Penulis : Munif Chatib
Penerbit : Kaifa, 2015 (PT. Mizan Pustaka)
Page : xi + 194
Oleh : Citra Dwi Wahyuni
Novel karya bapak Munif Chatib ini sangat menarik, bagian demi bagian, lembaran demi lembaran, membawa saya (pembaca) menyelami sisi lain dunia pendidikan, yaitu pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Dikisahkan sepasang suami-istri (Alwan & Salma) menanti kelahiran bayi pertama mereka. Tetapi kehamilan Salma bermasalah, ia mengalami “Adenomiosis” (= penipisan dinding rahim). Sehingga ketika rahim berkontraksi ketika melahirkan, dinding yang tipis tadi banyak yang rusak. Akibatnya terjadi pendarahan hebat. Salma selamat. Tetapi kemungkinan Salma untuk mengandung lagi sangat kecil.
Putri mereka diberi nama BELLA. Memasuki usia 2 tahun, Bella hanya dapat mengucapkan “Ba” “Ba” dan “Ma” “Ma”. Jauhari, seorang psikiater dan juga sahabat Alwan mengatakan bahwa Bella mengalami “Disleksia” (= hambatan di otak yang menyebabkan seorang anak sulit berbicara dan membaca). Penyebab utamanya adalah masalah nutrisi pada saat si ibu hamil.
Bella tidak diterima di TK karena lambat bicara. TK favorit tidak ada yang mau menerimanya. Bella disekolahkan di Taman bermain bernama “Rumah Kupu-kupu”. Selama 2 tahun lamanya Blla bersekolah disana. Menjelang usia 7 tahun, baru 10 kata yang mampu diucapkan.
Bella diterima masuk SD. Teman-temannya menyukai Bella. Tetapi tantangan justru datang dari guru. Seorang guru marah pada Bella sebab merasa Bella lamban bicara, apalagi membaca. Hingga suatu hari Bella mogok sekolah. Jauhari mengatakan akan ada hambatan baru dalam kehidupan Bella, yaitu “Diskalkulia” (= hambatan dalam kemampuan berhitung).
Lembar-lembar novel ini kembali mengingatkan makna pendidikan dan peran guru yang sesungguhnya. Sekolah Bunga Bangsa yang diceritakan di novel ini menjadi sekolah yang mengembangkan kelebihan (potensi terbaik) peserta didik. Bukan sekolah yang hanya mementingkan akademik semata.
Bagaimanakah perkembangan Bella selanjutnya setelah mengalami disleksia dan diskalkulia? Temukan jawabannya di novel ini.
Judul buku : Hujan
Penulis : Darwis Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : ke-1, Januari 2016
Tebal Halaman : 320 halaman
Berawal dari pertemuan Lail dengan Elijah di sebuah ruangan terapi. Lail menemui Elijah hanya untuk satu tujuan: ingin menghapus ingatannya tentang hujan. Lail sangat ingin melupakan hujan, baginya hujan selalu turun dimasa tergelapnya.
Delapan tahun yang lalu, 21 Mei 2042. Bayi ke sepuluh miliar lahir ke dunia. Saat itu pertambahan penduduk bumi tidak dapat lagi dibendung, ketika dunia sedang mencari jalan keluar permasalahan merebaknya orang-orang di bumi ditambah krisis air yang mencekik, tiba-tiba alam menyediakan solusinya tersendiri.
Letusan gunung Purba terjadi dengan sangat dahsyat, menyemburkan material vulkanik setinggi 80 kilometer yang menghancurkan apa saja dalam radius ribuan kilometer. Suara letusan terdengar sampai jarak 10.000 kilometer. Letusan itu tak disangka berhasil mengurangi jumlah penduduk di dunia hanya dalam waktu hitungan menit.
Lail yang waktu itu masih berusia 13 tahun, mendadak sebatang kara. Kedua orang tuanya meninggal dalam kejadian yang tak terlupakan oleh dunia.
Takdir membawa Lail bertemu dengan Esok. Laki-laki yang menyelamatkannya dari reruntuhan tangga kereta api bawah tanah. Esok masih berusia 15 tahun saat itu.
Esok sudah lama kehilangan ayahnya, dan setelah bencana itu, Esok pun kehilangan ke-4 kakaknya. Sementara ibu Esok mengalami luka yang cukup parah, sehingga kedua kakinya harus diamputasi.
Esok adalah anak yang cerdas dan baik. Ia dan Lail berteman sangat dekat semenjak kejadian itu, Esok pun menjadi sosok kakak untuk Lail, yang kelak ia akan menjadi sosok yang sangat berharga bagi Lail.
Suatu hari ada kabar Esok akan diadobsi oleh orang kaya, hal itu membuat Lail sedih. Mereka harus berpisah, entah kapan akan bertemu lagi, tak ada yang tahu pasti.
Sementara Lail masuk ke panti sosial, tempat penampungan anak-anak seusianya. Di Panti Sosial inilah Lail bertemu dengan Maryam, gadis kecil yang akan menjadi sahabat baik Lail.
Dengan tegar Lail menjalani hidupnya, waktu berlalu begitu cepat. Hari berganti hari, iklim pun terus berubah. Lail beranjak tumbuh dewasa, sambil terus menerka-nerka: kan kemana ujung kisah hidupnya akan bermuara.
Segala pahit manis kehidupan telah di laluinya, berjuta memori mengisi hari-hari Lail. Tentang kebahagiaan, tentang kesedihan, tentang pertemuan, tentang perpisahan, tentang cinta, tentang hujan. Semuanya berkelanyut di kepala Lail, berkeliling, menambah kalut pikirannya. seperti benang kusut, susah untuk di benahi. Membuat Lail sedih, bingung dan merasa sesak, yang akhirnya Lail nekat menemui dokter ahli saraf untuk menghapus sebagian ingatannya, yakni ingatannya tentang hujan, terutama tentang Esok.
Novel HUJAN ini memang penuh dengan misteri. Pertama, dari judulnya sudah membuat orang penasaran dan ‘kena’ karena kosakata hujan sendiri sangat berkaitan dengan perasaan seseorang. Kedua, sinopsis di belakang bukunya, bayangkan saja disitu hanya disebutkan tentang persahabatan, tentang cinta, tentang melupakan, tentang perpisahan dan yang terakhir tentang hujan. Coba siapa juga yang tidak penasaran ketika melihat sinopsis novel hujan tersebut. Terutama bagi mereka yang sudah menjadi penggemar tulisan tere liye. Wah itu sinopsisnya kena semua.
Disini, saya gak akan cerita banyak tentang novel ini. Mungkin hanya sedikit gambaran aja tentang isi dari novel hujan ini. Karena takutnya kalau diceritain banyak pada gak penasaran nantinya hehe
Novel HUJAN ini memang istimewa. Tema yang diusung gak sesederhana tema novel romantis kebanyakan. Porsinya tak hanya untuk seputar cinta remaja melainkan ada bumbu-bumbu ilmiahnya. Kamu pernah nonton film divergent atau hunget games? Nah kurang lebih seperti itu latar belakangnya. Masa depan dengan teknologi mutakhir dan kehancuran gitu. Pas pertama kali baca mungkin akan sedikit membosankan (mungkin karena saya gak terlalu suka bacaan ilmiah mungkin ya? hehe) tapi semakin dibaca kok semakin asik. Serius. Penggambaran tere liye tentang teknologi dan penjelasan ilmiah lainnya dibuat sederhana tapi bener-bener membuat pembacanya mengerti.
Tokoh yang diusung tidak terlalu banyak. Tokoh utamanya bernama Lail, perempuan yang menjadi yatim piatu karena bencana alam yang tejadi kala itu. Ada kepedihan yang terasa ketika perempuan berusia 13 tahun menyaksikan sendiri ibunya yang tidak selamat. Lail nanti akan menjadi perawat. Nanti juga akan ada tokoh Esok, Maryam, dan Claudia.
Dalam novel ini kamu akan merasakan bagaimana rasanya harus tegar ketika ditempa masalah, melangkah maju ketika masalah begitu berat, dan rasanya jatuh cinta. Ada rasa ketika rindu bertemu pasangan, bertemu kembali setelah sekian lama tidak bertemu, dan cemburu. Yang pernah atau sedang remaja mungkin akan tersenyum melihat tingkah Lail. Imajinasimu benar-benar akan dibuat terbang oleh Tere Liye.
Kalau kamu baru pertama kali membaca buku dengan tema science-fiction ini, mungkin kamu akan suka dengan tema itu karena Tere Liye. Setiap novel yang dibuat tere liye selalu menghadirkan kejutan bagi penggemarnya. Tema dari setiap novel yang dibuat selalu berbeda dan membawa rasa baru sehingga pembaca akan terkejut dibuatnya.
Nilai Buku
nilai buku yang bisa diambil adalah belajar tegar menghadapi permasalahan,terus melangkah maju meskipun masalah tersebut sangat berat
novel hujan ini memang penuh dengan misteri.yang pertama dari judulnya sudah membuat orang penasaran dan "kena" karena kosakata hujan sendiri sangat berkaitan dengan perasaan seseorang. Kedua sinopsis diblakang bukunya bayangkan saja disitu hnya disebutkan tentang persahabatan,tentang cinta,tentang melupakan l,tentang perpisahan dan yang terakhir tentang hujan. Coba siapa juga yang tidak penasaran ketika melihat sinopsis novel hujan tersebut. Terutama bagi mereka yang sudah menjadi penggemar tulisan Tere Liye itu semua sinopsisnya kena semua.
Jenis Buku
Pada buku Hujan merupakan cerita fiksi karena tokoh dan ceritanya merupakan karangan penulis (khayalan penulis)
Terima kasih untuk tere liye yang sudah membuat karya hebat. Semoga makin banyak penulis sepertimu..
Bagi kalian yang sudah pernah atau baru membaca karya Tere Liye ini maka kalian wajib untuk membaca novel hujan ini.
Mencoba Sukses
Judul Buku : Mencoba Sukses
Penulis : Adhitya Mulya
Penerbit : Gagas Media
Tahun Terbit : 2012
Review :
Covernya digarap dengan gaya fotografis buku catatan. Kelihatannya, mencoba menggambarkan benda yang memegang peran penting dalam cerita ini, yaitu (catatan) naskah film. Dan itu, menjadi faktor ke dua yang membuat pembaca setianya mungkin akan ‘pangling’ dengan karyanya yang satu ini.
Seperti yang Adhit bilang di kata pengantarnya, buku ini terlahir dari kegelisahannya, atau mungkin tepatnya: kegelisahannya melihat film Indonesia yang temanya horror melulu. Karena tema horror laku, maka para produsen film seperti malas untuk membuat tema lain. Maka bermunculanlah film horror yang makin lama terkesan semakin dipaksakan, dengan sosok-sosok gaib yang semakin aneh-aneh. Sebagian penonton protes, tapi sayangnya yang protes masih kalah banyak dengan yang doyan. Makanya film sejenis tetep diproduksi, karena masih laku.
Buku ini lantas mengajak pembaca menelusuri cerita dari sisi sebaliknya. Alkisah gentayangan lah sesosok pocong yang lagi merintis karir di dunia film. Sebenernya sudah banyak sekali buku komedi yang mengangkat tokoh Pocong serta mahluk gaib lainnya. Cek saja ke toko buku, bisa sampai 1 rak sendiri. Adhit menulis buku ini sebagai kritik atas eksploitasi alam gaib di dunia kreatif Indonesia. Bukan cuma itu, dia juga menyentil berbagai bidang lain yang membuat ceritanya semakin kaya. Yang paling mudah diingat saya adalah kebiasaan orang yang suka campur aduk berbicara dengan selipan kata bahasa Inggris, padahal ngawur.
Secara umum, buku ini cukup menghibur dan tampil beda di tengah buku-buku pocong lainnya. Cuma saya membayangkan akan lebih ramai lagi kalau ciri khas masing-masing tokoh digarap lebih dalam lagi, seperti: bagaimana caranya Babi Ngepet bawa motor? atau bagaimana caranya Pocong mengetik?
Yang jelas, kalo buku ini diangkat ke layar lebar, akan jadi tontonan yang unik banget! Siapa kira-kira pemeran Babi Ngepetnya, ya?
Humor Ngaji Kaum Santri
Judul Buku : Humor Ngaji Kaum Santri
Penulis : Hamzah Sahal
Penerbit : Pustaka Pesantren
Tahun Terbit : 2004
Review :
Seperti diakui banyak orang, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang ketat dan sarat dengan aneka ragam peraturan. Peraturan yang ada teteap dilanggar dan tidak membuat disiplin para santri. Mungkin hal ini sudah menjadi watak manusia. Sehingga tidak berlebihan apabila orang mengatakan bahwa pesantren adalah “penjara suci”. Penjara suci yang tidak tersentuh oleh hokum.
Dalam buku ini diceritakan tentang hal-hal apa saja yang terjadi pada sebuah pesantren dan tidak terkecuali pada Boarding School seperti Al Kausar ini. Hal-hal tersebut bisa saja aneh namun membuat ingin tertawa bagi siapa saja yang mendengarnya jika diceritakan.
Karakter-karakter pesantren yang demikian itu oleh Hamzah Sahal ditulis menjadi sebuah buku “humor ”. Yang menarik dari buku ini, walaupun ditulis gaya humor yang menokohkan “Ngalim” (nama santri yang dibuat penulis). Ceritanya terkesan lucu tak bermakna pada tiap bagian sub judul, tapi mempunyai kekuatan pemakaian serangkai kaidah fikih yang menjadi materi pengajian di berbagai pesantren.
Dan sah-sah saja menyampaikan kebaikan diselingi dengan humor, karena Nabi Muhammad SAW pun pernah berjenaka. Al-kisah, seorang nenek yang rajin salat, sedekah, puasa, tahajud dan semacamnya pernah bertanya kepada Nabi, “Apakah nenek-nenek bisa masuk surga, ya Rasul?”. Dijawab oleh Nabi “Nenek tidak masuk surga”. Nenek tadi menangis menyesali perbuatan baiknya. Kemudian Nabi melanjutkan candanya, “Di Surga tidak ada nenek. Nanti Tuhan merubah rupa Anda menjadi muda (gadis) kembali baru dimasukkan surga”.
Buku ini berisi 50 judul kaidah, terdiri dari 5 kaidah pokok, 40 kaidah umum yangmuttafaq ‘alaih, 5 kaidah merupakan turunan dari kaidah al-yaqinu la yuzalu bi asy-syakki, at-tabi’u tabi’un, dan yang semakna dengan al maisaru la yasquthu bi al-ma’sur. Selanjutnya. Selamat membaca.
5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan Ajaran Nabi
Judul Buku : 5 Pesan Damai Lebih Dekat dengan Ajaran Damai
Penulis : vbi_djenggotten
Penerbit : Zahira PT Zaytuna Ufuk Abadi
Tahun Terbit : 2013
Review :
Buku ini merupakan komik Islami yang diceritakan dengan gambling oleh komikus vbi_djenggotten dengan sangat apik. Suatu saat saya merasa terusik dengan salah satu siswa kelas VII SMP Internat Al Kausar yaitu tertawa-tawa sendiri sambil membaca serta dalam kesendirian di kamarnya di asrama. Lalu saya dekati dan ternyata siswa tersebut sedang membaca buku komik ini. Saya pun tertarik ingin membacanya juga, karena dari sampulnya saja menarik, yaitu tertulis “Tidak mengajarkan terorisme”, Tidak mengajarkan kebiadaban, apalagi nge-bom orang tak bersalah”. Wow sangat menarik bukan?
