PM Malcolm memuji Jokowi saat bertemu para pemuda dalam program Indonesia-Australia Youth Interfaith Dialogue dan Australian Moslem Youth, acara yang diselenggarakan di sela ASEAN-Australia Special Summit 2018. "Indonesia mendukung demokrasi, Islam dan semangat moderat. Berdiri di samping saya, salah satu pemimpin paling penting dan menjadi panutan dunia saat ini, saya sangat merasa terhormat bertemu dengan Anda," kata PM Malcolm.
Dia juga mengatakan bahwa Jokowi berhasil dalam membangun multikulturalisme. Pembangunan ini juga dilakukan Australia. "Kita disatukan oleh nilai-nilai politik, kebebasan demokrasi, saling menghargai." katanya.
Trump juga memuji Indonesia saat berpidato dalam pembukaan APEC. "Indonesia selama beberapa dekade telah membangun institusi domestik dan demokratis untuk mengelola wilayah luas yang terdiri dari 13 ribu pulau," kata Trump. Menurut Trump, sejak 1990-an, rakyat Indonesia telah mengeluarkan diri mereka dari kemiskinan untuk menjadi negara dengan pertumbuhan pesat di G20. Apalagi Indonesia saat ini adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.
Tak hanya Presiden AS, PM Shinzo Abe juga memuji iklim investasi Indonesia yang makin kondusif. Pujian ini ia sampaikan langsung pada Jokowi saat pertemuan bilateral di Hotel Diamond, Manila, Filipina. "Terima kasih atas kepemimpinan Presiden Jokowi, iklim investasi di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan," kata PM Shinzo Abe.
Ini yang terbaru. Bertepatan dalam momen IMF di Bali, wanita Prancis ini memuji pidato Game of Thrones ala Jokowi. Dia bercanda merasa iri dengan kemampuan Jokowi dalam menyampaikan pidato yang sangat menyakinkan. "Saya ingin berterima kasih pada Jokowi karena menaikkan standar dalam memberi pidato yang hebat dan meyakinkan. Wow," ucap Lagarde.
Sama seperti Lagarde, Jim juga memuji kemahiran Jokowi dalam mengemas sebuah pidato. Jim, dengan bercanda, tak ingin berpidato setelah mendengar pidato Jokowi. "Rasanya saya tidak ingin berpidato lagi di sini setelah mendengar sambutan Presiden Jokowi," ujarnya. "Tapi saya harus tetap melakukannya." ujarnya.