BANK SAMPAH BLIMBING BAROKAH
Gambaran singkat tentang sistem pengelolaan sampah dan kegiatan Bank Sampah Dusun Blimbing
Gambaran singkat tentang sistem pengelolaan sampah dan kegiatan Bank Sampah Dusun Blimbing
Bank Sampah adalah fasilitas pengelolaan sampah yang memiliki tujuan mengumpulkan, memilah, dan menyalurkan sampah yang memiliki nilai ekonomi dengan sistem mirip perbankan, di mana yang “ditabung” adalah sampah, bukan uang. Melalui bank sampah, masyarakat diajak untuk memilah sampah mulai dari lingkungan rumah masing-masing, lalu setelah terkumpul akan di setorkan dan ditimbang, lalu di masukkan sebagai saldo yang dapat ditukar menjadi uang atau sesuatu yang bernilai, dengan adanya bank sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Bank Sampah Blimbing Barokah mulai berdiri sekitar tahun 2018 atas inisiatif warga Dusun Blimbing yang resah dengan penumpukan sampah rumah tangga di lingkungan mereka. Sehingga, kegiatan pengelolaan sampah berjalan cukup lama dan terus berkembang sebagai gerakan lingkungan hidup. Pengurus inti Bank Sampah Barokah berjumlah sekitar 17 orang, mayoritas perempuan yang juga aktif sebagai anggota PKK ikut terlibat di dalamnya.
Terdapat sistem kepengurusan di jelaskan bahwa warga diminta memilah sampah dari rumah, kemudian satu bulan sekali sampah terpilah ditimbang, lalu dipilah ulang, dan setelahnya diambil oleh pengepul. Sampah yang diterima terutama berupa sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam yang memiliki nilai jual untuk didaur ulang. Hasil penjualan dicatat atas nama masing‑masing anggota; sebagian besar nasabah memilih menabung dan mencairkan tabungannya pada momen tertentu, seperti menjelang akhir Ramadhan, sementara sebagian lain mengikhlaskan saldonya sebagai donasi untuk operasional bank sampah.
Wadah penampungan sampah (bagor) diberi label nama sehingga memudahkan pencatatan dan transparansi bagi seluruh anggota. Bank Sampah Barokah juga telah terdaftar resmi di Dinas Lingkungan Hidup dan memiliki badan hukum sehingga kegiatannya diakui pemerintah, selain itu bank sampah ini pernah mendapat bantuan kendaraan viar untuk operasional pengangkutan sampah sebagai bentuk dukungan langsung dari pemerintah daerah.