Akhirnya saya mengutarakan niat saya untuk meminjam buku komik tersebut dan saya membacanya dengan singkat karena memang berupa komik ringkas, dan memang isinya mengenai perdamaian dalam pandangan Islam serta dalam pandangan umum. Buku komik ini membahas masalah jihad dan terorisme, lalu masalah rumpi, serta gengsi. Dan masih banyak lagi yang dijelaskan dalam buku komik ini.
Sebetulnya masih banyak manfaat yang bisa diambil dari buku komik ini karena memang bahasanya mudah dipahami dan sangat bagus dibaca oleh anak-anak. Selamat membaca juga ya bagi para orang tua!
99 Pesan Nabi (Edisi Lengkap Komik Hadis Bukhari-Muslim)
Judul Buku : 99 Pesan Nabi (Edisi Lengkap Komik Hadis Bukhari-Muslim)
Penulis : vbi_djenggotten
Penerbit : Zahira PT Zaytuna Ufuk Abadi
Tahun Terbit : 2014
Review :
Awalnya saya tidak begitu tertarik dengan komik. Hal ini aneh ketika saya menemukan sebuah komik tergeletak di meja depan tetevisi di asrama Al Kausar Boarding School. Dari sampulnya saja sudah ketahuan bahwa ini untuk anak-anak. Namun saya terlalu penasaran dan akhirnya membuka komik itu dan membacanya secara acak. Isinya sungguh menarik. Kita seperti dibimbing oleh gambar-gambar yang bercerita dan itu lebih mudah dipahami. Buku yang saya temukan ini adalah 99 Pesan Nabi, dan ternyata milik salah seorang siswa Al Kausar Boarding School.
Buku komik ini berupa cerita-cerita singkat dalam bentuk komik mengenai 99 perilaku sesuai pesan Nabi Muhammad SAW dalam Hadits Bukhari dan Muslim. Cerita-cerita dikemas secara apik dan sangat menarik. Wow sangat cocok untuk dibaca setiap anak muslim. Di dalamnya juga terdapat hadits acuannya dalam masing-masing ceritanya.
(curhat psikologi anak)
Ema Salamah Titip Non fiction
Penulis : Leila Ch. Budiman
Penerbit : Kompas
Tahun : 2006
Hal : 172
Sekali lihat saja judul buku tipis ini mampu mebuat tangan saya langsung meraihnya dideretan buku perpustakaan Al kausar . Alasan utama tentunya karena saya adalah ibu dari satu anak yang ingin tahu lebih banyak tentang dunianya. Alasan kedua adalah karena saya berinteraksi dengan siswa-siswa yang berasal dari keluarga yang beragam yang menghasilkan karakteristik yang beragam pula. Setidaknya dengan membaca buku ini, saya berharap dapat lebih memahami dan membantu mereka juga diri sendiri.
Tidak bisa dipungkiri bahwa semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak- anak mereka, baik itu dari segi pendidikan, kehidupan dan perkembangannya. Cara orang tua dalam mewujudkan keinginan tersebutpun beragam, walaupun sebenarnya memiliki pola kesamaan berulang yang dilakukan oleh orang lain di kota maupun dibelahan bumi lain. Perlakuan orang tua tersebut banyak yang membuat anak-anak mereka berhasil seperti yang diharapkan, akan tetapi tidak jarang pula menghasilkan kegagalan. Banyak factor yang sebenarnya mempengaruhi hal tersebut tidak hanya perlakuan orang tua. Tapi mungkin dengan membaca buku ini kita setidaknya bisa mengurangi salah satu factor kegagalan tersebut.
Saya berikan sedikit gambaran tentang buku ini ya readers. Buku ini berisi tentang berbagai permasalahan seputar dunia anak maupun sikap orang tua yang memicu masalah itu muncul pada anak. Tertuang dalam bentuk surat-surat nyata tentang masalah yang dihadapai pembaca harian ‘Kompas’ baik berasal dari anak maupun dari orang tua yang kemudian ditanggapi oleh seorang psikolog, ibu Leila, penulis buku ini. Tak hanya tanggapan psikolog tersebut yang disajikan dibuku ini, akan tetapi tanggapan dari pembaca lainpun disertakan. Sehingga pemecahan masalah yang didapatkan berasal dari berbagai sudut pandang lain. Seperti permasalahan bapak A yang mendapatkan surat dari anaknya yang berkuliah dikedokteran, akan tetapi meminta izin untuk tidak menjadi dokter menjelang akhir perkuliahan. Sang anak dalam suratnya mengungkapkan bahwa dia akan menyelesaikan kuliahnya sampai akhir untuk mewujudkan keinginan orang tuanya dan sebagai bentuk tanggungjawabnya terhadap semua biaya yang telah dikeluarkan. Akan tetapi dia tidak akan mengikuti Co ass . Hanya sampai tahap itu karena sang anak merasa tidak sanggup, tidak nyaman , dan tidak menikmati profesi itu walaupun dia sanggup mempelajarinya. Coba bayangkan apa yang harus dilakukan sang Ayah? Apa jawaban psikolog? Hmmm… Masih banyak lagi surat pembaca dengan berbagai masalah yang memang sering ditemukan disekeliling kita. Dari anak yang bosan belajar karena lebih cerdas dari anak seusianya, anak yang selalu jadi nomor satu, guru killer, dll. Temukan solusi permasalahan tersebut dibuku ini. Siapa tahu bisa membantu untuk menjadi orang tua terbaik dan bijaksana untuk anak anda dan siswa.
Arty Yuniar
Penulis : Wendelin Van Draanen
Tebal : 272 Halaman
Penerbit : Orange Books
Yang membuat novel ini unik adalah cara penulis bercerita menggunakan 2 sudut pandang tokoh utama, Bryce dan Julie. Setiap chapter tokoh utama bergantian menarasikan cerita. Hal ini membuat pembaca akan memahami perasaan dari masing-masing tokoh utama. Meskipun terlihat rumit karena banyak adegan berulang, alur cerita novel ini sangat sederhana.
Diceritakan pada novel ini, pada saat kelas 6, Bryce pindah ke rumah baru yang bertetangga dengan Julie, seorang gadis seumuran dengan dirinya. Julie adalah gadis yang menurut Bryce aneh karena dia suka berbicara dengan ayam dan naik pohon. Sementara, Julie langsung naksir Bryce, karena dia mempunyai mata biru yang indah. Julie berusaha mendekati Bryce dan menempel terus kemanapun dy pergi. Sebaliknya, Bryce selalu memikirkan cara menghindari Julie.
Hingga suatu hari, pohon kesayangan Julie, tempat dia merasa tenang dan bahagia, akan ditebang oleh pemiliknya. Dengan tekad kuat dia berusaha mempertahankan pohonnya ketika para tukang datang untuk menebang. Akhirnya, dengan bujukan ayahnya, dia bersedia turun. Hal itu menjadi berita di koran local dan Julie pun menjadi terkenal. Bryce mulai memperhatikan Julie dan mulai tertarik. Sebaliknya, Julie mulai menghilangkan rasa sukanya terhadap Bryce karena Julie merasa Bryce tidak seperti yang dipikirkannya setelah Julie memergoki Bryce membuang telur yang diberikannya.
Novel ringan ini banyak memberikan pesan moral yang bisa kita petik, seperti keluarga Julie yang menyenangkan dan selalu berpikiran positif meskipun mereka hidup sederhana mengajarkan kita supaya bersyukur dan juga mengingatkan kita untuk tidak menilai orang dari penampilannya saja.
Arty Yuniar
Penulis : Sophie Kinsella
Format : ebook
Pertama kali penasaran membaca buku ini karena penasaran setelah menonton filmnya. Apakah buku aslinya selucu film adaptasinya? Secara pribadi saya lebih suka bukunya karena banyak bagian penting dalam cerita yang tidak ada di filmnya. Selain itu, tema buku ini sesuai dengan sebagian kehidupan sehari-wari wanita single. Buku ini ditulis dari sudut pandang tokoh utama, Becky. Perdebatan batin Becky yang konyol ketika menghadapi masalah dan solusinya yang aneh dan tidak masuk akal membuat pembaca penasaran dan terhibur. Tokoh utama pada novel ini mengajarkan pada kita bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan selama kita mau bekerja keras mencari solusinya.
Buku ini bercerita tentang Rebecca Bloomwood, atau Becky, seorang jurnalis yang menulis tentang pengaturan keuangan. Ironisnya, Becky tidak bisa mengatur keuangannya sendiri. Belanja adalah kegiatan Becky di waktu luang dan solusi atas semua masalah yang dihadapinya. Alhasil, tagihan-tagihan kartu kredit mulai berdatangan, dan tentu saja dia harus membayar tagihan sewa apartemen yang ditempati bersama teman baiknya, Suze. Tagihan-tagihan tersebut membuat Becky panik dan harus memcari solusinya dengan segera. Salah satu solusinya yaitu dengan mengurangi pengeluaran dan menambah penghasilan yang sepertinya mustahil dilakukan oleh Becky. Di saat keuangannya bermasalah, Becky pun harus pindah kerja ke majalah keuangan, Sucessful Saving. Dia harus berbohong demi menghindari petugas dari Bank nya yang menagih utang dan juga karena bosnya meminta Becky menulis kolom tentang bagaimana mengatur keuangan dan berbelanja hemat, terutama produk fashion, dengan kualitas yang bagus. Kolomnya yang bernama The Girl in the Green Scarf mendapat sambutan positif dan dia pun diundang untuk menjadi tamu pada TV talkshow. Sayangnya pada saat talkshow, sang penagih hutang dari Bank adalah salah satu penonton talkshow tersebut.
Selain masalah dengan tagihan kartu kreditnya, dalam buku ini juga diceritakan konflik Becky dengan Luke Brandon, seorang pengusaha, yang merupakan pria terkaya ke-30 di London. Mereka bertemu pada saat konferensi pers di kantor Luke dan saling tertarik. Namun, kemudian ketika Luke mengetahui bahwa Becky telah berbohong, dia pun harus memutuskan kelanjutan hubungannya dengan Becky.
Penulis : Shimada Soji
Alih bahasa : Barokah Ruziati
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2013 (cetakan keempat)
Tebal halaman : 360 halaman
Satu lagi buku karangan Shimada Soji, salah satu penulis misteri terkemukan dari Jepang.
Sesuai judulnya, buku ini bercerita tentang kasus pembunuhan; cerita Detective Conan (menurut saya) versi dewasa karena tetap butuh analisis untuk menebak siapa pembunuhnya tetapi dengan latar cerita yang cukup sadis.
Penyampaian cerita menggunakan gaya pertunjukan panggung yang dibagi dalam beberapa babak dan adegan, seolah-olah mengajak pembaca bukan sekedar sebagai pembaca saja tapi juga sebagai penonton yang menyaksikan ketika petunjuk demi petunjuk diungkap perlahan oleh sang detektif.
Yang menarik adalah, sepanjang cerita, tak henti-hentinya pembaca diminta untuk menemukan pembunuhnya. Kalau tidak jeli, pasti akan terus salah menebak, seperti saya.
Judul asli : The Rosary Girls
Penulis : Richard Montanari
Alih bahasa : Retno Wulandari
Penerbit : Dastan Books
Tahun terbit : 2014 (cetakan pertama)
Tebal halaman : 484 halaman
Satu lagi buku tentang misteri pembunuhan. Kali ini, para korban adalah gadis-gadis katolik yang bersekolah di sekolah katolik khusus perempuan.
Yang menarik dari cerita ini, kondisi tubuh para korban ketika ditemukan selalu melambangkan ritual-ritual khusus keagamaan. Hal seru lainnya, adanya adegan autopsi. Adegan autopsi selalu memberikan informasi tambahan mengenai proses autopsi yang pasti saya tunggu-tunggu, tak terkecuali dari buku ini.
Menurut saya, gaya penulisan tidak semencekam The Tokyo Zodiac Murders; juga, tidak seseru The Tokyo Zodiac Murders. -
(Titip Non Fiction)
Arty Yuniar
Pengarang : Charles C. Manz
Halaman : 262
Tahun : 2007
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Seringkali emosi membuat kegiatan sehari-hari kita menjadi terhambat. Kita kadang merasa tidak cukup energi untuk menyelesaikan pekerjaan kita padahal masalah sebenarnya adalah energi kita habis karena terkuras oleh emosi kita seperti mood yang buruk, rasa cemas, rasa marah, dan emosi negative lainnya. Buku yang berjudul asli “Emotional Dicipline: The power to choose how you feel” mengajak kita untuk belajar menganalisis dan mengendalikan reaksi emosional kita dalam setiap situasi. Buku ini menguraikan 5 langkah yang mudah dipelajari dan 25 strategi khusus untuk merespon perasaan kita saat ini dan membantu mempersiapkan kita menghadapi tantangan di masa depan.
Buku ini dibagi kedalam 4 bagian yaitu pertama, dasar-dasar disiplin emosional yang menguraikan bagaimana kita mendeteksi perasan kita dan membahasa tentang kecerdasan emosional. Kedua, pikiran, menjelaskan bagaimana mengendalikan emosi dan perasan bahagia dengan merubah mindset kita. Ketiga, tubuh, menguraikan bagaimana kebugaran fisik berpengaruh terhadap emosi. Dan keempat, spirit, menguraikan tentang kekuatan batin untuk membuat kita merasa lebih baik.
Penulis juga memberikan ilustrasi masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan contoh disiplin emosi yang berpusat pada tiga pendekatan penting dalam buku ini yaitu kekuatan pikiran, tubuh, dan spirit.
Ema Salamah
Penulis : Alamsyah Said, S.Pd. M.Si. & Andi Budimanjaya, S.Pd.
Penerbit : Prenadamedia group
Tahun : 2016
Halaman : xix + 329
Guru Belajar untuk Mengajar merupakan motto Finlandia yang akan anda temukan tertulis dihalaman depan setelah prakata dalam buku ini karena penulis kemungkinan besar mengharapkan para pendidik untuk terus belajar, memperbaharui dan memperkaya ilmunya dengan membaca. Termasuk dengan membaca bukunya tentang strategy mengajar. Strategy yang sangat penting dalam mengarahkan proses belajar untuk menghasilkan outcome yang diharapkan. Serta untuk menghindari kejadian sama terhadap seorang anak papua yang 4 tahun tidak naik kelas akan tetapi mendapatkan throphy dalam olimpiade matematika internasional setelah dibimbing guru lain dengan metode lain.
