Dipublikasikan pada 13 Desember 2025
Divisi Keorganisasian menyelenggarakan program Ruang Literasi sebagai ruang edukatif dan reflektif yang bertujuan membangun budaya berpikir kritis, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan literasi anggota dalam konteks organisasi dan kehidupan sehari-hari. Program ini dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan setiap bulan dengan pendekatan yang inklusif dan partisipatif, sehingga peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan praktik literasi.
Pada bulan Juni, Ruang Literasi di isi dengan kegiatan Bedah Buku yang diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan bazar. Kegiatan ini dipandu oleh Muh. Arif Wijaksana yang mengupas buku "Berani Tidak Disukai" karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga. Dalam pembahasan tersebut, pemateri menguraikan konsep psikologi Adler yang menekankan pentingnya kebebasan individu, tanggung jawab pribadi, serta keberanian untuk hidup sesuai nilai diri tanpa terikat oleh penilaian sosial. Peserta diajak untuk merefleksikan isi buku dengan realitas kehidupan organisasi, khususnya dalam membangun kepercayaan diri, kepemimpinan, dan keberanian mengambil peran. Diskusi yang berlangsung tidak hanya memperkaya pemahaman peserta terhadap isi buku, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai tantangan aktual yang dihadapi dalam lingkungan sosial dan organisasi.
Selain bedah buku, Ruang Literasi bulan Juni juga menghadirkan Kelas Penulisan yang dibimbing oleh Kakanda Abdullah dan Muh. Alghifari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis sebagai bagian penting dari literasi organisasi. Materi yang disampaikan mencakup pengembangan ide, penyusunan kerangka tulisan, serta teknik menyampaikan gagasan secara jelas dan sistematis. Peserta didorong untuk menuangkan pemikiran kritis mereka dalam bentuk tulisan, baik berupa opini, refleksi, maupun artikel keorganisasian. Kelas ini menjadi sarana latihan awal agar peserta lebih percaya diri dalam menulis dan mengekspresikan gagasan secara tertulis.
Ruang Literasi membahas berbagai hal seperti Bedah buku, diskusi, kelas penulisan, serta forum berbagi gagasan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk memahami isi bacaan secara mendalam, mengaitkannya dengan realitas kehidupan, serta menuangkan pemikiran dalam bentuk lisan maupun tulisan. Sehingga, Ruang Literasi menjadi sarana untuk melatih daya pikir kritis dan kemampuan menyampaikan pendapat secara sistematis. Ruang Literasi juga membahas pentingnya literasi sebagai bekal dalam dunia akademik dan organisasi. Literasi membantu individu dalam menyusun argumen, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, serta membangun komunikasi yang efektif. Oleh karena itu, Ruang Literasi berperan sebagai ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya individu yang reflektif, terbuka terhadap ide baru, dan mampu berkontribusi secara intelektual di lingkungan sekitarnya.