Negara
Dasar hukum
Ketetapan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah Nomor: Des 52/2/18-104, Tanggal 4 September 1963
Hari jadi
7-0 Desember 1254
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Kecamatan: 8
Kelurahan: 21
Desa: 46
Luas
• Total
395,83 km2 (152,83 sq mi)
• Total
196.716
• Kepadatan
497/km2 (1,290/sq mi)
Demografi
• Agama
Islam 99,47%
Kristen 0,41%
- Protestan 0,30%
- Katolik 0,11%
Buddha 0,06%
Lainnya 0,05%[3]
• IPM
68,73 (2020)
Sedang[4]
DD xxxx F*
Kode Kemendagri
73.03
Rp 534.375.113.000,- (2020)[5]
Utara
Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai
Timur
Selatan
Kabupaten Jeneponto dan Laut Flores
Barat
Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto
Luas wilayah Kabupaten Bantaeng adalah 395.83 km2. Kabupaten Bantaeng terletak pada garis lintang antara 5°21’13’’ - 5°35’26’’ Lintang Selatan dan 119°51’42’’ - 120°05’27’’ Bujur Timur. Bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Gowa, sedangkan bagian selatan berbatasan dengan laut Flores. Bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba, sedangkan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Jeneponto. Wilayah Kabupaten Bantaeng terbagi menjadi pegunungan, dataran, dan pantai yang aman sebagai pelabuhan. Perkembangan wilayah Kabupaten Bantaeng merupakan akibat baik dari ketersediaan air dari pegunungan melalui sungai, terhubungnya wilayah Bantaeng dengan wilayah lain melalui laut, dan tersedianya lahan yang memadai bagi pemukiman masyarakat. Pengembangan komoditaspertanian dan perkebunan terjadi karena ruang daratan yang subur. Pada masa kerajaan di Sulawesi Selatan, wilayah Kabupaten Bantaeng menjadi daerah yang diperebutkan antara Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone.[6]
Pemandangan Jalan Di bantaeng
Pemandangan Jalan Di bantaeng Sekita Tahun 1900
Peta Administrasi Kabupaten Bantaeng