MALAM DITETAPKANNYA TAKDIR.
Salah satu makna Al-Qadar adalah malam takdir karena pada malam tersebut, Allah menetapkan takdir. Allah berfirman:
إِنَّا أَنزَلْتَهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ (٢) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ أَمْرًا مِنْ
عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ ))
"(3) Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh Kamilah yang memberi peringatan; (4) Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah; (5) (Yaitu) urusan dari sisi Kami. Sungguh Kamilah yang mengutus Rasul-Rasul." (Q.S. Ad-Dukhan: 3-5)
Allah telah menurunkan takdirnya berdasarkan beberapa tingkatan:
🔖 Pertama, Takdir Allah yang dicatat di Lauhul Mahfuzh. Semua hal yang akan terjadi sampai hari kiamat telah dicatat di lauhul mahfuzh dan tidak akan ada perubahan. Akan tetapi, Allah mengabarkan berita takdir tersebut secara bertahap.
🔖 Kedua, Takdir 'umri atau takdir umur, yaitu takdir yang dicatat oleh malaikat ketika Allah meniupkan ruh kepada janin dalam perut seorang ibu. Kemudian, Allah memerintahkan malaikat untuk menuliskan rezekinya, ajalnya, amalnya, dan nasibnya: bahagia atau celaka.
🔖 Ketiga, Takdir sanawi yaitu takdir tahunan. Setiap malam pada setiap tahunnya, malam Lailatul Qadar, Allah menurunkan takdir-Nya sampai tahun depan, seperti yang dibahas dalam Surah ad-Dukhan. Allah memindahkan data takdir satu tahun dari Al-Lauh Al-Mahfuuz ke catatan para malaikat. Akan tetapi, para malaikat tidak mengetahui isi Al-Lauh Al-Mahfuuzh.
🔖 Keempat, takdir harian, yaitu takdir yang keputusannya ditentukan oleh Allah, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:
يَسْلُهُ مَن فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ ( )
"Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu, Dia dalam kesibukan." (Q.S. Ar-Rahman: 29)
Allah seolah-olah dalam kesibukan untuk menyampaikan keputusan- keputusan. Akan tetapi, takdir harian, takdir tahunan, dan takdir umur merupakan catatan yang diambil dari takdir yang ada di Lauhul Mahfuzh yang tidak akan pernah mengalami perubahan. Hanya Allah yang mengetahuinya.
🔰 Sumber : terjemah kitab TAFSIR JUZ 'AMMA Dr. Firanda Andirja, Lc., MA., hal 525
===================================================================================
DO'A ADALAH OBAT 📧
بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
🤲🏻 Doa adalah obat yang amat bermanfaat dan musuh bagi bencana. la akan memerangi, mengobati, mencegah, menghilangkan, ataupun meringankan bencana yang menimpa.
🤲🏻 Doa adalah senjata kaum Mukminin.
🤲🏻 Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab Shabib-nya", dari Ali bin Abi Thalib, bahwasanya suatu ketika Rasulullah bersabda:
(( الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ، وَعِمَادُ الدِّينِ، وَنُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ))
🤲🏻 "Doa adalah senjata kaum Mukminin dan merupakan tiang agama, serta cahaya langit dan bumi."
Ketika bersanding dengan musibah, doa mempunyai tiga kondisi sebagai berikut:
1) Doa lebih kuat daripada musibah. Maka dari itu, doa mampu mencegah terjadinya musibah.
2) Doa lebih lemah daripada musibah. Akibatnya, ia terkalahkan sehingga musibah pun menimpa orang yang bersangkutan. Akan tetapi, doa bisa meringankan musibah tersebut meski hanya sedikit.
3) Satu sama lain saling menyerang dan saling menghilangkan.
🌾 Al-Hakim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Aisyah, ia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:
(( لَا يُغْنِي حَذَرٌ مِنْ قَدَرٍ. وَالدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلُ، وَإِنَّ الْبَلَاءَ لَيَنْزِلُ فَيَلْقَاهُ الدُّعَاءُ فَيَعْتَلِجَانِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.))