Isi buku dimulai dengan pembahasan tentang proses penangkapan informasi oleh system limbik otak termasuk tahapan informasi yang terserap perlimbik yang memberikan gambaran kondisi optimal siswa untuk menyerap informasi yang diberikan. Kondisi tersebut dalam buku ini disebut ‘Ahaa… moment’. Awal membaca saya berniat membuat ringkasannya dalam bentuk mind map. Tapi… ternyata eh ternyata beneran 95 strategy. Akhirnya berhenti membuat mind mapnya setelah 30 strategy. Kertasnya kurang besar hehe…
Berikut adalah daftar inti pembahasan buku yang penulis jabarkan mengenai 95 strategy multiple intelligences:
· 27 strategy mengajar dengan melibatkan kecerdasan linguistic
· 20 Strategy mengajar kecerdasan logis matematis
· 15 Strategy mengajar spasial-visual
· 4 Strategy mengajar kecerdasan music
· 13 Strategy mengajar kecerdasan kinestetik
· 7 Strategy mengajar kecerdasan interpersonal
· 5 Strategy mengajar kecerdasan intrapersonal
· 4 Strategy mengajar kecerdasan naturalis
Dalam buku ini anda akan menemukan beberapa strategy lama yang dikembangkan menjadi sebuah strategy yang membuat siswa aktif. Selain strategy pembelajaran, dalam buku ini juga terdapat contoh-contoh rubrik penilaian yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psychomotor. Recommended untuk dibaca. Sudah ada dikatalog Al Kausar library awal semester 2 2016-2017, pesanan Bapak Headmaster buat perpus. Kebetulan baru dipasang label pas pinjam hehe… Yuk baca. Bahasanya tidak terlalu kaku walaupun isinya membuat dahi berkerut dibeberapa bagian tapi insyaAllah bermanfaat.
Judul : Jalan Tak Ada Ujung
Penulis : Mochtar Lubis
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
Tahun Terbit: 2002
ISBN : -
Genre : Fiksi
Jalan Tak Ada Ujung adalah novel karya Mochtar Lubis yang diterbitkan pertamakali oleh Balai Pustaka pada 1952. Dengan latar belakang perang kemerdekaan Indonesia (1945-1949), novel ini bercerita tentang seorang guru sekolah yang membantu para gerilyawan namun hidup dalam ketakutan.
Guru Isa, sebagaimana ia dikenal, adalah guru sekolah dasar penggemar musik dan sepak bola. Ia dihormati warga sekitarnya meski kehidupan ekonominya tidak begitu sejahtera. Ia memiliki istri bernama Fatimah. Kehidupan pribadi mereka berdua tidak begitu baik karena Guru Isa menderita disfungsi ereksi akibat rasa takut yang muncul dalam masa-masa pendudukan Jepang di Indonesia dan perang kemerdekaan. Ia mudah sekali takut dan selalu menghindari konflik sebisa mungkin.
Guru Isa berkenalan dengan Hazil, seorang gerilyawan muda yang antusias dan pemberani. Ia membawa Hazil ke rumah. Hazil diperkenalkan dengan istrinya, Fatimah. Perkenalan itu melahirkan benih rasa cinta dan perselingkuhan di antara Hazil dan Fatimah, terutama mengingat Fatimah tidak pernah puas dengan performa Guru Isa di atas ranjang.
Guru Isa diam-diam bekerja dengan Hazil untuk membantu para gerilyawan mempertahankan kemerdekaan. Hazil tertangkap dan disiksa Belanda. Karena tak tahan disiksa, Hazil membocorkan lokasi persembunyian para gerilyawan lainnya, termasuk Guru Isa.
Guru Isa pun ditangkap. Ia disiksa. Di tengah siksaan itu ia berusaha melawan rasa takutnya. Ia berhasil. Tidak cuma berhasil melawan rasa takut, tapi juga berhasil ereksi kembali!
“The Kite Runner”
Reviewer : Indra Bangkit Komara
Penulis : Khaled Hosseini
Penerbit : Qanita ( PT Mizan Pustaka )
Tahun Terbit : 2008
Tahun Cetak : 2008
Pernahkah kita memikirkan tentang kehidupan oranglain di belahan dunia lainnya atau mungkin apa yang terjadi disana? Ya, Khaled Hosseini secara apik menggambarkan Afghanistan kala itu. Dimana kehidupan yang baik-baik saja bisa seketika berubah ketika adanya kekisruhan pada pemerintahan, kudeta, kelaparan, pembunuhan merajalela kala itu. Dentuman bom dan senjata mengubah harapan masyarakat Afghanistan tidak terkecuali Amir dan Hassan. Amir dan Hassan hidup dalam keceriaan bersama namun dengan kasta yang berbeda. Amir adalah putra dari Baba yang merupakan eksporter permadani terkenal dan terpandang di Afghanistan khususnya daerah Kabul. Disisi lain Hassan adalah putra dari Ali seorang pembantu rumah tangga di rumah Baba dan memiliki penyakit polio. Namun keduanya memiliki nasib yang sama yakni tidak memiliki ibu. Mereka hidup bersama, bermain bersama namun Amir malu mengakui bahwa Hassan adalah temannya yang belakangan diketahui bahwa Hassan adalah saudaranya. Hingga akhirnya mereka terpisahkan, mungkin lebih tepatnya Amir menghianati Hassan. Pada kerusuhan yang terjadi Amir dan keluarga meninggalkan Afghanistan, meninggalkan Hassan serta meninggalkan mimpi-mimpi mereka di Kabul untuk tinggal di San Francisco. Ketika Amir kembali ke Afghanistan untuk menebus rasa bersalahnya Hassan telah tiada, tidak ada lagi yang tersisa dari masa kecilnya yang tersisa hanyalah rasa penyesalan. Namun harapan itu muncul ketika Amir menemukkan Sohrab putra Hassan, hanya itu yang tersisa dari Hassan dan Amir berjuangan menyelamatkan putra Hassan yang berada di Afghanistan. Tidak lain dan tidak bukan untuk menebus rasa bersalahnya pada Hassan yang telah ia khianati.
The Kite Runner adalah sebuah kisah tentang persaudaraan, kasih sayang,penderitaan dan penebusan dosa. Ditorehkan dengan sangat lugas dan mengena, setiap detail digambarkan secara gamblang. Ketika membaca buku ini ikut terhanyut pada plot yang digambarkan penulis. Potret nyata Afghanistan, perjuangan bangsanya terhadap tanah air. Hubungan antara manusia, tuhan dan tanah air dijelaskan pada setiap karakter di novel ini. Tidak ada karakter yang sia-sia, semua perannya hidup. Mengajarkan kita akanpersaudaraan, perjuangan serta mensyukuri dan memahami arti hidup.
“ Bumi Prasangka”
Reviewer : Indra Bangkit Komara
Penulis : Budi Jaya Putra
Penerbit : Semesta Ilmu
Tahun Terbit : 2015
Tahun Cetak : 2015
Bersorban, bersarung dan berpeci orang yang melihat sepintaspun langsung menarik kesimpulan bahwa dia seorang ustadz/pemuka agama. Itulah PRASANGKA satu kata yang sarat akan makna. Dari prasangka muncul aksi, sehingga akhirnya menimbulkan reaksi. Begitu pula pemaparan dari Budi Jaya Putra ( BJP ) dalam memaparkan bahwasannya prasangka tidak sekedar prasangka semata. Dalam bukunya dijelaskan bagaimana prasangka yang ada dalam masyarakat, di dalam realita kehidupan. Ditungkan dalam cerita-cerita pendek yang menggelitik bahwa setiap orang pasti memiliki prasangka, baik itu baik ataupun buruk. Penggambaran pada setiap cerita ringan dan mudah dicerna dengan bahasa yang lugas tetapi mengena. Ditambah lagi terdapat pesan atau kata bijak dari penulis pada setiap akhir cerita yang sarat makna. Sehingga setelah membaca buku ini pembaca dapat menarik kesimpulan dan berkata, “Oh iya ya…”. Tata bahasa cukup baik akan tetapi masih perlu adanya koreksi. Pada penggambaran tokoh, penulis tidak konsisten antara penggunaan “aku” atau “saya”. Dalam satu cerita penulis menggambarkan “aku” sebagai tokoh utama, akan tetapi ditengah cerita berganti menjadi “saya” dan diakhir kembali lagi menjadi “aku”. Penulis hanya menggaambarkan prasangka dari segi kaca matanya si tokoh utama, akan tetapi sebenarnya ada timbal balik prasangka disetiap cerita. Sehingga yang digaris bawahi hanya prasangka yang dituangkan oleh penulis yang pada setiap cerita tetapi realitanya si tokoh utama memiliki prasangka buruk pula terhadap tokoh lainnya. Disini penulis tidak menjelaskan akan prasangka tersebut. Cukup puas membaca buku ini dikarenakan sesuai realita yang ada, akan tetapi masih perlu adanya revisi dari buku karya BJP ini.
Peresensi: Yusanto
Judul: Api Tauhid
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika
Cetakan: I, Dzulhijah 1435 H
Tebal: 573 halaman
Novel Api Tauhid ini, seoalah Kang Abik mengajak pembaca melakukan rihlah, napak tilas ke dalam suasana tiga Negara, Benua dan Budaya, yakni Indonesia, Turki dan Madinah. Novel penggugah jiwa ini mengisahkan sejarah perjalanan dakwah sang Mujaddid Badiuzzaman Said Nursi yang dikemas dalam perjalanan asmara antara Fahmi dan Nuzula. Namun, kisah cinta Fahmi dan Nuzula pun bisa dibilang sangat singkat, seakan-akan hanya pemanis yang diceritakan sambil lalu hingga agak berkesan tempelan. Meski tentu bisa dipahami, bahwa kisah Said Nursi-lah yang menjadi inti ceritanya. Kisah hidup beliau sudah merupakan cerita lengkap dengan berbagai konflik yang nyata.
Pada awal novel menceritakan Kyai Arselan pemilik Pesantren paling besar di Yosolilangun dan merupakan ulama cukup terkenal di Kabupaten Lumajang ingin menjodohkan putrinya yang bernama Nuzula dengan seorang pemuda yang berasal dari Jawa Timur, yang cerdas, tampan, hafidz dan mahasiswa S2 di Universitas Islam Madinah yang bernama Fahmi. Keluarga Kyai ingin menyegerakan proses lamaran kepada Fahmi. Lamaran dan pernikahan pun terjadi walau Fahmi dan Nuzula harus berpisah terlebih dahulu karena mereka berdua harus melanjutkan studi masing – masing, Fahmi di Madinah dan Nuzula di Jakarta. Sehingga walau sudah sah menjadi suami istri, hubungan mereka hanya melalui sms, email dan tulisan surat. Di tengah perjalanan, hubungan Fahmi dan Nuzula terputus, hanya karena Nuzula tak membalas pesan-pesan Fahmi dan tidak dapat ditelepon dalam waktu yang lama. Kabar tercium bahwa Nuzula istri Fahmi terkontaminasi perubahan budaya di kota Metropolitan itu pun sudah mengenal pacaran.
Menyadari masalah tersebut cukup menekan batinnya, Fahmi pun kembali ke Madinah untuk menenangkan diri dan bertekad mengkhatamkan 40 kali hafalannya di Masjid Nabawi. Namun apa yang terjadi? Sebelum selesai mengkhatamkan 40 kali hafalannya ia pun jatuh sakit. Ali dan Subki kedua sahabatnya dari Indonesia yang merawatnya selama di Prience Mohammed Bin Abdul Aziz Hospital di bantu oleh Hamzah sahabatnya yang berasal dari Turki. Memahami bahwa Fahmi mempunyai masalah, Hamzah mengajaknya berlibur ke Turki, melihat keindahan alam Turki dan mengenang jejak perjalanan Badiuzzaman Said Nursi.
Dalam Novel diceritakan kisah Badiuzzaman Said Nursi yang lahir pada 1877 di Desa Nurs, Provinsi Bitlis, Anatolia Timur dan meninggal pada 20 Maret 1960 di Sanlurfa. Pada masa ini muncul tokoh-tokoh besar umat Islam dengan karakter dan strategi perjuangan masing-masing dalam menegakkan kalimat Allah. Seperti di India dan Pakistan muncul Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawy (1886 – 1948) dan Muhammad Ali Jinnah (1876 – 1948). Di Libya muncul Syaikh Omar Mukhtar (1858-1931) yang mendapat julukan The Lion of Deser from Libya. Di Mesir muncul Syaikh Mustafa Al-Maraghi (1881 – 1945) dan Syaikh Hasan Al Banna (1906 – 1949). Di Palestina muncul Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini (1895 – 1974) merupakan mufti besar Palestina yang mendukung kemerdekaan Indonesia pada masa itu. Di Aljazair muncul Syaikh Abdul Hamid bi Badis atau dikenal dengan Ibnu Badis (1889 – 1940). Dan di Indonesia yang tak kalah dengan dunia Islam lainnya, hadir tokoh-tokoh pejuang Hadratus Syaikh Hasim Asy’ari (1875 – 1947), dan Kyai Haji Ahmad Dahlan (1869 – 1928).
Badiuzzaman Said Nursi berkarakter tegas, berani, jujur, cinta ilmu dan menjaga pandangannya dari segala yang bukan haknya serta santun dan takzim kepada orangtua dan guru. Menginjak usia 15 tahun sudah hafal puluhan kitab referensi penting dan banyak mengalahkan ilmu ulama-ulama yang lebih senior darinya. Perjuangan Said Nursi di bidang pendidikan adalah mengusulkan sistem pendidikan yang tidak memisahkan ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmu agama dalam pembelajarannya, melainkan mengintegrasikan antara ilmu agama dan ilmu umum di lembaga-lembaga pendidikan. Selain itu ia juga memperhatikan kesucian jiwa dan kehalusan budi (sufisme) dalam pendidikan sehingga terciptanya manusia yang berakhlakul karimah. Selain itu ia ingin mendirikan Medresetuz (halaman 327) yakni sebuah Universitas yang memadukan multi-keahlian.
Adapun semangat cinta tanah air yang di tunjukkan Said Nursi adalah memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa untuk mencapai kemajuan, kemakmuran, ketentraman, kesejahteraan, dan keamanan adalah dengan mengamalkan lima Pilar utama, yaitu: Pertama: persatuan hati, Kedua: cinta bangsa, Ketiga: Pendidikan, Keempat: memaksimalkan daya dan upaya manusia, Kelima: menghentikan pemborosan dan pemubadziran (halaman 334) dan masih banyak lagi perjuangan yang dilakukan Badiuzzamna Said Nursi untuk menegakkan Tauhid sekalipun harus menghadapi tentara dan pemimpin yang dzalim.
Bagaimana dengan Fahmi? Perjalanan ke Turki membawa Fahmi berkenalan dengan gadis setempat, Emel, adik Hamza, dan Aysel, saudara sepupu Hamza. Kemampuan Fahmi dalam menyikapi segala sesuatu, membuat Aysel jatuh hati. Aysel menyatakan cintanya pada Fahmi.
Menurut saya akhir kisah cintanya fahmi dan Nuzula adalah happy ending, namun terlalu sederhana. Sebagaimana dijelaskan di awal kang Abik mengharapkan para pembaca lebih mengenal sang Mujaddid Syekh Said Nur Sursi. Wallohulalm..
POLIGAMBRENG
Direview oleh : Vipri Diana Tampi
Penulis : Ali Sobirin El Muannatsy
Penerbit : Republika
Tahun terbit : 2008
Melihat judulnya sudah terbayang apa isi buku ini yaa. Judulnya seperti plesetan kata poligami. Poligami sendiri artinya adalah ketika seorang lelaki memiliki istri lebih dari satu. Berpoligami saat ini dilakukan banyak kalangan dengan alasan sunah Rasul. Buku ini jika dibaca keseluruhan akan menemukan keunikan tersendiri disetiap bagiannya.
