Seni Pertunjukan Jaran Bigar adalah yang berbentuk seni tari keprajuritan, seringkali menggabungkan unsur tontonan hiburan dan tuntunan hidup. Seni Pertunjukan ini tumbuh berkembang di wilayah Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di wilayah Kecamatan Kerjo.
Seni JARAN BIGAR kerap dipentaskan diberbagai acara, yang utama di setiap dusun masing-masing dipentaskan sakral ketika acara adat MERTI DESA/MBANGUN DESA, Pesta Panen, Ruwat Desa, Nadar, Sepasaran Temanten, dan lain sebagainya. Saat ini banyak acara-acara ang melibatkan seni JARAN BIGAR tampil seperti acara Ulang Tahun Karang Taruna, penyambutan tamu dan lain-lain.
Seni Pertunjukan Jaran Bigar terdiri dari pemeran tari dan penabuh gamelan, pemeran tari terdiri dari 4 pemain jaranan, 2 pemeran topeng geculan, 2 pemeran barongan buto, 4 pangon dan 1 pawang. Pemain Gamelan terdiri dari pemain kendang, bonang, gong, bedug, saron dan demung. Jalan sajian yang dipentaskan pertama ada ritual khusus, tari-tarian jaran dan barongan setelah itu ada atraksi ndadi/ngedan. Seni Pertunjukan Jaran Bigar juga mengandung filosofi yang mendalam, bahasa pitutur yang dikemas/divisualkan dalam bentuk sajian seni.
Seni Pertunjukan Jaran Bigar juga mengandung nilai-nilai yang mendalam dalam sebuah pementasan karyanya. Dalam kesenian tersebut mengambil konsep PAPAT KEBLAT 5 PANCER (PAT JI PAT) sebagai orang Jawa pasti memegang teguh 4 4 unsur, ada 4 unsur alam Bumi, Geni, Banyu, Angin. Ada sedulur PAPAT Limo PANCER terdiri dari ari-ari, air ketuban, puser, getih dan PANCER/wadah/diri itu sendiri. Ada juga 4 nafsu dalam diri manusia terdiri dari ALUAAMAH, SUPIYAH, AMARAH, MUTMAINAH digambarkan oleh 4 jaran.
Nafsu Aluamah
Nafsu ini disimbolkan dengan warna hitam, yang melambangkan kekejaman dan kematian. Meskipun seseorang terlihat lemah, namun di dalam dirinya terdapat potensi untuk menjadi kejam.
Nafsu Supiyah
Nafsu ini disimbolkan dengan warna kuning, yang melambangkan keinginan akan kekayaan materi. Seorang yang berilmu sekalipun, di dalam dirinya terdapat keinginan untuk menikmati kesenangan dan kekayaan dunia,
Nafsu Amarah
Nafsu ini disimbolkan dengan warna merah, yang melambangkan kemarahan dan darah. Seberapa pun sabarnya seseorang, di dalam dirinya terdapat sifat amarah yang akan meletup jika diganggu oleh orang lain.
Nafsu Mutmainah
Nafsu ini disimbolkan dengan warna putih, yang melambangkan kebaikan dan kebersihan. Sejahat apapun seseorang, di dalam dirinya terdapat keinginan untuk berbuat baik. Prinsipnya adalah tidak ada orang yang benar-benar jahat 100%.