🌾 "Sikap waspada tidak mampu menolak takdir. Doa memberikan manfaat kepada hal-hal yang telah terjadi dan yang belum terjadi. Pada saat musibah itu turun, doa segera menghadapinya. Keduanya saling bertarung hingga tiba hari Kiamat."
Disebutkan juga dalam kitab yang sama, dari Ibnu Umar, bahwasanya Nabi bersabda:
(( الدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ، فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ ))
🌾 "Doa akan memberikan manfaat terhadap apa yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Maka hendaklah kalian semua berdoa, wahai hamba-hamba Allah."
Masih dalam kitab yang sama, yaitu dari Tsauban, bahwasanya Nabi bersabda:
(( لا يرد القدر إلا الدعاء، ولا يزيد في العمر إِلَّا البَر، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرّاق
بالذنب يصيبه ))
🌾 "Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Tidak ada yang bisa menambah usia kecuali kebajikan. Sungguh, seseorang benar-benar akan terhalang dari rizkinya karena dosa yang ia kerjakan."
🖋sumber : terjemah kitab AD-DAA' WA AD-DAWAA' Ibnul Qayyim Al-jauziyyah hal 17
=====================================================================================
UCAPAN 📧
بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Jika kamu ingin mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati, maka lihatlah apa yang dikatakan. Lisan menunjukkan apa yang terdapat di dalam hati, baik pemiliknya suka ataupun tidak.
Yahya bin Mu'adz berkata: "Hati ibarat periuk yang isinya mendidih. Sementara yang menjadi ciduknya adalah lisan. Maka perhatikanlah baik-baik ketika seseorang berbicara, karena lisannya menciduk apa yang ada dalam hatinya: manis, asam, tawar, asin, dan sebagainya. Ciduk lisannya menjelaskan kepadamu perasaan dalam hatinya." Maksudnya, sebagaimana kamu mengetahui secara pasti rasa makanan yang ada di periuk dengan lisanmu, maka kamu dapat merasakan apa yang ada di hati seseorang melalui lisannya.
Disebutkan dalam hadits Anas yang diriwayatkan secara marfu, dari Nabi, beliau bersabda:
لا يَسْتَقِيمُ إِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ، وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ.))
"Tidaklah lurus keimanan seorang hamba hingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya hingga lurus lisannya HR Ahmad (III/198)
Ada yang berkata: "Anggota tubuh yang paling mudah gerakannya adalah lisan, padahal ia paling membahayakan seorang hamba."
Perkataan adalah tawananmu. Akan tetapi, jika ia telah keluar dari mulutmu, maka kamulah yang menjadi tawanannya. Sungguh, Allah mengetahui setiap ucapan orang-orang yang berbicara:
مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (١)
"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)." (QS. Qaf: 18)
Sungguh, pada hari Kiamat nanti, ada seorang hamba yang datang membawa berbagai kebaikan sebesar gunung, tetapi dia mendapatkan lisannya telah menghancurkan semua itu. Ada pula yang datang membawa berbagai keburukan sebesar gunung, namun dia mendapati lisannya telah menghancurkan semua itu, yaitu dengan banyak berdzikir kepada Allah dan hal-hal yang semisalnya.
sumber : terjemah kitab AD-DA' WA-DAWAA' Ibnul Qayyim Al-jauziyyah bab ucapan.
====================================================================================
DOSA-DOSA BESAR DAN KECIL 📧
بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Al-Qur-an, as-Sunnah, serta ijma' Sahabat, Tabi'in, dan para imam sesudahnya telah menunjukkan bahwa dosa itu terbagi menjadi dosa besar dan dosa kecil.
Allah berfirman:
إِن تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم
مُدْخَلًا كَرِيمًا )
"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (Surga)." (QS. An-Nisa': 31)
الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبِيرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّهم ...