Tokoh utama dalam buku ini adalah seorang tukang ketoprak yang meninggalkan anak dan istrinya di kampung demi mencari nafkah. Dia berdagang dari gang ke gang. Setiap dirinya lewat, banyak ibu-ibu, tua muda mengantri ingin membeli ketopraknya. Enak katanya. Tak terkecuali seorang wanita single di komplek tersebut yang turut penasaran dengan rasa ketopraknya. Wanita tersebut akhirnya membeli ketoprak milik si lelaki. Bahkan hampir setiap hari. Sambil menunggu ketoprak jadi mereka sambil mengobrol, saling tertawa satu sama lain. Sampai pada akhirnya si wanita menawarkan diri untuk menikah dengan si lelaki. Bagai mimpi disiang bolong, si lelaki kaget mendengarnya. Dia lalu teringat anak dan istri di kampung. Si lelaki menolak. Si wanita tetap nekad. Dia merasa bahwa tukang ketoprak ini adalah laki-laki yang baik, dan di usia senjanya ini dia ingin memiliki pendamping. Sampai akhirnya si wanita ingin ikut ke kampung halaman si lelaki. Di sana dia bertemu dengan anak dan istri si lelaki. Dia membawakan makanan, hadiah, mainan untuk anak-anak si lelaki. Sang istri pun menyambut dengan bahagia karena pikirnya sang wanita hanyalah teman suaminya. Sampai akhirnya sang istri tahu bahwa mereka punya hubungan, dia marah besar. Namun si wanita tetap pada keinginannya menjadi istri kedua tukang ketoprak.
Setelah badai yang mereka hadapi, akhirnya mereka menikah. Sang istri pertama lalu meminta ikut tinggal di kota dengan segala fasilitas yang ada di rumah istri kedua suaminya. Dari hari ke hari sang istri selalu minta banyak hal, pakaian baru, kosmetik, sepatu baru, kendaraan, dll. Sampai akhirnya si lelaki merasa kasihan pada istri keduanya itu karena selalu “dipalak” istri pertamanya. Memang istri keduanya ini berkelimpahan harta namun lama kelamaan dia tidak tega. Sampai pada suatu hari dia tahu bahwa istri keduanya menderita sakit parah dan akhirnya meninggal. Setelah itu keluarga mereka pun utuh kembali tanpa kehadiran istri keduanya.
Banyak konflik yang dhadirkan pada percakapan di novel ini. Rumah tangga harus dijaga keutuhannya demi kebahagiaan seluruh anggotanya.
9�2u='
CERITA SAHABAT
Direview oleh : Vipri Diana Tampi
Penulis : Alberthiene Endah and Friends.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2012
Buku ini adalah kumpulan cerpen romantis, lucu dan kadang menyedihkan. Cerita-cerita yang disuguhkan berasal dari pengalaman menarik para penulis tentang cinta yang juga banyak terjadi dalam keseharian orang pada umumnya.
Dimulai dari “Aku mau putus”, yang berkisah tentang seorang wanita yang ingin putus dengan pacarnya. Kisah yang ringan tentang cowok yang super cuek, tidak mudah ditebak dan tidak romantis, membuat sang cewek ingin putus darinya. Percakapan sepasang kekasih ini lucu. Kisah yang lain berjudul “Kontak Jodoh”, bercerita tentang Herlita, seorang wanita sukses yang memiliki segalanya kecuali satu yaitu jodoh. Dan di usianya yang ke 37 ini dia sudah sangat mendambakan seorang pendamping. Dia baru sadar bahwa waktunya selama ini hanya habis untuk bekerja. Sampai pada akhirnya dia melirik kolom kontak jodoh yang selalu ada di koran, sekilas menatap sinis dan berpikir bahwa ikutan kontak jodoh sama saja dengan menurunkan harga dirinya. Kisah lain berjudul “Telephone”, cerita tentang 2 orang yang sedang bercakap melalui telepon. Sekilas percakapan diantaranya seperti sepasang kekasih dan diakhir diketahui bahwa keduanya ternyata gay. Cerita dalam buku ini diakhiri dengan judul “Blok D no.16”. Bercerita tentang seorang jurnalis yang tinggal disebuah flat. Dia bertetangga dengan seorang perempuan yang sangat jorok, kotor, tidak teratur dan selalu membunyikan radio dengan lagu dangdut yang sangat keras memekakkan telinga. Dia pun tidak tahan dengan tetangganya itu. Sampai pada suatu hari saat sedang meliput demo di pabrik sepatu, dan terdapat korban jiwa yang ternyata korban itu adalah tetangganya, yang saat dilihatnya sudah bersimbah darah akibat berjibaku dengan preman pabrik. Tetangganya itu ternyata adalah seorang ketua LSM pembela buruh cilik.
Kisah-kisah yang disajikan adalah kisah yang ringan, lucu dan kadang tidak terduga dibagian akhirnya. Kumpulan cerita yang banyak mendominasi buku ini menggambarkan kegalauan, kebahagiaan, pencerahan, pengkhianatan dan kerinduan. Ada hikmah yang bisa kita ambil dari beberapa cerita yang disuguhkan di sini. Buku ini cocok dibaca oleh siapapun untuk menghibur diwaktu luang.
PEREMPUAN DIRANTAI KEKERASAN
Direview oleh : Vipri Diana Tampi
Penulis : Umi Kulsum, dkk.
Penerbit : Erlangga
Tahun terbit : 2015
Penulis buku ini sebagian besar adalah perempuan. Menulis buku ini merupakan salah satu senjata untuk melawan ketidakadilan sikap dan kekerasan yang mereka terima. Penulis mencurahkan segala keresahan akan apa yang mendera kaum perempuan pada saat ini. Perempuan yang banyak dijadikan objek pemuas hawa nafsu, perempuan yang menjadi sasaran kekerasan dalam rumah tangga, perempuan yang dikucilkan karena tidak memperoleh kesempatan belajar, anak perempuan yang hidup dalam kesengsaraan. Buku ini merupakan kumpulan kisah nyata dari berbagai sisi kehidupan seorang perempuan. Dalam buku ini, banyak cerita yang sebelumnya tidak terungkap namun dikisahkan kembali dengan cara yang lebih memikat. Saat membaca buku ini, kita akan disajikan cerita-cerita tentang kehidupan seorang perempuan. Namun, cerita yang ada di buku ini bukanlah cerita hidup yang menyenangkan, melainkan kisah memilukan para perempuan.
Dimulai dengan seorang anak perempuan yang dimasa kecilnya terus menerus disiksa oleh ayahnya, kekerasan fisik dialaminya. Dia tumbuh menjadi seorang gadis yang kasar, yang kehilangan arti kasih sayang. Cerita lain tentang seorang istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Suaminya selalu main pukul, tidak sabar menghadapi masalah, selalu marah marah, dan main tangan kepada istrinya. Sang suami yang diharapkan bisa menjadi tempatnya berkeluh kesah justru menjadi sumber masalah. Lain lagi tentang kisah orang ketiga yang hadir dalam sebuah hubungan rumah tangga. Ketegaran seorang istri menerima cobaan hidup ini sungguh patut diacungi jempol. Sekali lagi, perempuan hanyalah menjadi korban dan laki-laki yang tidak bisa memimpin rumah tangganya hanyalah laki-laki pengecut. Setiap cerita pendek dalam buku ini diakhiri dengan pengorbanan seorang perempuan, seorang anak, seorang istri, demi keberlangsungan hidup keluarganya.
Buku ini bagus dibaca oleh ibu rumah tangga dan aktivis perempuan. Banyak hikmah yang bisa diambil dari buku ini misalnya adalah kunci kebahagiaan rumah tangga adalah pada kebahagiaan seorang istri, bahwa mendidik anak dengan kekerasan hanyalah menghasilkan anak yang keras kepala, sedangkan mengasuh anak dengan kelembutan akan menghasilkan anak yang penuh welas asih. Semoga kaum perempuan semakin kuat menghadapi tantangan dimasa depan.
Reviewer : Aan Nurhasanah
Judul Buku : pengen jadi baik 1 (SERI KOMIK ISLAMI)
Penerbit : Zahira
Tahun Terbit : 2014
Cetakan : 5 /2015
Tebal Buku : 168
Pengarang : SQU
Pengen jadi baik (1), sebuah seri komik Islami yang di tulis dan digambarkan oleh SQU (konon katanya singkatan dari susu qudaliar :), seorang Komikus Muslim yang juga bekerja di kementrian keuangan Indonesia ) . Buku ini menyajikan cerita kehidupan sebuah keluarga muslim dengan kesehariannya yang meneladani Al Quran dan Hadist. Cerita disajikan secara ringan dan menghibur sehingga pembaca tidak terasa sedang digurui. Cerita-cerita yang disajikan mencoba menyadarkan para pembaca bahwa Islam itu dekat dan aplikatif dengan kehidupan keseharian kita.
Diceritakan dalam buku ini, sebuah potret keluarga kecil muslim yang terdiri dari Ahmad Kevin, yang biasa dipnggil K, kedua orangtuanya yaitu Mama K dan juga Abah. Cerita diawali dengan kisah perjalanan keluarga kecil ini menuju kampung halaman Abah yang kebetulan menjadi tempat mutasi Abah Kevin yang seorang pegawai negeri sipil. Dari setiap bagian dicukil beberapa ayat dan hadist yang disajikan secara menghibur dan juga pas disetiap adegannya.
Seperti pada bagian Abah K yang sujud syukur karena di mutasi ke kampung halamannya. Yang jadi favorite saya adalah ketika ketika Mama K mengingatkan Abah K untuk berprasangka baik dan memberikan 70 uzur terhadap beberapa orang yang mereka temui dalam perjalanan mereka tersebut. Jlebb banget buat saya yang sering curigaan sama orang , hehehe. Dibagian berikutnya pada bab Manajemen Pipis (maaf), diceritakan bagaimana Abah K, mengingatkan Kevin yang kebelet pipis untuk tidak lupa membaca doa memasuki toilet.
Berita megenai trend atau info kekinian di masyarakat tak luput di bahas secara menghibur dan syarat makna dibuku ini. Diceritakan tentang Abah K yang mengikuti sebuah acara kantor dan bertemu dengan para pejabat di kantor Abah yang berpakaian ala hijabers . Dengan bahasa yang ringan dan menghibur disampaikan dibagian ini bagaimana seorang muslimah seharusnya berpakaian, dyang beberapa memang sudah tidak sesuai lagi dengan kaidah-kaidah berpakaian seorang muslimah yang sesungguhnya.
Secara keseluruhan, buku ini sangat menghibur, terutama buat saya yang tidak begitu tahan membaca buku-buku yang "serius" :) . Hadist dan ayat yang disampaikan di cerita ini mungkin bukan hal baru bagi beberapa orang, tapi lumayan mencerahkan untuk sebagian orang lainnya. Wallahualam bissawab.
Lelaki yang Menuju Wajah Kekasihnya.
Ema Salamah
Author : Muhammad Furqonul ‘Aziz
Publisher : Najah
Year : 2011
Page : 250
“Sajadah hijau terhampar begitu luas, topi-topi caping tidak pandai akting demi keperluan penting. Hanya bungkam seribu Bahasa karena ditodong Sang Penguasa. Tak banyak bicara, karena harimau siap memangsa. Tunduk dan patuh terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat manusia, padahal yang membuatnya sendiri tidak menaati apa yang dibuat. Sengsara dan sengsara, menerima dan menerima, tipu sana tipu sini, semua kena tipu demi perut terpenuhi susu dan keju”
That is the excerpt of Sajadah novel, written by Muhammad Furqonul ‘Aziz (Jakarta, 15 April 1989). You will find that writing style in almost half of its content. Ended in the same tone which is like rhyme in old poem, feasibly, was the impact of his involvement in Sastra Hati program of LDK Jamaah Fatahillah, where he firstly interested in writing. It succeeded making his works issued on printed mass media in Yogja. Obviously, it is in Yogyakarta-Indonesia where his university located, STEI Yogyakarta. I personally fond of the story after reading a chapter completely because that rhyme has clue and there are some poets’ works inside, such as Kahlil Gibran's, Imam Nawawi's and Jalaludin Sufi's. Honestly, I don't know who the last person is. I'm googling later. Insya Allah.
Beside its composition of end-rhyme quatrains, you will also find this novel full of faith of its major character, family, and some relatives to their religion since it is based on a surah in the holy Qur’an, as- Sajdah. Love and social critic is also appeared with meaningful plot and literary language.
Furqon, the major character in the story, was a Santri (previously considered as a student at a traditional Muslim school). He had never entered any formal school but he knew everything about his religion from his religious teacher called Ustadz Sulaiman. Not only did this person taught about religion but also world and literature through his small library. This Ustadz asked Furqon to wander and find the answer to the problem from one of Ustadz’s friend in downtown which is far away from his village, alone, leaving his mom and sibling. There, the rising action began for he found the Ustadz’ friend called ‘Si Gila’ (a nut) by people surroundings. He questioned himself why his first teacher asked him to learn further religion from this odd one. Months after he got used to his teacher’s peculiarity, he read a will letter stated that he should find his daughter for marriage. Without knowing her name and address, but clue only, will Furqon find this girl? What about the answer to the problem? Just read it. It’s for all range of age.
Diary of a Wimpy Kid: Rodrick Rules
Arty Yuniar
Author : Jeff Kinney
Pages : 217
Year : 2008
Publisher : Amulet Books
Diary of a Wimpy Kid: Rodrick Rules is the second book of the popular series. This books tell about the life of Greg Heffley, a middle schooler, who is struggling to fit in in the school and also has sibling rivalry with the older brother, Rodrick. His mom bought him a diary, which he preferred calling it “A journal” to write about his days. The book is written in the diary format and completed with illustration on each page which make this book interesting and easy to understand.
Greg’s diary starts with his boring summer holiday and his misery joining swimming team, while his best Rowley takes an exciting vacation outside the country. His parents and his little brother, Manny, still drives him crazy. However, Greg’s main problem, is his big brother, Rodrick. He knows Greg’s secret, an embarrassing secret which happened during the summer. This year, Greg has a busy life. Aside from dealing with school, homework, bullies, and family, he has to make sure Rodrick keep his mouth shut. Of course Rodrick doesn’t make it easy for Greg. He starts blackmailing Greg into helping him get out of trouble.
Greg’s secret is finally out. However, since it passes from one person to person, the story of his secret changes. Instead of embarrassing him, his secret made him a hero, especially among the boys. What happened with Rodrick and Greg? Well, despite the never-ending fight between them, the brothers still care for one another. Greg’s diary closes with Greg helping Rodrick finish his science project.
Ema Salamah
Author : James Patterson
Publisher : Young Arrow
Year : 2013
Page : 451
Whoa… here it is. Another story of the pirates! That taught came out of my mind when I first saw this book. Its cover is reminiscent of a cartoon movie, ‘Peter Pan’. But hold on. Let’s see inside. I’m frowning seeing its content is about four sibling of Kidd’s family who lived overboard without their parents’ companion. Rebecca Kidd, Bickford Kidd, Tailspain Tommy and Storm lose their dad when catastrophic storm bobbed their ship up and down. They had lost their mom in Cyprus years before, and now their Dad. However, their parents’ disappearance didn’t put the four Kidd’s children in despair to continue treasure hunting their parents used to involve them. They kept the family treasure-hunting business afloat while escaping from all sorts of villains including, but not limited, an arms dealer who collect Grecian Urns.
