Siapa menyangka bahwa asal-usul salah satu kota bersejarah di Jawa Timur ini memiliki latar belakang yang unik. Dahulu, saat sejarawan berusaha menyingkap latar belakang namanya, pernah terjadi perdebatan. Kota yang dimaksud adalah Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Ada sebagian sejarawan yang mengemukakan bahwa nama "kediri" berasal dari Bahasa Sansekerta yakni "kadiri" atau "kedi" yang artinya mandul alias tidak bisa mengalami datang bulan. Dalam bahasa Jawa Kuno, kata "kedi" juga bisa diartikan "dikebiri" oleh dukun.
Dalam catatan Zaenuddin HM berjudul "Asal-Usul Kota-Kota di Indonesia Tempo Doeloe" disebutkan bahwa asal-usul itu dianggap kurang beralasan sebagai asal mula nama Kota Kediri. Asal-usul kata yang dipandang lebih tepat adalah berasal dari kata "kediri" dalam Bahasa Jawa Kuno yang berarti "bisa berdiri sendiri, mandiri, berdiri tegak, berkepribadian, atau berswasembada".
Maka, Kota Kediri, dari asal mula katanya, dimaknai sebagai kota yang dahulu pernah mandiri atau merdeka dari kekuasaan pihak lain. Makna ini lebih mendekati kebenaran karena dahulu, di abad ke-11, di daerah ini memang pernah berdiri Kerajaan Hindu yang berdikari. Mengenai Kerajaan Kediri, tokoh utama terkait pembangunan kota adalah Prabu Airlangga (kadang ditulis Erlangga), raja Kerajaan Kahuripan yang memerintah tahun 1009-1042.
Tentang jejak sejarah Kota Kediri, dapat juga menelusurinya dengan mengunjungi sejumlah objek wisata yang menjadi ikon kebanggaan warga Kota Kediri.