"(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil.... " (QS. An-Najm: 32)
Di dalam ash-Shahih, 297 disebutkan riwayat dari Nabi, bahwa beliau bersabda:
(( الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ: مُكَفِّرَاتٌ
لِمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الكَبَائِرُ ))
"Shalat lima waktu, Jum'at ke Jum'at, serta Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa di antara waktu-waktu tersebut, selama dosa- dosa besar dijauhi."
Amal-amal yang menghapuskan dosa mempunyai tiga tingkatan:
1. Hanya mampu menghapuskan dosa kecil disebabkan kelemahannya, kurangnya keikhlasan, serta lemahnya pelaksanaan hak-haknya. Kedudukannya seperti obat yang lemah, kurang mampu melawan penyakit, baik disebabkan kuantitas maupun kualitasnya.
2. Mampu menghapuskan dosa kecil, menghapuskan dosa besar. namun sama sekali tidak mampu
3. Mampu menghapuskan dosa kecil dan kekuatannya masih tersisa untuk menghapuskan sebagian dosa besar.
Maka perhatikanlah olehmu. Sungguh, amal dapat menghilangkan berbagai dosa yang banyak.
Dalam ash-Shahihain, dari Nabi, beliau bersabda:
(( أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ قُلْنَا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ؛ فَقَالَ: الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ،
وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَشَهَادَةُ الزُّوْرِ ))
"Maukah kuberi tahukan kepada kalian mengenai dosa besar yang paling besar?" Kami pun menjawab: "Tentu saja, wahai Rasulullah." Maka beliau menjelaskan: "Syirik kepada Allah, durhaka terhadap orang tua, dan kesaksian palsu."
Disebutkan pula dalam ash-Shahihain, dari Nabi, bahwasanya beliau bersabda:
( اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ ) ، قِيلَ : وَمَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : (( الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ، وقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَأَكْلُ الرِّبَاء وَالتَّوَلَي يَوْمَ الرَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ.))
"Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan?" Ada yang bertanya: "Apakah itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Berbuat syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah dengan tanpa alasan yang benar, makan harta anak yatim, makan riba, melarikan diri dari pertempuran, serta menuduh zina seorang wanita Mukmin yang menjaga dirinya dan tidak pernah terlintas tentang zina dalam pikirannya."
sumber : terjemah kitab AD-DA' WA AD-DAWAA' Ibnul Qayyim Al-jauziyyah hal 268-269
=================================================================================
KALIMAT TAUHID KUNCI SURGA 📧
بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Dengan kalimat tauhid ini, bumi dan langit tegak. Dengannya Allah menjadikan fitrah seluruh makhluk. Dan dengannya pula agama dan kiblat dibangun, serta pedang jihad dihunus.
Ia adalah murni hak Allah atas seluruh hamba-Nya, sekaligus merupakan kalimat yang melindungi darah, harta, dan keturunan di dunia, kemudian menyelamatkan manusia dari siksa kubur dan Neraka.
Ia adalah lembaran terbuka yang seseorang itu tidak akan masuk Surga, melainkan dengannya.
Ia adalah tali yang jika seseorang yang tidak berpegang padanya, niscaya dia tidak akan sampai kepada Allah.
Ia adalah kalimat Islam dan kunci pembuka Surga yang penuh keselamatan.
Dengannya, manusia terbagi menjadi orang sengsara, bahagia, diterima, atau ditolak.
Dengannya juga, negeri kekufuran dan keimanan terpisah, serta terbedakan antara negeri kenikmatan dengan negeri kesengsaraan.
Ia adalah tiang yang mengandung perkara yang wajib sekaligus yang sunnah.
(( مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ.))
