BATU DAN SERPIHAN DIRIMU
Buat, Malahengo #2
Oleh: J.A.human
Dikelam yang telah menjelma menjadi melodi pengamen kontemporer panggung.
Daku sendiri menelaah makna abu disapu serpihan dirimu.
Dirimu yang membekas dilengan, bibir, peluk, dan ragaku.
Mulai menjelma serupa bagai kabar yang bersuara rindu.
Aku rumit, engkau rumit Engkau sederhana, Aku kau sederhanakan. Aku sederhana, engkau aku sederhanakan. Bersajak petik dawai dan lagulagu "aku dan kau"
Tiada malam yang abu, adanya malam di Batu.
Sepi sunyi dalam hiruk pikuk adorasi.
Tiada malam yang Batu, hanya dirimu serpihan kecil
Mengaduk rasa jejaka, jenaka, hahaha
Sajak ini antara "Aku dan Kau"
Batu, 22 Mei 2024
(Serpihan mu, ku cinta)
Malang – Kamis (26/9/2024)
Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Malik Maulana Ibrahim Malang menjadi sorotan besar dari para mahasiswa karena meghadirkan sosok besar, Prof. Dr. Jimly Asshidiqie S.H, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), sebagai narasumber dalam kegiatan Stadium General dengan tema “Peran Mahkaman Konstitusi dalam Mengawal Konstitusi: Antara Kekuatan Hukum dengan Kepentingan Politik”.
Dalam kegiatan yang diselenggarkan di Gedung Rektorat lantai 5 tersebut, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi hukum dan politik di Indonesia saat ini. Para mahasiswa Fakultas Syariah tampak sangat bersemangat memanfaatkan kesempatan emas ini untuk belajar langsung dari figur yang memiliki pengalaman luas di bidang konstitusional negara.
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Sudirman Hasan, M.O, menyampaikan dalam sambutannya bahwa kehadiran Prof. Dr. Jimly Asshidiqie pada kegiatan ini, merupakan kesempatan besar dan penting bagi mahasiswa untuk bisa menimba ilmu secara langsung dari sudut pandang seorang ahli yang pernah memimpin konstitusi negara. “Ini kesempatan luar biasa bagi kita semua untuk lebih memahami bagaimana Mahkamah Konstitusi bekerja dalam menjaga konstitusi di tengah tarik-menarik hukum dan politik,” ujar Prof. Sudirman.
Stadium General ini tidak hanya menjadi wadah diskusi mendalam mengenai kerja Mahkamah Konstitusi, tetapi juga membangkitkan semangat mahasiswa untuk lebih mengenal hukum dan politik di Indonesia. “Kami sangat berharap acara ini dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menjaga supremasi hukum, sekaligus memberikan bekal bagi mereka dalam menghadapi dinamika politik di masa depan,” tambahnya.
Acara yang berlangsung meriah dan penuh semangat menjadi bukti bahwa tema konstitusi dan hukum tetap menjadi isu yang hangat dan menarik untuk dibicarakan di kalangan akademisi, terutama di lingkungan kampus UIN Malang.
SYARIAH EST 2024 – Salah satu universitas islam ternama yang berlokasi di kota Malang kembali mendapat kecaman. UIN Malang atau bisa juga disebut dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat protes dan ancaman dari para mahasantri di tahun 2024. Sekitar 5 ribu mahasantri baik itu putra maupun putri secara serentak menyuarakan tentang kewajiban absen shalat di hari libur baik itu di mabna putra maupun mabna putri. Hal ini tentu menjadi bahan pembahasan sekaligus pertanyaan dari para mahasantri bagaimana bisa di hari libur para mahasantri masih dibingungkan oleh kewajiban absen shalat.