The best thing of this story lied on how the writer, James Patterson, narrates it through Bick Kidd’s words, 12 years old, whose rat-a-tat the description of the sibling adventure. It is accompanied by drawing work by his twin sister, Beck. Therefore, though you are not familiar with voyage term, such as ‘poop deck’, you’ll see it clear on her picture of its function. It’s not really what you think of. lol.
Besides loving its narrate at the first thrilling chapter by a boy, my imagination was also drawn to the appearance of a setting when they go to the island and met a fat guy who is a sweat sprinkler which is eww… and also funny. Though the joke often falls flat. The character of Storm is also fascinating with her strong memory, appearance and act, Tommy, the flirt, and Bick and Beck with their quarrel.
It is full of tense and imagination of the underwater life and vessel in the sea. It shows great value that we have to keep surviving without our parent. It is what the students in Al Kausar do.
So, will they get the treasure? Were they parents really disappeared or died? Hmmm… don’t wanna spoil it. I’ll let you read.
TENTANG KAMU
Recci Liftita
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tahun Terbit : 2016
Halaman : vi+ 524
Semua karya Tere Liye selalu fenomenal ,menjadi Best Seller dan selalu menggugah hati siapa yang membacanya.salah satunya adalah Novel “ Tentang Kamu “ yang judul covernya sudah membuat si pembacanya penasaran apa kira – kira kisah yang di kulik di di dalamnya.
Dimulai dari perjalanan seorang mahasiswa di sebuah Univesitas ternama di luar negeri Oxford University dia adalah Zaman Zulkarnaen yang mengambil kuliah master hukum. Yang ahirnya di pilih menjadi salah satu lawyer yang di tugasi untuk mengurus sebuah kasus besar yaitu menangani warisan klien nya yang bernilai sangat fantastik satu milyar poundsterling setara 19 trilyun rupiah. Dimana seorang pewaris ini tidak menulis surat wasiat dan tidak terdeteksi ahli warisnya, dan Zaman termasuk salah satu orang yang di percaya untuk menyelesaikan kasus ini seadil- adilnya sesuai hukum yang berlaku.
Bermula dari kisah Sri Ningsih kecil yang hidup di pulau bugin sumbawa, di masa kecilnya menderita setelah meniggalnya ibu dan ayahnya yang dia di asuh ibu tirinya yang kasar ,kehidupan Sri Ningsih sangat keras dia kerja untuk menghidupi ibu tiri dan adiknya, tapi Sri Ningsih mempunayi kesabaran yang tiada batas. Sepeninggal ibu tirinya kini Sri Ningsih sebatang kara.ahirnya dia mengabdikan dirinya kepada Tuan Guru Bajang untuk belajar di jawa, di madrasah ini terjalinlah suatu persahbatan dan juga penghianatan dari sahabat nya sendiri,ada kejadian besar yang menjadikan Sri Ningsih ahirnya meninggalkan tempat ini dan pergi ke ibu kota Jakarta.di kota inilah Sri Ningsih remaja belajar tentang kehidupan ,kerja keras dan kegigihan dan kesungguhan yang tidak ada kata meyerah dan pantang mundur dalam hidup nya,dan di kota besar ini dia mengejar mimpinya,dia berinovasi dengan terobosan baru di bisnisnya hingga menjadi berkembang pesat. dari bisnisnya ini adalah cikal bakal harta warisan yang menjadi misteri nantinya.tapi dengan kesuksesannya di bidang bisnis tidak serta merta membuat dia bahagia karena bayangan trauma masa lalunya,tp dia telah meninggalkan asset besar dalam hidupnya sebelum meninggalkan Jakarta dan bertolak ke London. di kota ini Sri Ningsih menemukan kehidupan baru nya keluarga ,cinta dan kesetiaan. bertemu suami tercintanya yang mewakili judul buku ini” tentang kamu” seorang suami yg mencintainya apa adanya dan tulus,meski tidak lama tetapi kenangan itu telah terukir terpatri di hati nya.setelah beberapa tahun berlalu sepeninggal suaminya Sri Ningsih pergi dari London ke paris dan menghabiskan masa tua nya di panti jompo di paris. Dan dia juga meninggalkan warisan yang sangat fantastic nilainya yang di berikan kepada orang-orang terdekat yang telah mengisi kehidupannya,sahabat ,kerabat tanpa pertalian darah dn juga rekan kerja nya dan juga panti jompo yang di tinggalinya.
Cerita Zaman Zulkarnaen yang menelusuri kisah Sri Ningsih dari London menuju Pulau Bugin Sumbawa tempat tinggal Sri Ningsih di masa kecilnya,tidak menemukan titik terang lalu dia mencari ke Jawa tempat tinggal Sri Ningsih di masa remaja,belum juga terpecahkan misteri ahli warisnya ahirnya dia menuju ke Jakarta tempat Sri Ningsih menghabiskan masa muda dan belajar banyak tentang kehidupan,belum juga kelar ahirnya kisah Sri Ningsih berlanjut sampai ke London dan berahir di Paris dan di sinilah ahirnya Zaman menemukan jawabannya menemukan surat wasiat dan ahli waris Sri Ningsih .semua berbuah manis dengan kegigihan dan kerja keras serta doa,ketika zaman menemukan kebuntuan di pasrahkan kepada Allah,ahirnya terbukalah jalan.
Dua gambaran kehidupan dari dunia masa kini dan masa lampau yang menjadi garis bawah adalah sebuah perjuangan dan kerja keras serta doa dan kepasrahan kepada Sang Ilahi Rabbi adalah kunci terbesar dalam mengarungi lautan ,badai dan terpaan angin kehidupan ini,tuk meraih mimpi dan asa diri.
Dari kisah di atas bisa di tarik kesimpulan bahwasanya tidak ada yang tidak mungkin selama ada usaha,kerja keras dan doa,semua bisa jadi nyata.
Buku yang sangat inspiratif layak dibaca untuk memompa motivasi diri.
Reviewer : H.Bahar Sungkowo S.Pd M.Pd
Judul Buku : Musa Sang Penantang Arus
Penulis : Fatih Beeman
Penerbit : Salamadani Bandung
Tahun terbit : 2010
ISBN : 978-602-8458-39-9
Halaman : 130
Sinopsis
Seorang bayi laki-laki ditemukan di depan pintu rumah megah. Ia diadopsi & dibesarkan. Namun ketika besar si anak bernama Musa ini tidak mendukung usaha Papanya. Musa berusaha menghancurkan dari dalam, tetapi tidak berhasil & perilakunya terendus. Musa sadar kalau dirinya menjadi "Duri Dalam Daging" sehingga membuat keputusan utk keluar dari perusahaan Papanya & meninggalkan rumahnya. Kemudian memilih hidup mandiri bersama temannya. Akan tetapi, kepergiannya tidak dibiarkan begitu saja. Musa seperti buronan. Papanya terus menerus mengejarnya, bahkan sampai hendak dibunuhnya. Ikuti & telusuri perjalanan Musa yg penuh lika-liku: menjadi provokator, bertemu sang filosof, & terjerat cinta.
Novel ini menceritakan bahwa harta dan kebahagiaan tidak menjamin memberikan ketentraman hidup. Ibarat Burung berada dalam sangkar emas, Musa mendambakan menjadi orang yang merdeka se merdeka-merdekanya. Tidak diikat oleh aturan perusahaan yang membelenggunya dengan teror ambisi ayah dan keluarganya.
Musa memilih kebahagiaan dengan lepas dari belenggu papanya dan perusahaannya. Merajut kehidupan bersama Nirmala dengan kesederhanaan namun bebas melakukan kehendaknya itulah yang dipilihnya. Dan ternyata pilihannya benar, diakhir novel ini, Musa membaca koran yang memberitakan perusahaan papanya terjerat penipuan cukai rokok yang merugikan negara. Musa bebas dari tuduhan oknum karena lepas dari perusahaan papanya. Hidup bebas memberikan keselamatan. Menjalin masa depan bersama Nirmala sebagai caon orangtua dari anak-anak mereka nanti. (Bsw).
Judul : Negeri 5 Menara
Penulis : Ahmad Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2009
Halaman : 420 hal.
Membaca novel ini bak nostalgia ke masa “mondok” belasan tahun yang lalu. Penulis berhasil membuat saya terus menerus mengingat kenangan di Kampung Damai, dengan gaya menulisnya yang ciamik, ditambah bumbu suasana Pondok Madani yang penuh dinamika dan penggalan kisah demi kisah para tokohnya yang belajar survive menjalani hidupnya meraih mimpi-mimpinya dengan modal mantra ajaib man jadda wajada.
Berawal dari kisah seorang Alif Fikri, pemuda minang lulusan SMP yang ingin sekali meneruskan ke bangku SMA di Bukittinggi, namun citanya ternyata bertepuk sebelah tangan, karena Amaknya tidak merestuinya, beliau menginginkan yang terbaik untuk putranya, merantau belajar agama di Pondok Madani jauh meninggalkan kampung halaman.
Alif tidak sendirian menjalani petualangan dalam tholabul ilmi wal ibadah di Pondok Madani. Disana ia bertemu banyak orang hebat, mulai dari Kyai Rais, sang pimpinan pondok yang multitalenta, tidak hanya hafizh qur'an, namun juga mahir dalam menggiring si kulat bundar dan ahli memainkan alat musik, Tyson sang keamanan yang siap siaga menghukum siapa saja yang melanggar peraturan, tak terkecuali kelima teman sejatinya; Said, Raja, Atang, Dulmajid, dan Baso. Bersama mereka berlima, Alif selalu menyempatkan waktu untuk menatap awan dibawah menara masjid Pondok. Mereka membayangkan seolah-olah awan tersebut berbentuk sama dengan sebuah Negara impian mereka masing-masing. Karena kebiasaan itu, mereka akhirnya memberikan julukan untuk persahabatan mereka dengan julukan Sahibul Menara.
Novel best seller yang telah menginspirasi banyak orang dalam meraih mimpinya ini telah berhasil membuat para pembacanya terkesima akan kisah menarik didalam Pesantren Modern. Novel ini merupakan novel pertama dari trilogi yang juga bercerita mengenai para pejuang mimpi dalam mewujudkan impiannya.
Silakan pinjam dan baca juga di Al Kausar Library :)
Surat Kecil Untuk Tuhan
Reviewer : Andri Priono
Judul Buku : Surat Kecil Untuk Tuhan
Penerbit : Inandra Published
Tahun Terbut : 2008
Cetakan : Jakarta, September 2011
Tebal Buku : 232
Pengarang : Agnes Danovar
Novel surat kecil untuk Tuhan menceritakan tentang perjuangan seorang gadis remaja dalam melawan penyakit kanker yang sangat ganas, yaitu Rabdomiosarkoma (Kanker Jaringan Lunak).
Dialah Gita Sessa Wanda Cantika, kita mengenalnya sebagai mantan artis cilik pada era 1998. Gadis kecil ini adalah tokoh utama dalam Novel Surat Kecil Untuk Tuhan yang di vonis menderita penyakit kanker ganas.
Dokter memprediksi hidupnya tinggal 5 hari lagi. Kanker jaringan lunak itu setiap harinya menggerogoti wajahnya sehingga terlihat buruk dan kelihatan tua. Walau dalam keadaan sulit, Keke terus berjuang untuk tetap bertahan hidup dan tetap bersekolah layaknya gadis normal yang lainnya.
Orang tuanya berat untuk mengambil keputusan mengenai hal itu. Bagaimanapun sebagai orang tua, mereka juga tidak tega melihat keadaan Keke seperti itu sehingga mereka merahasiakan penyakit kanker tersebut dari Keke.
Namun pada akhirnya Keke mengetahui penyakit yang ia derita. Ia pun pasrah dan tidak marah kepada siapapun yang merahasiakan penyakit ini darinya. Ia selalu memberikan senyuman kepada siapapun dan menunjukkan perjuangannya bahwa walaupun dia terserang penyakit kanker, dia masih bisa berprestasi di sekolahnya.
Tuhan menunjukkan kebesaran hatinya dengan memberikan nafas panjang kepada Keke untuk lepas dari kanker itu walaupun hanya sesaat.
Namun kanker itu kembali setelah sebuah pesta yang keluarganya buat. Seakan kebahagiaan yang ia rasakan cuman sesaat. Keke sadar bahwa nafasnya di dunia ini semakin terasa sempit.
Ia tidak pernah marah dan menyalahkan Tuhan. Keke tetap bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari pada vonis 5 hari hingga bertahan 3 tahun lamanya.
Waktupun berlalu dan kondisi Keke tak kunjung membaik hingga pada akhirnya dia harus dirawat inap di RSCM dan mengalami koma selama 3 hari. Dalam masa opname ini ada berita yang begitu membahagiakan untuk Keke dan keluarganya bahwa Allah memang memberikan cobaan sesuai kemampuan hamba-Nya.
Keke membuktikan semua itu “Keke menjadi juara tiga kelasnya dalam ujian akhir sekolah.”
Di sisi lain, dokter menyerah terhadap kanker yang diderita oleh Keke. Di nafasnya yang terakhir ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati yang beraharap tidak ada air mata lagi di dunia ini yang terjadi kepadanya, dan kepada siapapun.
Nafasnya telah berakhir 25 Desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan melaksanakan Idul Fitri terakhir bersama keluarga dan semua sahabatnya. Namun kisahnya menjadi abadi dan menginspirasi banyak orang.
Kelebihan dari novel ini adalah dapat membuat pembacanya terhanyut dalam kisah yang diceritakan oleh pengarang dalam cerita ini. Kisah dalam novel ini juga diangkat dari kehidupan nyata dan sangat menyentuh sekali.
Novel ini juga melampirkan beberapa photo perjuangan Keke ketika melawan penyakitnya tersebut hingga photo bersama dengan sahabat-sahabatnya Keke saat di pemakaman Keke.
Reviewer : Arif Budiyanto
Penulis : Ursula K. Le Guin
Penerbit : Media Klasik Fantasi
Halaman : 335
Tahun : 2010
Buku yang menceritakan tentang dunia sihir ini, telah banyak menginspirasi lahirnya cerita Harry potter dan Eragon. Haus akan kekuatan dan pengetahuan serta ilmu sihir yang tidak disadarinya, Ged sebagai tokoh utama dalam cerita ini mengusik rahasia yang sudah tersimpan lama dan melepaskan sebuah bayangan mengerikan ke dunia. Selama di sekolah, Ged aman; tetapi sekarang saatnya ia keluar dari sekolah dan mempraktekan ilmunya secara praktis. Ged harus berhadapan dengan naga kuno, dan menyebrangi ambang kematian untuk mengembalikan keseimbangan.
Di dalam Hutan ada-tiada yang rahasia, dimana tidak ada seorang murid pun yang boleh menginjakan kaki. Ged tetap tinggal diasrama besar, bekerja bersama para naster melakukan semua keahlian yang bisa dipraktekan oleh sorcerer. Merekan melakukan sihir tanpa membawa tongkat, memanggil angin, mengubah cuaca, menemukan dan memperbaiki, seni menempa mantra dan membuat mantra, para pendongen perapal, penyembuh, dan ahli tanaman herbal.
Ged berusia lima belas, terlalu muda untuk mempelajari seni tinggi para penyihir mereka yang melakukan sihir dengan membawa tongkat. Namun ia mempelajari semua ilusi dengan sangat cepat. dalam mempelajari ilmu sihir Ged mengalami begitu banyak tantangan dan rintangan. Tak jarang Ged harus berjuang keras untuk bisa survive. Banyak tekaki dalam setiap perjalanan dan kisah yang ada dalam buku ini ! membuat pembaca semakin penasaran hingga ujung cerita ini !
