Kitab Suci dan Tradisi dapat dipahami sebagai pintu masuk untuk lebih mengenal dan memahami Yesus Kristus. Keduanya merupakan sumber iman yang utama akan Yesus Kristus. Dengan menggunakan dasar yang ada dalam Kitab Suci dan Tradisi, kita akan lebih mendalami Yesus Kristus yang kita imani itu.
Kita, sebagai orang beriman dalam Gereja Katolik, tentunya telah akrab dengan orang yang bernama Yesus Kristus sejak kita mengenal iman Katolik. Yesus yang kita imani ialah Yesus Kristus sebagai utusan Bapa untuk mewartakan Kerajaan Allah dan mewujudkannya. Misi Yesus mewartakan Kerajaan Allah rupanya bukan tugas yang mudah. Sebelum Yesus tampil di muka umum, sudah banyak paham Kerajaan Allah yang hidup dan berkembang dalam masyarakatnya. Paham-paham Kerajaan Allah yang berkembang saat itu tidak bisa dilepaskan dari situasi dan kondisi yang dialami bangsa Yahudi, yang langsung maupun tidak langsung . berpengaruh pula pada sikap dan perilaku masing-masing kelompok dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam relasi mereka dengan sesama, maupun dengan Tuhan. Di tengah berbagai paham Kerajaan Allah itu, Yesus mewartakan Kerajaan Allah sesuai dengan yang dihayati-Nya sendiri. Dalam mewartakan Kerajaan Allah tersebut, Yesus berusaha agar pewartaan-Nya dapat dipahami dengan mudah. Itulah sebabnya kerap kali Ia menggunakan perumpamaan. Tetapi Yesus tidak hanya mengajarkan dan menjelaskan Kerajaan Allah, melainkan menunjukkan tanda-tanda kehadirannya melalui tindakanNya.
Berkenaan dengan pengenalan kitab terhadap Yesus, ada pertanyaan yang selalu diajukan kepada kita: Benarkah kita sungguh-sungguh mengenal Yesus dan setelah mengenal, apa yang sudah kita lakukan sebagai bukti pengenalan kita? Materi ini diharapkan membantu kita lebih memahami tentang Yesus Kristus. Dalam materi ini, akan dibahas beberapa aspek yang menyangkut kehidupan Yesus. Materi ini diharapkan akan membuat kita semakin mengenal Yesus dan mengikutiNya dengan sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari agar kita semakin pantas disebut pengikut Yesus.
Dengan bekerja keras, Yesus melaksanakan tugas perutusan Bapa untuk mewartakan dan mewujudkan Kerajaan Allah. Dengan berbagai cara, Yesus mewartakan Kerajaan Allah kepada orang-orang yang dijumpainya dalam hidup sehari-hari. Meskipun demikian tidak semua orang menanggapi pewartaan Yesus itu dengan tangan terbuka. Ada sebagian masyarakat yang justru merasa terancam dengan kehadiran dan kegiatan Yesus. Mereka menganggap pewartaan dan tindakan Yesus sebagai ancaman bagi jabatan, kehormatan serta nafkah mereka. Bagi mereka, Yesus adalah musuh yang harus ditumpas. Hal itulah yang menyebabkan mereka dengan berbagai cara berusaha menjebak dan melemahkan pengaruh pewartaan Yesus. Bahkan. beberapa kali mereka berusaha membunuh Yesus. Hingga pada saat yang tepat, mereka berhasil menangkap Yesus, mengadili, menyiksa dan menyalibkan-Nya.
Di mata para musuh-Nya, kematian Yesus merupakan bentuk hukuman yang layak bagi seorang penghujat Allah. Namun, Yesus menghayati sengsara dan wafat-Nya sebagai bentuk kesetiaan-Nya kepada nasib manusia yang berdosa, dan sekaligus kesetiaan dan penyerahan total kepada Bapa. Yesus mengalami nasib seperti manusia, yakni kematian. Tetapi Allah membangkitkan Dia pada hari ketiga sebagai tanda penerimaan penyerahan diri Anak-Nya dan memuliakan Dia dengan mengangkat Dia ke Surga.
Peristiwa-peristiwa ini merupakan peristiwa yang menjadi puncak kehidupan Yesus selama berkarya mewartakan Kerajaan Allah. Boleh dikatakan bahwa peristiwa tersebut menjadi mahkota kehidupan Yesus. Peristiwa puncak hidup Yesus ini dirayakan secara istimewa dalam Gereja Katolik. Bahkan, ada satu minggu khusus yang digunakan untuk merayakan peristiwa-peristiwa itu. Satu minggu itu disebut Pekan Suci, yang terdiri dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah. Di hari-hari inilah, puncak kehidupan Yesus dirayakan oleh Gereja Katolik sebagai peristiwa penyelamatan manusia.
Sejalan dengan gagasan pokok di atas, pembahasan tema Yesus Kristus dan Kerajaan Allah akan terbagi dalam beberapa sub tema, yakni:
Mengenal Yesus sebagai Pewarta Kerajaan Allah
Pewartaan Yesus tentang Kerajaan Allah.
Sengsara dan wafat Yesus
Kebangkitan dan kenaikan Yesus ke Surga.