Model Atom Thomson
Model atom Thomson berdasarkan kepada percobaan tabung sinar katoda. Tabung itu berupa tabung kaca yang sebagian besar udaranya sudah disedot keluar. Ketika dua lempeng logam dihubungkan dengan sumber tegangan tinggi, lempeng yang bermuatan negatif, disebut katoda, memancarkan sinar yang tidak terlihat. Sinar katoda ini tertarik ke lempeng bermuatan positif, yang disebut anoda. Sinar itu akan melalui suatu lubang dan terus merambat menuju ujung tabung yang satunya. Ketika sinar ini menumbuk permukaan yang telah dilapisi secara khusus, sinar katoda tersebut menghasilkan pendaran yang kuat, atau cahaya yang terang. Dari hasil percobaan tersebut, J.J. Thomson berkesimpulan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel sub-atom) yang bermuatan negatif (1,6022 x 10-19 C) dan mempunyai massa 9,10 x 10-28 gram, dan selanjutnya oleh Stoney diusulkan nama elektron. Teori atom Thomson ini dikenal dengan nama teori atom Roti Kismis. Sir J.J. Thomson tahun 1897 memperlihatkan elektron dengan teorinya sebagai berikut:
Atom merupakan bola yang bermuatan positif, pada tempat-tempat tertentu ada elektron yang bermuatan negatif.
Jumlah muatan positif sama dengan muatan negatif.
Kelemahan teori atom Thomson, yaitu teori atom Thomson tidak dapat menjelaskan kedudukan elektron dalam atom, hanya menyatakan berada dipermukaan, karena ditarik oleh muatan positifnya.