Buku ini sangat direkomendasi untuk anda yang mencintai fantasi, berisi kebijaksanaan, keajaiban dan ilmu sihir tertulis... Recomended tiga bintang ***
Author: Enid Blyton
Publisher: Bounty Books
Number of pages: 190
Penulis: VBI Djenggoten dkk.
Penerbit: Salsabila
Jumlah halaman: 185
Direview oleh Nurpatria Kusworini
Siapa tak suka komik? Komik adalah media yang ampuh untuk menyampaikan pesan apapun terutama di kalangan remaja. Tak terkecuali pesan dan nilai Islami yang mulai banyak ditinggalkan anak muda kita. Agaknya hal inilah yang mendasari terbitnya buku ini dan karya-karya serupa, agar agama menjadi dekat tanpa sekat, mudah dipahami, dan tidak lagi tak terjangkau di rak paling atas lemari buku anak-anak kita.
Ada delapan belas komikus yang berkolaborasi menyusun lima belas buah karya di buku ini, termasuk VBI Djenggoten dan Ardian Syaf. VBI Djenggoten sudah banyak kita kenal melalui karyanya 33 Pesan Nabi dan 99 Pesan Nabi. Masih hapal, kan, gaya kocaknya dalam menuturkan pesan-pesan tersebut dalam konteks sehari-hari? Dalam buku ini ia menyumbang satu karya berjudul Ghirah. Ghirah sendiri berlatar pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mutashim dengan mengangkat konflik antara kalangan Hasyimiyah dan tentara Romawi dengan tetap membawa gaya bertutur dan gambar khas VBI Djenggoten.
Sementara itu, Ardian Syaf, komikus yang belum lama ini diputus kontrak oleh Marvel karena simbol Gerakan 212-nya dalam X-Man Gold diprotes oleh banyak pembaca Marvel, menyajikan cerita sederhana yang menyentuh hati bertajuk Imam Ahmad dan Istigfar. Cerita inilah yang menjadi favorit saya. Gayanya bertutur dan gambarnya mengingatkan saya pada komik-komik cerita nabi yang ibu saya belikan saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar.
Satu hal yang kemudian membuat buku ini menjadi super spesial bagi saya adalah kehadiran Ammar yang juga siswa kita di Al Kausar, berdiri sejajar dengan komikus-komikus muslim andal Indonesia. Ammar mengangkat cerita dengan tema perdebatan di media sosial berjudul Obrolan. Isinya seputar hadith nabi tentang hukum meninggalkan perdebatan berkepanjangan.
Komikus-komikus yang lainpun tak kalah hebat dalam menyampaikan karya mereka. Sebagian besar memang sudah berkecimpung di dunia menulis komik dan ngaji sejak lama. Soal kualitas content layaklah kita acungi jempol.
Overall, nothing compares to a good book with a heavy morale yet light at heart. Buku ini salah satunya. Untuk yang segan membaca komik, agaknya komik ini bisa membantu Anda sedikit bertualang ke luar zona nyaman membaca Anda.
Penulis : Alex Shearer
Penerbit : Karisma Publishing Group
Page : 228
Buku ini merupakan sebuah terjemahan dari buku aslinya yang berjudul “The Great Blue Yonder”. Mungkin karena ini buku terjemahan, sehingga susunan kata-katanya cukup sulit untuk dimengerti, entah apakah dari sananya atau kesalahan penerjemah saja. Namun cerita yang cukup menyentuh lumayan mengobati pikiran saya yang bingung.
Kisah diawali dengan suasana di surga (menurut penulis) ketika orang-orang yang meninggal sedang mengantri untuk dimasukkan datanya oleh seorang petugas di balik komputer. Harry yang baru berusia 10 tahun, meninggal karena tertabrak truk ketika ia sedang bersepeda. Masalahnya adalah, bahwa ketika sebelum bersepeda, ia sedang bertengkar dengan Eggy, kakaknya, dan mengatakan bahwa Eggy akan menyesal jika Harry mati. Bahkan Eggy pun mengatakan bahwa ia akan senang dengan hal itu.
Akibatnya, Harry merasa bersalah dan berusaha kembali ke dunia untuk meminta maaf kepada kakaknya. Di surga, ia bertemu dengan seorang anak sebayanya yang telah mati sekitar 100 tahun yang lalu, namun masih di surga untuk mencari ibunya yang kehilangan sebuah kancing bajunya. Akibatnya, ia tidak dapat pergi ke Langit Besar Nun Jauh di Sana untuk hidup tenang dan kembali melanjutkan petualangannya. Setelah mendengar cerita Harry, Arthur, nama anak itu membawa Harry kembali ke dunia untuk berdamai dengan keluarganya. Di dunia, Harry yang tembus pandang berusaha kembali ke sekolahnya untuk melihat seberapa besar rasa kehilangan teman-teman dan sahabatnya atas kematiannya. Meski ia telah diperingatkan Arthur untuk jangan terlalu berharap, Harry tetap merasa bahwa ia layak mendapatkan perhatian besar dan dukacita mendalam atas kematiannya. Namun ia menjadi kecewa, karena ternyata hidup berlanjut seperti biasa setelah kematiannya, dan hanya berbekas beberapa hari saja. Dengan kecewa ia berusaha melihat kegiatan-kegiatannya dahulu, yang kini telah berjalan seperti biasa tanpa kehadiran dirinya.
Sampai akhirnya ia melihat karya teman-temannya di kelasnya, yang menyatakan dukacita mereka atas kematian Harry. Ia merasa terharu, karena musuh terbesarnya selama hidup, yaitu Jelly, membuatkan ia sebuah surat, yang menyatakan ia menyesal atas perbuatannya kepada Harry selama ini. Ia juga menjadi penggagas ditanamnya sebuah pohon ek di pekarangan sekolah untuk mengenang Harry. Setelah itu ia kembali ke rumahnya, dan melihat bagaimana ayah dan ibunya, bahkan kakaknya Eggy masih terlihat terpukul akan kematiannya. Harry berusaha berbicara kepada mereka, namun mereka tidak dapat mendengarnya. Akhirnya ia masuk ke kamar Eggy, dan berusaha berbicara dan minta maaf padanya. Seketika, ia teringat akan Arthur yang dapat mengontrol mesin koin di sebuah bar ketika mereka baru turun dari surga. Ia berusaha menggerakkan pensil yang dipegang kakaknya agar dapat berkomunikasi dengannya. Dan ia berhasil. Dengan mengerahkan seluruh kekuatannya, ia minta maaf dan menyesal akan kata-katanya kepada Eggy ketika mereka sedang bertengkar. Eggy pun menyesal dan meminta maaf pada Harry.
Akhirnya, Harry telah kehabisan tenaga untuk menulis lagi, dan akhirnya ia harus pergi kembali ke surga. Dengan sedih, ia pergi dari rumahnya dan kembali ke surga. Namun ia bahagia, karena telah menyelesaikan urusannya yang tertunda dengan kakaknya, dan dapat pergi dengan tenang.
Pesan yang ingin disampaikan oleh novel ini sangat baik. yaitu janganlah kita melakukan hal-hal yang akan kita sesali ketika kita meninggal dunia, karena ketika nyawa sudah lepas dari raga sulit untuk meminta maaf kepada orang yang telah kita sakiti. semoga kita lebih berhati-hati.
Judul buku : Cado-Cado
Nama pengarang : Ferdiriva Hamzah
Penebit : Bukune
Tahun terbit : 2008
Jumlah halaman : 190
Edisi : Pertama
Buku yang menceritakan pengalaman calon dokter ini merupakan buku komedi yang dapat menghibur pembaca tetapi menambah wawasan kita dalam dunia kedokteran. Buku yang diberi judul Cado-Cado yang merupakan kepanjangan dari catatan calon dokter ini berisi kisah mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani masa ko-ass.
Di bagian pembuka penjelasannya cukup membantu bagi pembaca awam tentang bagaimana mahasiswa kedokteran bisa berstatus sebagai ko-ass. Kisah pertama dimulai dari pengalaman bertugas di rumah sakit jiwa. Disini banyak trik untuk menaklukan pasien Skizofrenia atau yang lebih dikenal dengan pasien gangguan jiwa. Saat berada di dalam rumah sakit jiwa, Riva (penulis) selalu ditemani oleh sahabatnya sendiri yang bernama Budi. Dua minggu sudah mereka berdua mengalami pengalaman yang pahit dan berharga. Mulai dari takutnya mereka berdua saat pertama kali mengangani pasien yang terkena gangguan jiwa sampai mereka dapat lulus ujian sebagai ko-assisten dokter di dalam rumah sakit jiwa. Pengalaman semasa di dalam rumah sakit jiwa mereka jadikan sebagai pelajaran yang sangat baik dan berharga untuk menghadapi tantangan kedepan dalam menjalani profesinya sebagai seorang dokter
Jadi sebagai calon dokter umum penulis harus mengikuti ko-ass dibagian- bagian. Dari mulai bagian rumah sakit jiwa, bagian bedah, penyakit dalam, THT, hingga bertugas di kamar jenazah.
Penulis di sini seringkali merasa takut untuk memulai tugasnya. Seperti ketika akan memulai di bagian jenazah. Suasana kamar jenazah dideskripsikan cukup mengerikan dengan ditemuinya jenazah seorang yang disebabkan meninggal karena kecelakaan.
Meskipun demikian buku ini dapat memberikan motivasi untuk orang-orang yang sering takut akan sebuah pengalaman pahit. Justru penglaman itu sebenarnya adalah suatu tantangan untuk kita jika ingin meraih prestasi yang diinginkan.
Dari buku ini setidaknya membuat kita tahu bagaiman situasi di balik layar pekerjaan dokter. Setidaknya menurunkan kadar kekakuan yang kita pikirkan tentang dokter. Sebagaimana guru saat di luar kelas, dokter pun ternyata tidak jauh berbeda.
Judul buku : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tebal : 524 Halaman
Tahun terbit : 2016
Windarningsih
Dilihat dari judul novel ini, pembaca akan berpikir bahwa novel ini menceritakan kisah romansa. Namun jika dilihat dari gambar pada sampulnya sepasang sepatu kusam yang merupakan salah satu perjuangan hidup tokohnya yaitu Sri Ningsih untuk mendapatkannya sebuah sepatu. Gambar yang merupakan simbol perjuangan kehidupan seorang wanita dari kecil hingga akhir hayatnya.
Novel ini dimulai dengan kisah Zaman Zulkarnaen, seorang mahasiswa master hukum di Oxford University asal Indonesia. Ia mendapat kesempatan bergabung di sebuah firma hukum terkenal yaitu elder law, Thompson & Co.
Lembaga ini merupakan firma yang menyusun standar perlindungan hukum bagi orang tua beserta hartanya. Zaman Zulkarnaen dua tahun bergabung dengan firma hukum tersebutsaat diberikan mandat menyelesaikan sebuah kasus. Ia diberi tugas menyelesaikan sebuah kasus warisan bernilai 19 trilun rupiah. Warisan milik Sri Ningsih yang berasal dari negara yang sama dengannya yaitu Indonesia.
Berbekal sebuah buku harian yang didapakatkan Zaman dari panti jompa di Paris, tempat terakhir Sri Ningsih tinggal dan tempat menghembuskan nafasnya. Zaman mulai menelusuri bab demi bab kehidupan kliennya.
Zaman harus bekerja keras dan bergerak cepat untuk menemukan ahli waris Sri Ningsih. Karena ia tidak ingin harta warisan itu jatuh ke tangan Kerajaan Inggris untuk dikelola sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Selain itu, jika ia bergerak terlalu lambat dan tidak berhati-hati. Ia juga akan berhadapan dengan firma hukum lain yang akan membagi-bagikan harta warisan tak bertuan seperti layaknya harta karun.
Menelusuri kisah Sri Ningsih, Zaman harus mendatangi ke beberapa tempat. Sehingga membuat novel ini menyajikan lima latar yang berbeda. Setelah menelusuri tempat terakhir tokoh yaitu panti jompo La Cerisaie Maison de Retraite di Kota Paris, lalu ke Pulau Bungin di Sumbawa tempat Sri Ningsih menhabiskan masa kecil. Kemudian Surakarta tempat Sri belajar dan sekolah. Lalu Jakarta saat Sri Ningsih merintis berbagai usaha. Hingga akhirnya, Zaman mengetahui bahwa Sri Ningsih memiliki banyak kisah di London yang tak jauh dari tempat tinggal dan kantornya saat ini.
Kisah Sri selama tinggal di London, merupakan klimaks kehidupannya. Layaknya drama Bollywood yang menghadirkan tangis dan tawa. Di kota ini banyak kejadian tentang percintaanya dengan orang Turki bernama Hakan Karim yang berlanjut dengan pernikahan. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Satu demi satu peristiwa duka menimpa Sri dan meninggalkannya dalam kepedihan yang mendalam hingga ajal menjemput sang suami. Akhirnya secara tiba-tiba memutuskan untuk menghabiskan masa tuanya di Paris.
Yang menjadi pertanyaan penting pembaca bagaimana akhir harta warisan Sri jatuh? Pada bagian akhir terjawab dengan diakhiri layaknya film action pembaca akan memperoleh jawabannya. Tokoh antagonis Lastri dan Musoh yang membuat Sri bertualang. Sedangkan pewarisnya adalah sang adik tiri yang selama ini disembunyikan tokoh antagonis.
Cerita ini cukup seru karena legkap dengan kisah-kisah. Dari petualangan, percintaan, hingga kegigihan seorang perempuan Indonesia. Nampaknya penulis buku ini ingin menyampaikan bahwa seberapa banyak pun harta yang kita miliki semasa hidp, tak akan kita bawa mati.
SOSOK IBU BERHATI SURGA
Judul : ATHIRAH
Pengarang : Alberthene Endah
Penerbit : Noura Books
Tahun terbit: : 2013
Tebal buku : 404
Windarningsih
Diantara kita khususnya orang Makasar mungkin sering mendengar nama Athirah. Ya karena nama beliau diabadikan sebagai nama salah satu sekolah yang terkenal di Kota Makasar. Athirah adalah seorang ibu dari Bapak Jusuf Kalla.
Buku yang berjudul Athirah ini merupakan buku biografi yang dikemas menjadi sebuah cerita. Layaknya sebuah novel isi buku ini mengisahkan kehidupan keluarga Bapak Jusuf Kalla. Athirah sosok seorang ibu yang patut dicontoh. Athirah, ibunda JK menjalani hidup yang penuh liku-liku. Ia harus menghadapi poligami, membesarkan 10 anak, hingga menjadi pengusaha sukses.
Awalnya keluarga ini merupakan kelurga yang nyaris sempurna, Athirah dan suaminya membangun bisnis kelurga dari nol hingga besar dan sukses. Semua karena kegigihan mereka. Permasalahan mulai menggerogoti keluarga ini ketika sang ayah menikah lagi. Hal ini mengharuskan Athirah harus lebih mandiri. Bersama Ucu (panggilan Jusuf Kalla) tanggung jawab dibebankan oleh bapaknya untuk menjaga emmak dan adik-adiknya.Di usia yang masih muda, sekitar 16 tahun tugas ini dijalankan. Ia mampu menentramkan hati emmaknya.meskipun ia harus meredam emosi.