"Barang siapa yang akhir ucapannya adalah Lâ Ilâha illallah pasti akan masuk Surga." ( H.R. Ahmad )
Jiwa dan rahasia kalimat ini adalah pengesaan Allah dengan kecintaan, pemuliaan, pengagungan, kekhawatiran, harapan, dan perkara-perkara lain yang mengikutinya; berupa tawakkal, taubat, keinginan, dan rasa takut. Seorang hamba tidak mencintai selain-Nya. Segala sesuatu yang dicintai selain-Nya adalah karena mengikuti kecintaan-Nya dan merupakan sarana untuk tambah mencintai-Nya.
Seorang hamba tidak khawatir kepada selain-Nya, tidak berharap kepada selain-Nya, tidak bertawakkal selain kepada-Nya, hanyalah menginginkan Allah, tidak takut selain kepada-Nya, hanya bersumpah dengan nama-Nya, tidak bernadzar selain atas-Nya, hanya bertaubat kepada-Nya, tidak menaati selain perintah-Nya, mengharap ganjaran dari-Nya saja, tidak memohon pertolongan ketika musibah terjadi selain kepada-Nya, hanya bersandar kepada-Nya, tidak sujud selain kepada-Nya, serta menyembelih untuk-Nya dan dengan nama-Nya. Seluruh perkara ini terkumpul pada satu kalimat, yaitu: "Tidaklah disembah dengan semua macam ibadah, melainkan Allah semata." Inilah realisasi syahadat La Ilaha illallah.
sumber : terjemah kitab AD-DA' WA AD-DAWAA' Ibnul Qayyim hal 437-439
=====================================================================================
MAKSIAT MENGHIANATI PELAKUNYA KETIKA DIBUTUHKAN 📧
بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Terdapat perkara lain yang lebih menakutkan dan menyakitkan, yaitu pelaku dosa dikhianati oleh hati dan lisannya ketika sedang mengalami sakaratul maut atau hendak berpulang menuju Allah, bahkan tidak jarang dia terhalangi dari mengucap syahadat, seperti yang banyak disaksikan.
Dikatakan kepada sejumlah orang yang sedang menjemput maut: "Ucapkanlah: Lâ ilaha illallah." Ada yang menjawab: "Ah, ah, aku tidak bisa mengucapkannya." Ada yang menjawab: "Skak mati! Sekarang, aku telah mengalahkanmu (teringat ketika dia bermain catur)." Setelah mengucapkan hal itu, dia pun meninggal dunia. Dikatakan oleh yang lain: "Ucapkanlah: 'La Ilaha illallah, tetapi dia justru melantunkan syair di bawah ini lantas meninggal:
duhai, siapakah wanita yang suatu hari bertanya dalam keletihan: Manakah jalan menuju pemandian umum Minjab?"
Ada yang ketika sakaratul maut mendendangkan lagu sampai dia menghembuskan napasnya yang terakhir. Ada juga yang justru membantah: "Apa yang kamu ucapkan itu tidak akan bermanfaat untukku sebab aku telah melakukan segala macam kemaksiatan."
Setelah itu, dia meninggal tanpa sempat mengucapkan kalimat syahadat tersebut. Ada pula yang menjawab: "Hal itu tidak bermanfaat untukku. Aku sendiri tidak ingat, apakah aku pernah melakukan shalat, untuk Allah meskipun hanya sekali?" Ia pun meninggal tanpa mengucapkan syahadat.
Ada di antara mereka yang menentang syahadat: "Aku kafir (mengingkari) terhadap apa yang kamu ucapkan." Kemudian, dia meninggal dunia tanpa mengucapkannya. Ada yang menjawab: "Setiap kali aku hendak mengucapkannya, lisanku kaku."
Saya pernah diberitahu oleh orang yang pernah menghadiri sakaratul maut seorang pengemis. Menjelang ajalnya, pengemis tersebut terus berkata: "Recehannya, demi Allah, recehannya ...," hingga akhirnya meninggal.
Saya juga diberitahu oleh sebagian pedagang, bahwasanya ketika ada seorang kerabat yang mengalami sakaratul maut dan di-talqin (dituntun) dengan kalimat La ilaha illallah, dia malah menyatakan: "Barang ini murah, barang ini bagus, barang ini begini dan begitu ...." hingga akhirnya meninggal.
