Alqoonun Indonesia l Solusi Sehat tanpa Obat - Terapi - Herbal -
Spondilosis adalah gangguan degeneratif pada tulang belakang, umumnya menyerang diskus, ligamen, dan sendi. Nama lainnya adalah osteoartritis tulang belakang.
Spondilosis biasa terjadi pada leher (spondilosis servikal) atau punggung bagian bawah (spondilosis lumbar).
Pada penderita gangguan ini, diskus pada ruas tulang belakangnya tidak lagi lentur dan ligamennya menebal. Penurunan kondisi ini dapat dimulai dengan cedera diskus atau mengeringnya cairan dalam diskus akibat penuaan.
Gangguan ini umumnya tidak bergejala dan penderitanya mungkin tidak menyadari telah menderita spondilosis tulang belakang.
Jika bergejala, umumnya berbentuk sebagai berikut:
Leher nyeri dan kaku
Punggung bagian bawah nyeri dan kaku
Kesulitan meluruskan punggung
Salah satu atau kedua lengan, tangan, tungkai, atau kaki terasa kesemutan
Salah satu atau kedua lengan, tangan, tungkai, atau kaki terasa kaku dan lemas
Spondilosis terjadi karena tekanan berulang akibat beban berlebih pada tulang belakang, penurunan fungsi akibat penuaan, serta cedera.
Penyebab lainnya yaitu:
Dehidrasi diskus akibat penuaan. Diskus pada tulang belakang berfungsi sebagai bantalan antara ruas tulang belakang. Pada usia 40-an tahun, diskus tulang belakang mulai mengering dan mengecil. Akibatnya, gesekan antara ruas tulang makin sering terjadi.
Herniasi diskus (saraf terjepit) akibat penuaan. Seiring bertambahnya usia, bagian luar diskus tulang belakang mulai keropos dan berpotensi robek sehingga diskus menyembul keluar (herniasi) dan menekan sumsum tulang belakang dan akar saraf.
Taji tulang akibat degenerasi diskus. Ketika diskus keropos, tubuh akan membentuk tonjolan tulang ekstra untuk menstabilkan segmen tulang belakang. Taji tulang sering kali mengakibatkan akar saraf atau sumsum tulang belakang terjepit.
Ligamen kaku akibat penuaan. Ligamen adalah jaringan seperti tali yang berperan sebagai pengikat antartulang. Seiring waktu, ligamen dapat menjadi kaku dan membuat punggung tidak lagi elastis.
Faktor risiko spondilosis antara lain:
Usia
Faktor genetik
Pekerjaan dengan gerak leher atau punggung yang monoton dan mengangkat beban berat
Riwayat nyeri leher atau punggung
Merokok, yang terbukti memperparah nyeri leher dan nyeri punggung
Dalam sejumlah kasus saraf terjepit akibat spondilosis, kerusakan saraf yang terjadi mungkin permanen dan dapat menimbulkan:
Nyeri berkepanjangan,
Rasa lemas dan limbung, khususnya saat menaiki tangga
Kesulitan berjalan
Ketidakseimbangan atau goyah saat berjalan
Spondilosis juga dapat menimbulkan gangguan berikut:
Spondilolistesis terjadi karena menurunnya kondisi diskus pada tulang belakang sehingga tidak kuat menopang segmen tulang belakang dan menyebabkan ketidakstabilan. Ruas tulang belakang dapat bergeser dari posisinya dan menekan saraf.
Mielopati spondilosis servikal (saraf tulang belakang tertekan) adalah penurunan kondisi tulang belakang akibat penuaan yang menyebabkan saraf tulang belakang menyempit dan tertekan. Gangguan ini umum terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas.
Gejalanya meliputi:
Leher kaku
Lengan atau tangan kesemutan atau mati rasa
Lengan, tangan, dan kaki terasa lemas
Kesulitan memegang atau menggenggam barang
Tidak seimbang saat berjalan
Kurangnya koordinasi gerak dalam kemampuan motorik halus, misalnya memakai sumpit, memainkan alat musik, mengancingkan baju, atau menulis
Radikulopati (saraf terjepit) adalah gangguan akibat tertekannya akar saraf tulang belakang. Radikulopati dapat terjadi di berbagai area di sepanjang ruas tulang belakang, yaitu leher (servikal) atau punggung bawah (lumbal).
Gejala umum radikulopati yaitu nyeri, mati rasa, dan kesemutan.
Nyeri punggung dapat dicegah dengan menjaga kesehatan punggung serta memperbaiki postur tubuh dan gaya hidup.
Hindari duduk berlama-lama. Luangkan waktu sejenak setiap satu jam untuk berdiri, berjalan, dan meregangkan tubuh.
Saat duduk, gunakan sandaran punggung bawah untuk bersandar dan menopang punggung.
Terapkan praktik ergonomi yang baik. Duduklah tegak dengan kedua kaki menapak lantai, serta siku, lutut, pinggang, dan pergelangan kaki membentuk sudut 90 derajat.
Bagian atas layar komputer harus sejajar dengan mata sehingga Anda menunduk dalam sudut 15-20 derajat saat menatapnya agar leher tidak tegang.
Jika harus mengetik dalam waktu lama, duduklah dekat dengan meja dan sandarkan siku ke meja agar bahu dan leher lebih rileks.
Jalankan latihan peregangan dan penguatan secara rutin.
Terapkan postur tubuh yang benar saat mengangkat benda berat.
Jangan merokok.
Buka : Senin sd Minggu (Hari Jum'at Libur) Jam : 08.00 sd 17.00 wib