Bisnis yang dijalankan oleh Athirah justru berkembang pesat dari mendirikan butik kain sutra, berdagang berlian hingga bisnis angkutan. Tuhan memberkati segala usahanya, semua bisnis yang dijalankan mampu mengobati sakit hatinya. Meskipun sakit hati namun Athirah mengajarkan pada anak-anaknya tetap menghormati ayahnya. Ini terlihat ketika sang ayah datang ke rumah mereka untuk makan bersama, Athirah tetap melayani dengan baik. Yang menjadi ciri keluarga ini adalah acara makan bersama merupakan acara yang penting. Sang ayah meskipun terbatas waktunya tetap berkomunikasi untuk memantau perkembangan anak-anaknya. Yang menghidupakan latar suasana buku ini adalah hidangan khas makasar yang disajikan.
Di dalam buku ada juga mengisahkan Jusuf sebagai remaja. Ia tumbuh di tengak gejolak keluarga. Poligami yang dilakukan ayahnya mempengaruhi untuk mengenal kawan wanita seusianya. Dalam buku ini banyak juga mengisahkan bagaimana keuletan Jusuf untuk meyakinkan teman wanitanya bahwa tidak semua laki-laki yang ayahnya melakukan poligami akan diturunkan pada anaknya. Dari sini pembaca dapat belajar bagaimana tanggung jawab sebagai anak laki-laki dalam keluarga, bagaimana keuletan dalam belajar, bagaimana kegigihan dan kemandirian di usia muda. Selain itu cintanya pada sang ibu yang berjuang untuk keluarga. Semua itu dikemas dalam alur cerita yang menarik dan menginspirasi. Meskipun di akhir buku ini ditutup dengan kesedihan dengan kepergian sang ibu dan ayah tidak lama berselang
Saya sebagai pembaca buku ini merasa bahwa banyak nilai kehidupan yang bisa dipetik sebagai pembelajaran. Wanita disini bukanlah wanita lemah namun kuat dan berani dengan cara sendiri. Keberanian yang dibungkus dengan kesabaran dan keuletan akan nampak di kemudian hari.
Penulis : Enid Blyton
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Page : 280
Enid Blyton (1897-1968) yang merupakan pengarang terkenal dari Inggris juga mengarang serial misteri yang fokus kepada sosok detektif remaja. Seri ini dikenal sebagai Five Find Outers atau Mystery Series dan diterjemahkan sebagai Pasukan Mau Tahu.
Pasukan Mau Tahu terdiri dari lima remaja, Fatty yang merupakan detektif dan karakter utama, lalu Larry, Pip, Daisy dan Bets. Serial ini merupakan serial yang fokus kepada cerita detektif, tidak sekedar anak remaja bertemu petualangan secara tak sengaja.
Pada liburan musim panas kali ini, Pasukan Mau Tahu kembali memecahkan sebuah misteri. Cerita dimulai dari keisengan Fatty yang selalu memiliki ide-ide kreatif yang kadang terlihat aneh. Fatty mencoba menyamar menjadi seseorang yang tidak akan disangka-sangka atau diketahui oleh tim Pasukan Mau Tahu lainnya, dia akan memberikan hadiah untuk teman-temannya jika nantinya penyamaranya terbongkar. Ya! Fatty jago menyamar. Hingga sampailah dihari Fatty melakukan penyaraman, Pasukan Mau Tahu lainnya berusaha untuk mencarinya, tapi mereka hampir menyerah karena mereka tidak berhasil menemukan, tetapi Bets, teman yang paling kecil dan paling mengaggumi Fatty menemukan Fatty secara tidak sengaja, ia menginginkan sebuah balon yang dijual oleh seorang ibu Tua yang tidak lain adalah Fatty. Sehingga, Bets pun mendapatkan hadiah dari Fatty karena berhasil menemukan penyamaran Fatty. Tetapi disaat mereka asyik bermain, mereka melihat sikap Pak Goon, si Ayo Pergi, beberapa bulan ini selalu sibuk.
Pak Goon adalah seorang polisi setempat yang merupakan musuh berat dari tim Pasukan Mau Tahu. Karena pak Goon membenci Fatty dan teman-temannya yang selalu bisa memecahkan kasus. Fatty dan teman-temannya mencari tahu dengan menanyakan kepada Inspektur Jenks yang merupakan orang kesayangan mereka. Pak Inspektur akhirnya memberikan informasi yang sebenarnya sangat kurang sekali, tapi setidaknya mereka sudah mengetahui kasus yang terjadi saat-saat ini dan membuat pak Goon selalu sibuk, yaitu adanya sekelompok pencuri yang selalu mencuri perhiasan mahal.
Akhirnya, Fatty dan teman-temanya pun mulai beraksi untuk mendapatkan semua informasi mengenai kasus pencurian ini. Dan hal ini bukanlah kasus yang mudah, mereka akan bertemu banyak bahaya. Terutama untuk Fatty yang mencoba melakukan penyamaran menjadi seorang Bapak Tua yang menjadi sarana informasi bagi para pencuri sebelum beraksi.
Bagaimana kisah selanjutnya? Bagaimana kasus ini akhirnya bisa terpecahkan?
Bagi pembaca yang menyukai cerita detektif, novel ini ringan dan cukup menghibur, ceritanya menarik dan tidak membosankan. Masih ada 14 seri novel pasukan mau tahu lainnya. Novel-novel karya Enid Blyton sudah tersedia di perpusatakaan alkausar dalam versi bahasa inggris.
Penulis : Abdulkarim Khiratullah
Penerbit : Republika, 2008
Page : vii + 286
Novel ini mengajak pembacanya mengenal beberapa kosa kata dalam bahasa Minangkabau. Tetapi jangan khawatir bagi pembaca yang bukan dari daerah Minang, anda akan tetap menikmati alurnya karena penulis juga mencantumkan arti kata tersebut dalam bahasa Indonesia.
Novel ini bercerita tentang perjuangan Fauzi yang berasal dari tanah Minang. Latar belakang keluarga yang agamis dan lingkungan yang sangat menjunjung tinggi adat budaya daerah, membentuk Fauzi menjadi pemuda yang memelihara diri dan menjaga pergaulannya dari hal-hal yang dilarang oleh Agama. Fauzi berazzam kuat ingin melanjutkan study nya ke Arab Saudi. Ibunya yang membesarkan Fauzi seorang diri (ayah Fauzi sudah lama meninggal dunia) sangat memahami keinginan anaknya. Beliau rela menjual tanah warisan untuk membiayai kuliah Fauzi. Rekomendasi Buya Abdullah (guru Fauzi) kepada rekan-rekannya di Arab Saudi, mempermudah keberangkatan Fauzi untuk meraih cita-citanya.
Perjuangan Fauzi di kampus Jam’iyah Al Imam Muhammad Ibnu Saud memasuki tahun ke-6. Ia sedang menyelesaukan S-2 nya di Fakultas Syariah Islamiyyah. Fauzi mendapat pinangan dari ayah (panggilan untuk Pak Zaidan) yang sudah lama menjalin kedekatan dan ukhuwah dengan keluarganya. Putri Pak Zaidan yang bernama Rahima, juga tidak asing lagi bagi Fauzi. Mereka tumbuh dan dibesarkan dalam nilai-nilai Islami yang sama.
Setelah menghubungi Ibunya dan melakukan Istikharah, Fauzi mantap untuk menerima tawaran pak Zaidan. Tetapi, ada satu hal yang mengganjal hati Fauzi, apakah pernikahan Fauzi dengan Rahima akan direstui oleh adat? Fauzi memiliki suku yang sama dengan Rahima. Ibu Fauzi dan Ibu Rahima bersuku Caniago. Dalam adat Minangkabau, tidak diperbolehkan menikah satu suku karena dianggap menikahi dunsanak (=kerabat) sendiri. Walaupun dalam Islam, tidak ada aturan seperti itu. Namun perkataan pak Zaidan menenangkan hati Fauzi.
Tak lama sejak Fauzi menerima pinangan keluarga Rahima, pinangan dari seorang perempuan bernama Riri datang padanya. Fauzi menolak pinangan yang kedua.
Namun rencana pernikahan Fauzi dan Rahima mendapat tentangan dari para pemuka adat Minang. Konflik demi konflik, kejadian demi kejadian, akhirnya Fauzi dan Rahima tidak dapat bersatu.
Peristiwa dalam novel ini mengajak kita untuk yakin bahwa rizki, jodoh, dan kematian adalah ketetapan Illahi. Jika anda menyukai novel melankolis, maka novel ini sangat cocok bagi anda. Langsung aja dipinjam ke perpustakaan Al Kausar ya.
Penulis : Sayf Muhammad Isa cerita Oleh Felix Y. Siauw
Penerbit : Alfatih Press
Halaman : 323
Ghazi adalah istilah yang merujuk kepada pasukan yang terlibat dalam ekspedisi militer atau serangan, setelah bangkitnya Islam. Novel seri keempat ini, mengkisahkan tentang perjalanan dan perjuangan seorang Muhamad Al Fatih menjadi seorang sultan yang kelak mampu menaklukan konstantinopel. Novel ini mengemas ceritanya dengan sangat berbeda dengan buku-buku referensi yang terkesan kaku, lebih dari itu pembawaan cerita di novel ini sangat menarik untuk dibaca oleh semua kalangan, termasuk anak muda. Kisahnya mengalir dan penuh hikmah disetiap alur ceritanya.
Kolaborasi yang dahsyat antara guru dan murid untuk mencapai satu tujuan, mewujudkan bisyarah Rasulullah, untuk dapat menaklukan Konstantinopel. Diawal cerita, buku ini mengisahkan tentang seorang dracula yang diperintahkan oleh sang ratu untuk membawa kuali berisi jantung dan darah binatang untuk berjalan menujur kearah utara dan menguburkannya di persimpangan untuk ritual mendapatkan kekuatan tak terhingga untuk mengalahkan Sultan Muhamad Alfatih.
Di sisilain buku ini mengisahkan tentang perjalanan Mehmed dan Syaikh Al Qurani dalam mencari pembuat pedang damaskus yang legendaris. Pedang yang hendak digunakan dalam pertempuran menaklukan konstantinopel. Tetapi hal ini tidak mudah, karena para pembuat pedang ini hidupnya terasing dan bersembunyi, karena Bani Assayfi adalah klan yang paling dicari oleh kelompok Hasyisyin untuk dibunuh. karena Bani Assyafi adalah klan pembuat pedang yang paling ditakuti oleh orang-orang kafir, dan telah membawa banyak kemenangan untuk umat Islam.
Selama perjalanan, banyak rintangan yang dihadapi oleh Sultan Mehmed dan gurunya hingga akhirnya harus merenggut nyawa sang guru yaitu Syaikh Al Qurani. Begitu mendalam kepiluan yang dialami oleh Sultan Mehmed dan Sultan Murad sepeninggal guru yang dikasihinya tersebut. Seorang manusia merasakan kesedihan adalah hal yang wajar, tetapi kesedihan itu seperti lautan yang dapat menenggelamkan jiwa kita, karenanya kita harus tetap bertahan jangan sampai tenggelam dalam kesedihan. Sebab jika hal itu terjadi, kita akan terhalang dari berbuat kebaikan.
Diakhir buku Ghazi seri keempat ini, dikisahkan tentang bagaimana Sultan Muhamad Al Fatih menyiapkan para Ghazi untuk menaklukan kekuatan Konstantinovel beserta para sahabatnya, yaitu Zhaganos, dll
Menarik sekali, kisah novel yang diangkat dari sejarah perjuangan umat muslim terpilih yang mampu mewujudkan Bisyarah Rasullah, menaklukan Konstantinovel, walaupun sudah tahu akan seperti apa kisah dari cerita ini, tetapi rasanya ingin segera melanjutkan membaca seri ke-lima dari novel ini, lebih karena bagaimana sang penulis dapat menghadirkan alur cerita yang lebih menarik !
Penulis : Veby Surya Wibawa
Penerbit : Zaytuna
Tahun : 2012
Halaman : 152
Pembaca akan disuguhkan metode dakwah yang tidak seperti pada umumnya. Penulis menggunakan media berupa komik. Cerita dikemas dengan sederhana dan menarik untuk dibaca. Buku komik ini adalah seri kedua setelah 33 pesan Nabi sebelumnya menampilkan cerita cerita tentang hadist seputar jaga mata, jaga telinga, dan jaga mulut.
Cerita disetiap tema hadist menggambarkan fenomena kehidupan sehari-hari yang sering ditemukan oleh orang pada umumnya. Ilustrasi gambar disetiap tema semakin menambah daya tarik dan membuat pembaca enggan untuk berhenti membaca. Pembaca juga dibuat penasaran untuk mengetahui tema berikutnya.
Buku ini bisa menjadi alternatif pilihan bagi generasi muda maupun orang dewasa untuk mengenal atau tahu tentang hadist Nabi khususnya yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim. Bagi yang tertarik dengan buku ini bisa dibaca di deretan buku yang terpajang di perpustakaan Al Kausar Boarding School tepatnya di bagian religion.
Laskar Pelangi adalah novel yang ditulis oleh Andrea Hirata, seseorang yang menulis novel ini berdasarkan pengalaman hidupnya. Walau sebuah autobiografi, penggunaan nama-nama fiksional menandakan bagian-bagian dari cerita dalam novel ini adalah fiksi.
Diawali saat SD Muhammadiyah, sekolah kampung di Belitong dengan fasilitas yang sangat terbatas bahkan minus, membuka pendaftaran untuk murid baru kelas satu. Hingga saat-saat terakhir pendaftaran hanya 9 orang anak yangmendaftar dan siap masuk kelas di hari pertama. Padahal sekolah kecil ini sudah diancam untuk membubarkan diri jika murid barunya kurang dari 10 orang.
Di kalangan bawah, menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada beban biaya yang harus ditanggungselama bertahun-tahun. Dan tertutupnya kesempatan untuk mempekerjakan si anak secara penuh waktu demi membantu mengurangi beban hidup yang semakin berat. Jika tak ada Harun, seorang anak berusia 15 tahun dengan keterbelakangan mental, yang disekolahkan oleh ibunya agar tidak cuma mengejar anak ayam di rumah, tentu tidak pernah terjadi kisah ini. Ikal tidak akan pernah bertemu, berteman satu kelas dengan Lintang, Mahar, Syahdan, A Kiong, Kucai, Borek alias Samson, Sahara, Trapani, dan Harun. Tidak akan pernah bertemu Bu Muslimah, guru penuh kasih namun penuh komitmen untuk mencerdaskan anak didiknya. Dan tidak akan pernah ada Laskar Pelangi, yang di musim hujan selalu melakukan ritual melihat pelangi sore hari dengan bertengger di dahan-dahan pohon filicium yang ada di depan kelas mereka.
Sebagaimana diceritakan dalam film ini, 10 anak ini memiliki keteguhan hati baja untuk bersekolah, dimana gurunya, walau ditekan oleh Departemen Pendidikan untuk menutup sekolah tersebut, karena tidak ada angkatan lain selain angkatan 10 anak ini, terus tegar mengajar sampai kepala sekolahnya meninggal di kantor, meninggalkan guru yangbernama Bu Muslimah sendirian mengajar 10 anak, yang lalu putus asa, namun anak-anak ini tetap tegar untuk terus belajar sendiri.
