Untuk pengertian ikatan kovalen koordinasi, silahkan simak video berikut ini.
Berikut ini adalah proses pembentukan ikatan kovalen koordinasi pada senyawa HNO2.
Senyawa HNO2 tersusun atas satu atom H dan satu atom N dan dua atom O dengan konfigurasi elektron sebagai berikut:
1H = 1 (memerlukan 1 elektron untuk mencapai kaidah duplet)
7N = 2,5 (memerlukan 3 elektron untuk mencapai kaidah oktet)
8O = 2,6 (memerlukan 2 elektron untuk mencapai kaidah oktet)
Untuk mencapai kestabilannya, atom H memerlukan 1 elektron valensi, atom N memerlukan 3 elektron valensi dan atom O memerlukan 2 elektron valensi. Dengan demikian, ikatan yang mungkin terjadi adalah :
Atom N memasangkan 1 elektron kepada satu atom H dan atom H juga memasangkan 1 elektron valensi kepada N. Atom H sudah duplet, tetapi atom N kurang 2 elektron lagi untuk menjadi stabil (jumlah elektron valensi N = 6)
Lalu atom N memasangkan 2 elektron kepada satu atom O dan atom O juga memasangkan 2 elektron kepada atom N. Atom O sudah stabil, begitu juga dengan atom N juga sudah oktet (jumlah elektron valensi N = 8)
Akan tetapi, pada senyawa HNO2 terdapat dua atom O yang berikatan sedangkan atom N sudah stabil. Lalu bagaimana caranya atom N mengikat satu atom O lagi agar keduanya sama-sama oktet? Atom N memang sudah stabil, namun atom N masih memiliki 1 pasang elektron bebas (PEB), dimana PEB ini dapat berikatan dengan atom lain dengan membentuk ikatan kovalen koordinat.
Dengan demikian atom N memasangkan dua elektronnya kepada satu atom O yang lain dan atom O tersebu tidak memasangkan elektron valensinya sehingga keduanya sama-sama oktet. Dalam struktur lewis, proses pembentukan senyawa HNO2 digambarkan sebagai berikut:
Dari gambar struktur lewis senyawa HNO2 di atas, terlihat bahwa dalam senyawa asam nitrit tersebut terdapat tiga jenis ikatan kovalen, yaitu ikatan kovalen tuggal antara atom N dengan atom H, ikatan kovalen rangkap dua antara atom N dengan atom O dan ikatan kovalen koordinasi antara atom N dengan atom O satunya.