Kandang Kelinci
Kandang Kelinci
Kandang merupakan tempat atau rumah bagi kelinci hidup. Sebisa mungkin kandang mampu memberikan aspek nyaman bagi kelinci agar tidak terkena penyakit maupun stress. Secara umum persyaratan kandang adalah sebagai berikut .
1. Bersih
2. Kering
3. Ukuran cukup untuk kelinci (minimal 5 kali besar kelinci).
4. Bahan terbuat dari galvanis, kayu, strimin, maupun bahan lain yang awet.
5. Memiliki sirkulasi udara yang bagus.
6. Dapat melindungi dari hujan atau felksibel (bisa dipindahkan).
7. Terkena sinar matahari atau butuh dijemur untuk kesehatan kelinci.
Secara umum ada 2 tipe kandang yaitu umbaran/terbuka dan kandang tertutup. Kedua jenis kandang ini sama baiknya tergantung efektivitas dan ketersediaan tempat.
1. Kandang Sistem Terbuka
Kandang kelinci sistem terbuka banyak diadopsi oleh peternak tradisional dimana usaha ternak bukan kegiatan utama. Kandang kelinci sistem terbuka sangat sederhana, kita tinggal memberikan pagar di sekeliling areal yang akan dijadikan kandang. Pagar cukup setinggi 0,5-1 meter, yang penting kelinci tidak bisa lolos atau loncat. Sebaiknya, pagar mempunyai pondasi yang cukup dalam untuk mencegah kelinci kabur dengan menggali lubang. Dalam sistem terbuka kelinci dibiarkan lepas bebas di areal kandang.
Areal kandang berupa tanah terbuka, di dalam areal disediakan kandang tertutup agar kelinci bisa berteduh dan beristirahat. Areal kandang harus tersedia tempat minum dan pakan. Meski neralaskan tanah, permukaan lantai kandang harus memiliki drainase baik agar kondisi tetap kering. Kelinci tidak menyukai lingkungan yang lembab.
Keunggulan sistem ini, kelinci bisa berkeliaran di areal tertentu sehingga jadwal pemberian pakan tidak terlalu ketat. Si kelinci bisa mengais-ngais pakan sendiri bila peternak terlambat memberikan pakan. Biaya pembangunan kandang dan perawatannya relatif lebih murah. Kelemahannya, sistem ini memerlukan lahan yang luas dan pertumbuhan daging tidak optimal karena kelinci banyak bergerak. Selain itu, proses reproduksi kurang bisa diarahkan.
2. Kandang Sistem Tertutup
Sistem tertutup biasa dipakai untuk usaha ternak yang lebih serius atau intensif. Kelebihan sistem ini kebutuhan lahannya relatif lebih kecil, perkembangan kelinci lebih terkontrol, lebih fokus pada pertumbuhan daging. Kelemahannya biaya infrastruktur lebih mahal.
Untuk memulai usaha ternak kelinci dengan sistem kandang tertutup setidaknya diperlukan dua tipa kandang, yakni tipe postal dan tipe baterai. Tipe postal digunakan untuk proses perkawinan dan penyapihan anak, sedangkan tipe baterai digunakan untuk pembesaran.
Referensi : alamtani.com
Jika kamu hanya memelihara kelinci untuk binatang peliharaan, kamu dapat memilih kandang tipe kecil bisa untu 1 sampai 2 kelinci. Namun setelah kelinci 6 bulan harus dikandang terpisah jika jenis kelamin berbeda. Jika ingin membeli kandang dapat membeli di menu toko belanja.