Kita telah membicarakan banyak aspek tentang Yesus Kristus. Kita telah memahami perjuangan Yesus Kristus dalam mewartakan Kerajaan Allah. Perjuangan-Nya yang tergolong singkat (sekitar 3 tahun) ternyata bukan perkara yang mudah dipahami menurut akal manusia normal. Ia tidak hanya berusaha memurnikan pemahaman masyarakat tentang Kerajaan Allah yang sudah terlebih dahulu diajarkan oleh tokoh-tokoh dan kelompok masyarakat sebelumnya; melainkan juga harus berhadapan dengan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama Yahudi yang tidak menyukai karya-Nya. Tokoh masyarakat dan tokoh agama Yahudi tidak hanya membenci dan menolak kehadiran Yesus, malahan mereka berusaha menjebak dan mempersalahkan Yesus, bahkan selalu berupaya dengan berbagai cara untuk membunuh-Nya.
Perjuangan untuk mewartakan Kerajaan Allah dilakukan Yesus Kristus dalam kesetiaan total kepada Bapa dan kepada manusia. Itulah sebabnya Ia juga tetap setia menjalani sengsara sampai wafat di kayu salib. Namun, wafat Yesus Kristus bukan akhir dari rencana Allah menyelamatkan manusia. Dengan membangkitkan Yesus Kristus Allah memberi harapan baru tentang keselamatan manusia yang lebih paripurna. Berkat kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus ke Surga, harapan akan keselamatan kekal menjadi makin jelas, sebab Yesus tidak hanya berjanji, melainkan sudah membuktikannya sendiri. Tindakan Yesus Kristus dalam mewartakan Kerajaan Allah sampai wafat di salib itu sangat mengagumkan. Peristiwa kebangkitan yang sangat mencengangkan banyak orang itu telah membuatNya menjadi istimewa di mata murid-muridNya. Keistimewaan ini telah membuat para pengikutNya menyematkan berbagai macam gelar dan sebutan kepada Yesus. Berbagai gelar dan sebutan itu menjadi wujud kekaguman kita bila kita melihat kembali kepribadian-Nya secara lebih dalam.
Sejalan dengan gagasan pokok di atas, pembahasan tema Meneladan Yesus akan terbagi dalam beberapa sub tema, yakni:
Yesus Kristus Sahabat dan Idola
Yesus Putra Allah dan Juru Selamat
Hidup Berpolakan pada Pribadi Yesus