Tentang Woodball
Woodball (bola kayu) merupakan permainan hampir mirip dengan permainan golf (ada stick dan hole), namun telah dimodifikasi stick menjadi mallet dan hole menjadi gate (Soetrisno, 2015: 10). Dalam pengertian lain, menurut Sutarmin (2011: 8) Woodball dapat diterjemahkan dengan nama bola kayu. Dengan tetap dijiwai semangat cinta tanah air dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia, para perintis sepakat untuk tetap menggunakan kata Woodball sebagai nama asli yang digunakan oleh Mr. Ming Hui Weng sebagai penemu permainan ini. Sedangkan menurut Kriswanto (2016: 10) “permainan Woodball mempunyai karakteristik yang mirip dengan permainan golf”.
Dimana sasaran dalam permainan ini adalah berusaha memasukan bola kedalam sasaran yang telah ditentukan dengan sedikit mungkin jumlah pukulan. Sehingga pemenang dalam permainan Woodball ini adalah pemain dengan jumlah pukulan paling sedikit dibanding dengan pemain lainnya. Sementara itu, ada juga metode lain dalam penetuan kemenangannya, yaitu pemenang ditentukan dengan perhitungan jumlah kemenangan tiap “gate” sasaran untuk memasukan bola dari total jumlah gate yang dipertandingkan.
Dalam olahraga Woodball memerlukan perlengkapan yang terdiri dari bola (ball), pemukul (mallet), dan gawang (gate). Perlengkapan yang digunakan harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh inspeksi International Woodball Federation/Federasi Woodball Internasional.
Berikut spesifikasi perlengkapan dalam olahraga Woodball:
1) Bola
Bola harus berbentuk bundar terbuat dari kayu alami, bergaris tengah 9,5 cm dan berat antara 350 gram + 60 gram. Pada permukaan bola dapat diberi tanda nomer dan angka dan lambang Woodball (Soetrisno, 2015: 19). Bentuk dan spesifikasi bola adalah sebagai berikut:
Gambar 1, Bola Woodball
Sumber : Soetrisno, 2015: 19
2) Mallet/Pemukul
Menurut Soetrisno (2015: 19-20) dalam bermain Woodball seseorang harus menggunakan mallet yang terbuat dari kayu berbentuk T dan memiliki berat kotornya sekitar 800 gram. Panjang mallet adalah 90 cm, kurang lebih 10 cm (terdiri dari pegangan dan kepala berbentuk botol). Ukuran kepala mallet berbentuk botol adalah 21,5 cm panjangnya: selisih ± 0,5 cm. Dasarnya ditutup dengan topi karet. Garis tengah topi 6,6 cm: selisih ± 0,2 cm, dasarnya setebal 1,3 cm, selisih ± 0,1 cm: tingginya 3,8 cm: selisih ±0,1 cm dan ketebalan dinding luarnya 0,5 cm.
Gambar 2, Mallet
Sumber : Soetrisno, 2015: 20
3) Gawang/Gate
Menurut Kriswanto (2016: 17) Gate semua bahannya terbuat dari kayu, berjumlah 2 buah dan berbentuk botol. Diantara dua botol terdapat cangkir kayu terbalik. Jarak dari cangkir ke botol 5 cm dengan estimasi ± 0,5 cm, diukur dari cangkir terluar dengan botol di bagian dalam. Jarak dari botol ke satu botol lainnya adalah 15 ± 0,5 cm, diukur dari bagian dalam botol dengan masing-masing.
Untuk menyatukan kedua botol menggunakan besi dengan panjang 29 cm, yang ujungnya ditutup dengan kayu berbentuk bulatan menyerupai kelereng.
Gambar 3, Gate
Sumber : Kriswanto, 2016: 18
Gambar 4, Botol Kayu pada Gate
Sumber : Kriswanto, 2016: 18
Gambar 5, Cangkir Kayu pada Gate
Sumber : Kriswanto, 2016: 19
Gambar 6, Tongkat Besi pada Gate
Sumber : Kriswanto, 2016: 19
Menurut Soetrisno (2015: 15-16), lapangan Woodball sendiri harus ditempatkan pada ladang yang berumput atau tanah, dan fairwaynya (lintasannya) harus dirancang. Pada perlombaan Woodball benda- benda alami seperti pohon,
rumpun pepohonan (semak-semak), pagar tumbuhan, gundukan tanah dapat 28 digunakan sebagai rintangan atau garis pembatas. Untuk desain permainan Woodball terdiri dari 12 fairway atau kelipatannya, panjang keseluruhan 12 fairway dari Woodball harus lebih dari 700 meter, fairway dirancang bergaris lurus atau bentuk lengkung, fairway dapat dibuatkan rintangan-rintangan sederhana/mudah dan garis pembatas sementara, lapangan Woodball memiliki jarak/panjang fairway bervariasi mulai dari 30 meter sampai dengan 130 meter, untuk garis pembatas fairway menggunakan tali bulat berdiameter 1 cm berwarna putih atau kuning.
