Tari Re-Re-Re adalah salah satu tari kreasi daerah yang berkembang di Probolinggo, Jawa Timur. Tari ini diciptakan sekitar tahun 2007 oleh seniman tari Probolinggo bernama Endah Susilowati. Awalnya, Tari Re-Re-Re muncul dari ide untuk menciptakan tari anak-anak yang sederhana, ceria, serta mudah diikuti oleh pelajar dalam kegiatan Seni Budaya. Nama Re-Re-Re sendiri diambil dari suku kata "Re" yang diulang-ulang, melambangkan keceriaan, semangat, dan kebersamaan. Tari ini kemudian berkembang dan sering ditampilkan dalam acara sekolah, festival, budaya, maupun lomba kesenian, sehigga menjadi salah satu ikon tari anak-anak khas Probolinggo. Seiring waktu, Tari Re-Re-Re juga mengalami perkembangan pada kostum, musik iringan, dan pola lantai, tetapi tetap mempertahankan cri khasnya sebagai tari yang riang, energik, dan penuh ekspresi.
Perkembangan Tari Re-Re-Re semakin pesat setelah mulai sering dipentaskan dalam berbagai acara budaya, baik di tingkat daerah maupun nasional. Tarian ini pernah tampil dalam peringatan Hari Pramuka dan HUT Kemerdekaan pada 14 Agustus 2018 di kawasan Kaldera Gunung Bromo, yang diikuti ratusan pelajar dari Kabupaten Probolinggo. Sejak saat itu, Tari Re-Re-Re semakin dikenal luas dan menjadi bagian dari festival budaya, penyambutan tamu, serta agenda seni lainnya.Kini, Tari Re-Re-Re juga masuk dalam kesenian pendalungan yang mencerminkan keberagaman budaya masyarakat Probolinggo. Meski begitu, perkembangannya menghadapi tantangan berupa kurangnya regenerasi penari muda dan menurunnya minat generasi sekarang terhadap kesenian tradisional. Karena itu, perlu adanya dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan agar tarian ini tetap lestari dan terus berkembang sebagai identitas budaya khas Probolinggo.
Tari Re-Re-Re menggunakan pola lantai sederhana, seperti garis lurus, diagonal, dan lingkaran, sesuai dengan arah hadap dan level penari. Pola ini mencerminkan keceriaan dan kebersamaan.
Musik iringannya ceria, enerjik, dan biasanya menggunakan gamelan sederhana atau musik tradisional Jawa Timur, kadang dipadukan dengan irama modern.
Riasannya sederhana namun segar, bertujuan menonjolkan ekspresi wajah ceria para penari.
Kostum berwarna cerah, mencolok, dan dinamis, sesuai dengan karakter tarian yang pemuh semangat.
Tari Re-Re-Re biasanya tidak menggunakan properti khusus, fokus pada gerakan tubuh. Namun, dalam beberapa pertunjukan bisa ditambah properti sederhana untuk memperkuat ekspresi tari.