Pola busana adalah potongan-potongan kertas yang merupakan prototipe bagian-bagian pakaian atau produk jahit-menjahit (Fitra, 2020). Menurut Porrie Muliawan (2006) pola adalah potongan kain atau kertas yang dipakai sebagai contoh untuk membuat pakaian. Sedangkan pola dasar adalah pola yang dibuat sesuai ukuran yang belum mengalami perubahan-perubahan dan sebagai dasar dalam membuat pola sesuai desain/model. Bagaimanapun baiknya desain pakaian, jika dibuat berdasarkan pola yang tidak benar dan garis-garis pola yang tidak luwes seperti lekukan kerung lengan, lingkar leher, maka busana tersebut tidak akan enak dipakai. Pola yang Untuk membuat pola dasar badan anak tidak memperluka banyak ukuran seperti pola dasar dewasa. Ada dua jenis pola yang sering digunakan dalam pembuatan busana anak yaitu:
1) Pola Konstruksi, yaitu pola yang dibuat berdasarkan ukuran badan sipemakai dan digambar dengan perhitungan secara matematika sesuai system pola kontruksi masing-masing. Ada beberapa macam pola kontruksi diantaranya pola system praktis, system dressmaking, system meyneke, system charmant, Sistem Aldrich, dll
2) Pola standart, yaitu pola yang dibuat berdasarkan ukuran yang telah distandartkan seperti ukuran S, M, L, XL ataupun dengan ukuran dalam bentuk penomoran
Pola busana anak dengan sistem apapun dapat digunakan sebagai dasar pembuatan pola. Masing-masing system pola memiliki kekurangan dan kelebihan yang penggunaanya disesuaikan dengan kebutuhan. Pada pembelajaran ini, akan disampaikan pembuatan pola dasar anak dengan sistem Aldrich dan sistem meyneke.
Tanda pola digunakan untuk mengkomunikasikan penggambaran dan perubahan bentuk model busana (Firdayantie, 2022). Berikut adalah tanda pola yang digunakan dalam pembuatan pola:
1. Pola Dasar Badan Anak Sistem Meyneke Ukuran
Lingkaran Badan : cm
Panjang Punggung : cm
Lebar Punggung : cm
Lebar Muka : cm
Panjang Bahu : cm
Keterangan Pola Dasar badan
A – B = C – D : ½ lingkar badan
A – C = B – D : panjang punggung
A – E = B – F : ½ Panjang punggung, buat garis mendatar
A – G = B – I : 1/8 x (1/2 lingkar badan) + 0,5 cm
A – H : 1/8 x (1/2 lingkar badan) + 1,5 cm
Dari titik B turun 1 cm, buat garis kerung leher muka dan belakang.
A – J = C – J : ½ x A – B, buat garis vertical
J – K : 1/10 x (1/2 lingkar badan) buat garis mendatar
E – L = F – M : ½ lebar punggung, buat garis vertical
G – N = I – O : Panjang bahu, buat garis bahu dan kerung lengan
Dari titik C turun 2 cm, masuk 5 cm dan buat kup sebesar 2 cm
POLA DASAR LENGAN ANAK
Skala 1:4
Ukuran
Lingkar Kerung : cm
Lengan : cm
Panjang Lengan : cm
POLA CELANA ANAK I
Skala 1:4
UKURAN
LInkar Panggul :
Panjang Celana :
Tinggi Duduk :
Lubang kaki :
Keterangan
A – B : Panjang Celana
A – C : Tinggi duduk + 3 cm
A – D : ¼ Lingkar panggul
A – E : A – D
E – E’ : ¼ C E
E – F : ½ C E
D – D’ : 3 cm
Buat garis dari A ke D’
Buat garis pesak depan dari D ke E’
Buat garis pesak belakang dari D’ ke F
B – G : ½ Lingkar kaki – 2
G – G : 4 cm
Garis sisi dalam depan (E’ – G) harus sama dengan garis sisi dalam belakang (F – G ‘)
POLA CELANA ANAK II
Skala 1:4
Keterangan Pola Depan Dan Belakang
K – O = ½ K C
H – N = ½ H C
Buat garis tegak lurus dari O dan N
Kupnad depan 2 cm
J – M = ¼ Lingkar Pinggang +2 cm
Dari titik G mundur 1,5 cm dan naik 1 cm = P
P – L = ¼ LIngkar Pinggang + 2 cm
Kupnad belakang 2 cm (jaraknya 4 – 6 cm dari titik P)
Buat garis pesak depan dari J hingga K melalui garis D
Buat garis pesak belakang dari P hinga H melalui garis D
Buat faris panggul dari M ke D dan L ke D
K – K’ = 1,5 cm
H – H’ = 1,5 cm
B – Q’ = 3 cm
B – Q = 3 cm
Q – R = R – S
Q’ – R’ = R’ – S’
Pola busana adalah elemen penting dalam proses pembuatan pakaian yang berfungsi sebagai panduan untuk memotong dan menjahit kain sesuai dengan desain dan ukuran yang diinginkan. Proses pembuatan pola melibatkan langkah-langkah mulai dari mengambil ukuran tubuh, membuat sketsa desain, membuat pola dasar, menyesuaikan pola, memotong kain, hingga menjahit pakaian. Bagus tidaknya suatu busana dikenakan seseorang sangat dipengaruhi oleh kebenaran dari pola tersebut. Dengan adanya pola yang sesuai ukuran, kita dengan mudah membuat busana yang dikehendaki.
Pembuatan pola busana anak harus memperhatikan bentuk tubuh anak. anak-anak cenderung memiliki perut yang membuncit dan tidak berpinggang sehingga pada pembuatan pola tidak perlu membentuk bagian pinggang dan pada bagian Tengah Muka badan harus diturunkan sehingga hasil busana tidak akan naik jika digunakan