Subhanallah! Sudah banyak orang yang menyaksikan hal ini untuk dijadikan pelajaran. Padahal, yang tidak mereka ketahui dari keadaan orang-orang yang mengalami sakaratul maut masih jauh lebih banyak lagi.
Jika seorang hamba mampu dikuasai dan dikendalikan oleh syaitan untuk berbuat maksiat kepada Allah ketika kekuatan, pikiran dan daya ingatnya berada pada puncaknya, sehingga hati dan lisannya dilalaikan dari dzikir kepada Allah serta anggota-anggota tubuhnya dilalaikan dari ketaatan kepada-Nya; maka bagaimana pula ketika kekuatannya melemah, sementara hati dan jiwanya tersibukkan dengan rasa sakit sakaratul maut, di tambah lagi, syaitan telah mengumpulkan seluruh tekad, upaya, dan kekuatannya untuk mengambil kesempatan di akhir amalnya?
Kondisi syaitan yang paling kuat adalah pada waktu itu. Sebaliknya, kondisi seorang hamba justru paling lemah pada saat itu. Maka siapakah di antara mereka yang akan selamat? Pada saat itulah, ...
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki." (QS. Ibrahim: 27)
sumber : terjemah kitab AD-DAA' WA AD-DAWAA' Ibnul Qayyim Al-jauziyyah hal : 199-201
==============================================================================
JANGAN DIBUANG 📧
بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
🚨 Harta Riba dan Syubhat memang tidak halal dimanfaatkan bagi pemiliknya, namun tidak perlu dibuang sia² karena dapat disalurkan untuk kepentingan umum dan khalayak ramai yang diperbolehkan syari'at...
Pembuatan jalan khusus, toilet umum, pagar, jembatan dan yang semisalnya...
🚨 Harta riba itu bisa diperoleh dari bunga tabungan, deposito dan jual beli yang tidak sesuai syari'at seperti denda keterlambatan dll...
Sedangkan harta syubhat adalah harta yang belum jelas kehalalannya bahkan lebih condong kepada yang haram, misalnya gaji yang diterima namun jam kerja kurang, riswah/suap, tip² di luar gaji tanpa izin atasan, kelebihan uang perjalanan dinas yang tidak dilaporkan, pencurian, perampokan dan seluruh harta yang didapat tidak sesuai syari'at itu tidak halal dimanfaatkan...
🚨 Harta riba dan syubhat sangat berbahaya bagi keselamatan kita dan keluarga, berdampak buruk pada semua hal dalam hidup kita, keluarga yang tidak harmonis, pasangan yang membangkang, anak² yang tidak ta'at pada orang tua, masalah yang tiada habis²nya, sakit yang tak kunjung sehat, pikiran galau dan gelisah, tidak dapat tidur nyenyak tanpa obat dan banyak lagi kesusahan lainnya...
Semua itu bisa saja disebabkan harta haram yang telah kita nafkahkan untuk keluarga...
🚨 Bila itu pernah terjadi maka bertaubatlah dan bersihkan harta dengan cara mengeluarkan seberapa banyak yang pernah kita dapat dan kita pakai, semoga Allâh mengampuni aamiin...
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
🚨 "Rasulullah ﷺ mengutuk orang yang makan harta riba, yang memberikan riba, penulis transaksi riba dan kedua saksi transaksi riba. Mereka semuanya sama (berdosa)." (HR Muslim).
🚨 Keberkahan akan Allah cabut bagi pemakai riba.terutama dampak dalam kehidupan rumah tangga.Karena dosa pasti berdampak bagi kehidupan kita.
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى
🚨 "Lalu barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka". [Thaha/20 : 123].
Penulis Penuntut Ilmu
Dikoreksi oleh: Ustadz Wukir Abu Abdilfattah Lc, M.Pd
=======================================================================================