Lambang Î dibaca “elemen” atau “anggota”. Lambang Ï dibaca “bukan elemen” atau “bukan anggota”. Lambang n(A), n(B) disebut BILANGAN KARDINAL. Apabila anggota dari suatu himpunan banyaknya dapat dihitung maka himpunan tersebut dinamakan HIMPUNAN BERHINGGA. Sedangkan bila banyaknya anggota dari suatu himpunan tidak dapat dihitung maka himpunan tersebut dinamakan HIMPUNAN TAK HINGGA.
Contoh:
A = { 1, 3, 5, 7, 9 } B = { 2, 4, 6, 8, 10, 12 }
1 Î A 1 Ï B 2 Î B 2 Ï A
3 Î A 3 Ï B 4 Î B 4 Ï A
5 Î A 5 Ï B 6 Î B 6 Ï A
7 Î A 7 Ï B 8 Î B 8 Ï A
9 Î A 9 Ï B 10 Î B 10 Ï A
Banyaknya anggota himpunan A dilambangkan dengan n(A) = 5
Banyaknya anggota himpunan B dilambangkan dengan n(B) = 6
Nah...kunjungi juga halaman ini untuk mencari referensi lain tentang himpunan...