Salah satu musyrif atau guru di lingkungan mabna yang juga masih menjadi mahasiswa di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengatakan bahwa tahun ini aturan yang diberikan kepada mahasantri lebih ketat dari tahun tahun sebelumnya. Hal ini juga didukung oleh hukuman yang akan diberikan kepada mahasantri apabila melanggar tata tertib dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh atasan. Beliau menyampaikan bahwa aturan shalat yang diwajibkan walaupun di hari libur ini baru ditetapkan kepada para mahasantri tahun 2023, hingga akhirnya dilanjutkan sampai saat ini kepada para mahasantri tahun 2024. “Memang peraturan ini baru berlaku di tahun sebelumnya, padahal di tahun 2022 para mahasantrinya tidak mendapat kewajiban absen shalat di hari libur, hanya di hari biasa saja ada absen shalat,” ungkapnya. Hal ini tentu menjadi sebuah pertanyaan bagi para mahasantri di tahun 2024, bagaimana bisa para mahasantri 2022 bisa mendapat kebebasan dari absen shalat di hari libur, namun mengapa secara tiba-tiba di tahun 2023 absen shalat di hari libur diberlakukan. Padahal jika dipikir lebih dalam, shalat merupakan salah satu ibadah utama yang dikerjakan melalui iman dan niatdari setiap umat muslim. Bukan melalui absen atau semacamnya. Artinya secara tidak langsung, para mahasantri melakukan ibadah shalat karena absen dan formalitas dari UIN Malang, bukan karena niat ibadah dari para mahasantrinya.
Shalat memang menjadi ibadah utama bahkan wajib bagi setiap umat muslim. Namun jika ibadah itu hanyalah dipandang sebagai sebuah kewajiban absen shalat dan tidak didasari dari iman para pelakunya masing-masing, bagaimana ibadah itu bisa dilakukan secara khusyu’ dan maksimal. Salah satu mahasantri 2024 mengeluhkan jika kewajiban absen shalat di hari libur membuatnya tidak tenang dan terasa terkekang. “Di hari libur, saya biasanya pulang untuk kumpul dengan keluarga dan menghabiskan waktu bersama mereka. Tapi di saat masuk waktu shalat, seolah-olah saya dibebani dengan absen yang menjadikan pikiran saya tidak tenang. Entah saya harus kembali ke mabna atau melakukan presensi via online. Hal tersebut membuat saya merasa dikekang, karena saya merasa kalau shalat memang merupakan sebuah kewajiban bagi umat muslim. Namun apakah setiap saya ingin melaksanakan ibadah shalat, saya harus absen dan memberi bukti bahwa saya akan shalat? Ibadah kok diumbar-umbar.” Jelasnya.
Sementara itu, para mahasantri 2022 juga ikut menyuarakan dan membela para mahasantri 2024 terhadap kasus ini. Mahasantri 2022 menyerukan mahasantri 2024 untuk membela hak dan keadilan mereka. Mereka tidak ingin hal yang terjadi dan dialami oleh mahasantri 2023 kembali terulang kepada mahasantri 2024. “Ada beberapa alasan dari saya mengapa absen mabna di tiadakan, contohnya seperti, untuk memberikan space istirahat kegiatan bagi mahasantri, kemudian untuk memberikan ruang kegiatan di luar ma'had, dan juga untuk memberikan space pembelajaran dari luar ma'had. Jadi tuntutan itu di pakai untuk perkembangan mahasantri di hari sabtu dan minggu karna sudah menjalani kegiatan dari hari senin sampai jumat yang mana semua itu aturan yang ada di ma'had.” Ucap salah satu orang terpenting pada kejayaan dan kemajuan mahasantri Hukum Ekonomi Syariah tahun 2022.
Kewajiban absen ini memang ditujukan supaya para mahasantri lebih disiplin dan tidak terlambat dalam melakukan shalat. Absen ini juga memberikan dampak yang baik bagi kegiatan para mahasantri lainnya sehingga aktivitas dan dunia perkuliahan berjalan sesuai jadwal dan tepat waktu. Namun hal tersebut hanya berlaku di hari biasa atau di hari aktif. Tapi bagaimana jika absen shalat masih diberlakukan di hari libur. Padahal di hari libur, kegiatan perkuliahan maupun kegiatan mabna seluruhnya libur. Lantas mengapa absen shalat masih berlaku ketika di hari libur? “Namanya saja hari libur. Semua kegiatan perkuliahan libur dan semua kegiatan wajib di mabna juga libur. Tapi kenapa ibadah shalat di hari libur masih harus absen? Ibadah kita harus banget dibuktikan dan ditunjukkan ke masyarakat dan lingkungan sekitar ya? Situ mau ibadah apa mau pamer kebaikan yang berujung riya’? Imbuh para mahasantri 2024. (AZEEHES24).