MUR GEDHE BLIMBING
Sumber mata air bersejarah yang menyimpan kisah dan nilai budaya, kini menjadi jejak peninggalan alam dan cerita masyarakat Blimbing
Sumber mata air bersejarah yang menyimpan kisah dan nilai budaya, kini menjadi jejak peninggalan alam dan cerita masyarakat Blimbing
Di Dusun Blimbing terdapat sebuah sendang, yang diberi nama oleh warga setempat yaitu Mur Gedhe Blimbing, merupakan salah satu sumber mata air bersejarah yang berada di wilayah Dusun Blimbing, tepatnya dekat kawasan eks pabrik roti. Fasilitas ini dahulu menjadi tumpuan kebutuhan air masyarakat sebelum adanya layanan PAM, karena mata airnya mengalir alami tanpa proses pengeboran. Meski kini pemanfaatannya tidak sebesar dulu, aliran airnya masih ada dan dijaga keberlanjutannya oleh warga, yang menunjukkan bahwa sumber ini tetap memiliki nilai penting secara ekologis maupun historis.
Keberadaan Sumur Gede tidak hanya terkenal karena fungsinya, tetapi juga karena kisah legenda yang berkembang secara turun-temurun. Menurut cerita, tempat ini berkaitan dengan tokoh masa lalu bernama Kyai Randu dan Mbah Sudewo, dua pendekar yang dikisahkan terlibat pertarungan hebat. Dari peristiwa itu kemudian muncul sebuah mata air besar yang kini dikenal sebagai Mur Gedhe. Warga juga mengisahkan adanya lesung dan alu penutup sumber air yang dipercaya apabila dicabut dapat menyebabkan banjir. Hingga kini titik sumur masih diberi penanda dan dijaga secara turun-temurun, beberapa bagian kayunya tampak mulai menua namun tetap dipertahankan sebagai bukti sejarahnya.
Kini Mur Gedhe Blimbing bentuknya menyerupai sendang kecil yang dikelilingi benteng pagar cor serta dipasang plakat penanda sejarah. Cerukan air masih tampak dan alirannya masih ada, meski pemanfaatannya sudah tidak lagi digunakan untuk kebutuhan masyarakat. Area sekitarnya terlihat teduh dengan beberapa tanaman merambat yang tumbuh di permukaan dinding pagar, menunjukkan bahwa tempat ini lebih berfungsi sebagai situs historis daripada fasilitas aktif. Mur Gedhe tetap dirawat sederhana sebagai saksi perjalanan waktu, menyimpan cerita legenda mengenai sumber mata air yang muncul dari pertarungan dua tokoh masa lampau—Kyai Randu dan Mbah Sudewo—yang konon meninggalkan jejak lesung sebagai penutup mata air. Kini, Murgede menjadi titik memori kolektif warga, terjaga dalam bentuk fisik yang lebih terlindungi, sekaligus menjadi bagian penting dari identitas lokal Dusun Blimbing.