganggu atau bisa langsung mengalami kematian
Cara pengobatannya :
· Berikan obat penghilang rasa sakit
· Tempatkan kandang pada lokasi yang tenang
· Berikan perhatian dan kasih sayang
· Hindarkan dari lampu terang, panas ataupun bau yang menyengat
· Berikan pakan dan minum yang berkualitas baik
· Kurangi kepadatan kandang