Sedangkan untuk spesifikasi fairway (lintasan) harus dipelihara dengan teratur, dan rumput harus dipotong menjelang permainan. Lebar tiap fairway tidak kurang dari 3 meter dan tidak lebih dari 10 meter lebarnya (Kriswanto, 2016: 21). Panjang fairway disebut sebagai jarak pendek untuk 50 meter, antara 51 meter sampai dengan 80 meter sampai dengan 130 meter disebut jarak panjang. Dari jumlah 12 fairway, 4 fairway melengkung dimana 2 melengkung ke kanan dan 2 melengkung ke kiri. Dari jumlah 12 fairway, paling tidak 2 berjarak panjang dan 2 berjarak pendek. Panjang fairway diukur dari sentral point garis start sepanjang garis tengah fairway sampai dengan sentral point depan gawang. Pada setiap awalan fairway harus dibuat satu garis horizontal sebagai permulaan yang disebut garis start. Panjang garis ini 2 meter, pada ujung garis tersebut ditarik kebelakang sepanjang 3 meter sehingga mendekati empat persegi panjang, yang mana disebut sebagai daerah start. Pada ujung tiap fairway harus dibuatkan area gawang melingkar berdiameter 5 meter dengan gawang sebagai pusatnya. Area tersebut harus dibatasi sampai dengan 5 meter dalam hal pada kedua sisi gawang tidak mendukung. Diantara tepian area gawang dan batas fairway sediakan jarak 2 meter atau lebih sebagai bidang penyangga. Gawang diletakan ditengah area gawang dan dapat menghadap setiap arah fairway. Area start dan area gawang mempunyai kondisi datar dan rata tanpa hambatan.
Untuk kompetisi Woodball dibagi dalam 3 jenis kompetisi, yaitu: kompetisi tunggal (stroke competition), kompetisi ganda (double stroke competition), dan kompetisi team (team stroke competition). Sedangkan untuk metode kompetisi ada 2, yaitu kompetisi pukulan (stroke competition) dan kompetisi fairway (fairway competition). Untuk metode kompetisi ada 2, yaitu: kompetisi pukulan (stroke competition) dimana pemain yang menyelesaikan dua belas fairway atau kelipatannya dengan jumlah pukulan paling sedikit akan menjadi pemenang, dan kompetisi fairway (fairway competition) dimana para pemain yang telah memenangkan jumlah yang paling besar dari dua belas fairway atau kelipatannya dengan jumlah pukulan paling sedikit akan menjadi pemenang. Olahraga Woodball sendiri diperuntukan bagi semua kalangan dari bawah, menengah, dan atas. Selain itu olahraga Woodball juga bisa dilakukan oleh anakanak, remaja, dewasa, dan orang tua.
Berdasarkan uraian diatas mengenai kompetisi Woodball, dapat disimpulkan bahwa olahraga Woodball bisa dilakukan oleh tunggal (stroke competition), ganda (double stroke competition), dan team (team stroke competition) yang bertujuan untuk memasukan bola kedalam gate dengan jumlah pukulan sesedikit mungkin. Yang paling utama dari seorang atlet Woodball harus memiliki pemahaman yang baik, yaitu dengan latihan yang terprogram dan teratur.
Peraturan Woodball mengacu pada peraturan berdasarkan Internasional Woodball Federation (IWbF) dan Indonesia Woodball Asosiation (IWbA), secara garis besar adalah sebagai berikut:
a. Permainan Woodball dilakukan sesuai dengan peraturan dan regulasi yang telah diatur oleh panitia dan peraturan Woodball internasioal.
b. Setiap pemain harus menyelesaikan permainan mulai dari fairway ke 12 atau kelipatannya sebagaimana yang telah ditetapkan, dan hasil akhir ditentukan oleh jumlah hitungan pukulan dalam permainan.
c. Bagi para pemain yang tidak menyelesaikan salah satu dari fairway atau tidak melanjutkan permainan, maka hasilnya tidak akan dihitung.
a) Kompetisi tunggal: satu orang individu dianggap sebagai 1 unit pemain dalam kompetisi.
b) Kompetisi ganda: dua orang pemain secara berpasangan (jenis kelamin yang sama) atau campuran (berbeda jenis kelamin) dianggap sebagai 1 unit pemain dalam kompetisi.
c) Kompetisi tim: satu tim dapat terdiri dari 4 hingga 6 orang pemain dianggap sebagai 1 unit pemain dalam kompetisi.
a) Kompetisi stroke: pemain yang menyelesaikan 12 fairway atau kelipatannya dengan jumlah pukulan paling sedikit akan menjadi pemenang.
b) Kompetisi fairway: pemain yang mendapatkan jumlah angka lenbih banyak dari 12 fairway atau kelipatannya dengan jumlah pukulan paling rendah akan menjadi pemenangnya, biasanya menggunkan 4 fairway. Bila masih terdapat angka yang sama akan ditambah 1 fairway lagi.
a) Nomor kompetisi stroke: single stroke competition putera, single stroke putri, double stroke competition putera, double stroke competition putri, doublenmix stroke competition, team stroke competition putera, team stroke competition puteri.
b) Nomor kompetisi fairway: single fairway competition putera, single fairway competition puteri, double fairway competition putera, double fairway competition puteri, double mix fairway competition, team fairway competition putera, team fairway competition puteri (Kriswanto, 2016: 57).