Namun sayang sekali, walau kisah ini sebenarnya adalah kisah tentang Lintang, penuturan cerita dalam novelini sangatlah vague tentang kisah siapa yang diceritakan.Walau dengan keadaan yang serba ada dan gedungyang tak layak, semangat, kegigihan dan perjuangan 10 orang anak murid beserta guru nya menjadi menarik ketika beragam perilaku dan masalah muncul namun tetap dihadapidengan suasana keluguan anak-anak daerah. Jadi, novel ini kadang serius, lucu, sedih, bercampur aduk memainkan perasaan pembacanya. Lima tahun bersama, bu Mus, pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing-masing, berjuang untuk terus bisa sekolah.
Mereka, Laskar Pelangi - nama yang diberikan Bu Mus pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Pada karnaval17 Agustus, Laskar pelangi ini memenangkan juara karnaval, atas ide brilian dari seorang Mahar. Selain itu kejeniusan luar biasa Lintang yangmenantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN Timah yang terkenal dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama.
Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya.Inti dari film ini adalah harapan untuk anak Indonesiayang paling terpuruk. Kalau anak yang sekolah di SD bobrok di pedalaman bisa sekolah di Paris, tentu saja siapapun bisa menggapai impian mereka.
Penulis : Maulana M. Syuhada
Penerbit : Bentang
Tahun ; 2014
Halaman : 494
Buku ini menceritakan kisah tentang mahasiswa Indonesia yang melanjutkan sekolah S2 di Jerman, Dia sangat mencintai kesenian terutama memainkan musik angklung. Berusaha mengenalkan kesenian, meskipun didera bencana keuangan, dan harus menggelandang di Eropa. Kerja keras, pantang menyerah, kerjasama dan keseriusan mengisi setiap alur cerita yang ada. Sangat memotivasi bagi siapapun yang membaca novel ini.
Waktu demi waktu perjalanan mengelilingi Europa begitu menegangkan, tak jarang ada konflik yang berkecamuk diantara anggota tim, membuat pembaca merasa terbawa dalam suasana haru. Perjuangan yang luar biasa untuk dapat mengadakan kegiatan konser angklung di kota-kota yang masih sangat asing mendengar nama dan alunan musiknya.
Totalitas yang mumpuni, bagi seorang mahasiswa kedokteran tingkat III yang berlatih sampai dengan cara mengurung diri dalam sebuah lemari dan menirukan suara bas betot hingga kelak menemukan harmonisasi yang menebar pesona di seantero Eropa.
Maul yang dijadikan sebagai pemeran utama dalam buku ini, digambarkan sebagai seorang yang gigih dalam memperjuangkan misi expand the Sound of Angklung ke berbagai kota, dibawakan dengan sangat berhasil dan mampu membuat semuanya terkesan.
Untuk dapat lebih larut dalam ceritanya dan membakar semangat kita, untuk terus berjuang pantang menyerah dan mundur, demi tercapainya misi kita. Selayaknya Anda membaca buku ini !
Citra Dwi Wahyuni
Penulis : Umm Zakiyyah
Penerbit : Mizania
Tahun : 2009
Halaman : 379
Tokoh uama dalam Novel ini bernama Tamika yang beragama Kristen. Tamika adalah seorang mahasiswa yang tinggal di asrama mahasiswa.
Tamika berseteru dengan teman satu kamarnya di asrama mahasiswa. Dia di sidang dalam Sidang Dewan Kehormatan Kampus. Akhirnya diputuskan bahwa Tamika bersalah karena melukai eman sekamarnya dan harus dipindahkan. Tamika pasrah dipindahkan. Tamika memperoleh kamar dan teman kamar yang baru. Ternyata teman sekamarnya yang baru adalah Dee (Durrah) yang terkenal di kampus dengan suaranya dan kecantikannya. Juga ada Aminah yang terkenal sangat konsisten dengan keIslamannya.
Tugas dari Dr. Sanders berupa makalah membawa Tamika mengkaji tentang Islam. Durrah dan Aminah banyak membantu Tamika. Membaca buku-buku tentang Islam, membawa Tamika kedalam kesadaran baru. Dia merasakan ada yang salah dengan agama Kristen yang dianutnya. Mengapa Tuhan ada 3 ? Trinitas. Berbeda dengan Islam yang hanya ada satu Tuhan.
Dee yang ramah menjadi sahabat bagi Tamika. Tamika berharap dirinya juga seperti Dee. Suara Dee yang merdu, ramah, ditambah kecantikannya yang mempesona, membuat Dee menjadi idola di hati Tamika. Tamika yang juga memiliki suara yang merdu, membuat Dee merasakan kedekatan bersama Tamika. Keduanya akrab dalam beberapa tampilan/show.
Dee (Durrah) yang asyik dengan ketenarannya membuatnya melupakan sholat dan berbagai sunnah lainnya. Kerudung yang dahulu dipakainya, kini tidak pernah lagi. Aminah sangat menyayangkan hal tersebut. Aminah berusaha menyadarkan Dee untuk kembali menjadi Dee yang dulu. Namun Dee tetaplah Dee, dia tak bergeming, asyik dengan dunia yang baru.
Kecelakaan mobil menimpa Dee dan Tamika. Dee meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Tamika selamat. Tamika sangat sedih mendengar kabar meninggalnya Dee. Dee dimakamkan dengan suasana Islami. Kampus gempar.... Dee yang terkenal ternyata beragama Islam.
Tamika merasakan kehampaan. Apa jadinya jika ia yang meninggal? Kemana ia setelah meninggal? Tamika sangat cemas. Ia merasa harus mengubah hidupnya. Ia yakin Islam akan membawanya pada keselamatan hidup dunia dan akhiratnya. Tamika bersyahadat. Aminah sangat bahagia.
Novel ini menarik untuk dibaca, kita akan dibawa kedalam pencarian Tuhan seorang wanita non muslim. Tanpa terasa air mata berlinang bahagia dan terharu ketika sang tokoh (Tamika) mengucapkan dua kalimat syahadat.
Judul Buku : Pedagang Peci Kecurian
Penulis : Suyadi
Penerbit : Noura
Tahun Terbit : 2017
Halaman : 35 halaman
Siapa tak kenal sosok Pak Raden dalam film seri boneka Si Unyil? Tokoh Pak Raden yang memiliki karakter jawa yang kental. Kain beskap berwarna hitam lengkap dengan blangkon dan tongkat dengan pegangan mirip gagang payung dan disertai dengan kumis tebal yang melintang sangat khas.
Ya, serial film Si Unyil yang terkenal sejak tahun 80an ini adalah buatan seorang seniman, "tukang gambar', animator, komikus, dalang dan pendongeng yang sangat melegenda. Adalah Suyadi, atau yang lebih dikenal sebagai Pak Raden, Sang maestro ilustrasi buku anak Indonesia, yang bahkan hari lahirnya 28 November telah dideklarasikan oleh masyarakat pencinta dongeng sebagai Hari Dongeng Nasional.
Sebagai seorang "tukang gambar" Pak Raden sudah tidak diragukan lagi kepiawaiannya. Masih tersimpan rapi di memori saya 26 tahun yang lalu bagaimana seorang Pak raden menggoreskan pensil dan spidol di atas kanvas dalam satu program bertajuk acara menggambar di TVRI, saya adalah salah satu dari sekian banyak anak Indonesia yang ikutnimbrung belajar, mengikuti cara menggambar beliau dengan kertas dan pensil di depan layar kaca.
Buku cerita ini adalah karya legendaris Suyadi yang diterbitkan kembali di bulan Februari 2017, edisi awal buku ini diterbitkan oleh penerbit Djambatan pada 1971. Alurnya mudah dicerna dan mengalir, membuat anak-anak penasaran dengan akhir ceritanya. Sangat simpel dan ringan, cerita tentang seorang pedagang yang kelelahan dan tertidur di bawah pohon rindang, sekawanan monyet mencuri peci-pecinya. cerdik dan cerdas cara si pedagang peci mendapatkan kembali dagangannya dan melanjutkan perjalanannya ke kota
Dengan cerita dan gambar goresan Pak Raden, pembaca dimanjakan dengan bahasa yang jenaka dan ilustrasi hitam putih yang jelas menggambarkan ceritanya. Sangat cocok dibacakan kepada anak-anak balita kita, Rura beberapa kali ingin terus dibacakan, alhamdulillah abi dan umminya tidak bosan membacakan hehe...
Anda ingin baca juga? atau mendongengkannya kepada anak? silakan pinjam di perpustakaan Al Kausar :)
Title : TENTANG KAMU
Author : TERE LIYE
Total of Book pages : 524 Pages
Publisher : Republika
Year of publication : 2016
Reviewer : Tuty Afiatun
Genius! That is my single incredible word that I can credit to Tere Liye. “Tentang Kamu (About You)” is my second adorable novel by Tere Liye after “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membeci Angin” novel. This novel had successfully pushed me to the very lowest button of reflection “what will my end of life look like?”. At first, I thought that this novel would tell about a love story like the other romance stories in which a couple struggled to defend their love whatsoever hindrance they had to cope with. My story prediction was absolutely based on the title and the cover of this novel. However, my guess was totally unjustifiable! Hehhehhe….^_^ In other words, I can say that the flow of this story is completely unpredictable.
This novel narrates a hard work of young talented Indonesian lawyer named Zaman Zulkarnaen in tracing the life mystery of Sri Ningsih, the main character told in this novel. Zaman was assigned by Thom&Co, a well-known law firm in London where Zaman worked for, to uncover the case of Sri Ningsih’s inheritance which did not have any will. This complicated case was Zaman’s first case to handle just after he was accepted to be an associate lawyer in Thom&Co law firm.
Sri Ningsih, a decrepit lady from Indonesia who stayed at a nursing home nearby Eiffel Tower, passed away by leaving a very huge amount of inheritance. She had 1% of some well-developed companies’ stock share which was equal to billions rupiah. Unfortunately, she did not leave any will at all to whom her inheritance should be dedicated. The only one clue to discover her heirs was Sri Ningsih’s diary found in her nursing home. Without squandering time, Zaman took Ningsih’s diary to be his road map to track down the puzzles of Ningsih’s life from her birth to her death since he just had only less than two weeks to accomplish this case. What a very brief time it was!
Ningsih’s diary consisted five chapters: patience, friendship, willpower, love, and embracing pains. Each chapter actually represented Ningsih’s part of life. Unluckily, these chapters did not contain much word, and even only conveyed a quote sometime. Having indistinct clue gained from Ningsih’s diary chapters, Zaman had to rack his brain to investigate Ningsih’s life deeply and comprehensively by visiting some places clued in the diary. In this case, Zaman played his detective instinct as a lawyer by keeping each chapter in Ningsih’ diary to be his research foundation on Ningsih’s life.
Zaman’s investigation on Ningsih’s life was started by visiting a small island in Indonesia called Pulau Bungin. Pulau Bungin was a place where Ningsih was born. In this place, Zaman studied first phase of Ningsih’s life. Zaman met some native inhabitants of Pulau Bungi to dig up more information about how Ningsih’s childhood life was like by doing deep interview with Bungi people. It was not really easy to find out the right respondent who could tell in detail about Ningsih’s biography in Pulau Bungi because there were not many people who witnessed Ningsih’s life in around 1940. That was why Zaman spent his energy and time about a week in Pulau Bungi without satisfying results before finally he met a very old man who could retell completely and comprehensively about Ningsih’s childhood biography. From this interview, it was known that Ningsih’s childhood was full of pains. She was considered as a poor carrier to her family. This attribute had led Ningsih moved to Surakarta, a town in Central Java, together with her step little brother after a tragedy of her house fire. All the information gained from the old man was used by Zaman to do the next journey of his investigation namely going to Surakarta, a town where Ningsih did her study at a traditional Islamic boarding school.
In Surakarta, Zaman met some key persons which enabled to expose Ningsih’s life puzzles. Zaman did thorough investigation by doing multifaceted interviews. Through this investigation, it was known that Sri Ning had ever had harmonious friendship with two smart and amicable girls. This friendship became one of the keys of all sorrows that Ningsih experienced. This friendship was also the factor drove Ningsih to move from one place another place in the name of keeping friendship harmony. Moreover, this friendship had led Ningsih to feel the saddest part of her life where she lost his little step brother as well her friendship unity.
After having thorough interview with the key persons in Surakarta, Zaman was given a wooden box containing some letters from Sri Ningsih sent from different places. Instead of utilizing Ning’s diary only, these letters were also treated to be complementary clues for Zaman to research Ningsih’s life mystery comprehensively. All the information provided in Ningsih’s letters was like a light whenever Zaman got stuck what to do next. Furthermore, these letters had brought Zaman to Jakarta, London, Franch and other places which were indicated to be a place for Ningsih to stay. How did Zaman finally expose who Ningsih was actually? How did Zaman disclose the sources of Ningsih’s huge inheritance? Why did Ningsih tend to move from one place to another place? What did “Tentang Kamu” (as mentioned in the book title) mean? Did Ningsih truly lost her little step brother? Why did Ningsih choose living in the orphan while she had a huge amount of inheritance? What happened next with Zaman after he was successful discovering the heirs of Ningsih’s inheritance? Find all the answers by reading this book as soon as possible. You will never regret the hours you spend to feel the real feelings and excitements in every scene in this novel, indeed!
Title : MENATAP PUNGGUNG MUHAMMAD
Author : Fahd Djibran
Book pages : 181 pages
Publisher : Litera Pustaka
Year of publication : 2010
Reviewer : Tuty Afiatun
Simple, impressive, and educative! These are my views toward the thinnest and simplest novel I have ever read. Its simplicity in presenting every single word had succeeded inviting me to put my whole eyes and mind on each idea written in this novel. Without applying sophisticated language of literature, this novel had detained me to finish my reading only in one sit. Moreover, this novel had fruitfully engaged my feeling into its story since the very first page. That is why it is not quite peculiar if my tears dropped easily for several times, especially in the part where Prophet Muhammad pbuh delivered his final speech for his followers. It was like I was truly a part of Muhammad’s congregations who were listening to Muhammad’s last talk. I burst into tears, indeed! I realized that I was about to part with my truly beloved prophet very soon. That was what I did not want to happen ever! Ever!
This novel mainly talks about the journey of a non Muslim guy in finding the truth about his dream. He dreamed meeting the noblest and greatest man on this earth, a man who is always craved by every Muslim to meet with. The man on his dream was Muhammad peace be upon him. His journey is wrapped in a letter containing 100 pages mailed to his beloved girl named Azalea.
In this novel, the character “I” underwent very long journey to seek the truth of the message told by Muhammad pbuh in his dream. In the dream, it was narrated that the “I” was asked by Muhammad a question “What is greater than faith?”. The “I” was just voiceless when getting such kind of that question. Then, Muhammad pbuh answered it humbly and briefly “Good deed. It stands above everything. I call it “ihsan”. This answer had led the “I” to do anything for discovering the meaning of what is called “ihsan”.
The journey of “I” in seeking the truth was performed by conducting two year personal research. During his research, the “I” was like being voracious on everything which enabled to answer his inquisitiveness about what had been conveyed by Muhammad in his dream. He even studied intensively thousands of literature on how dream was formed, Muhammad’s life, and everything related to goodness, Islamic thoughts, and Muhammad’s influence to life. To make his curiosity on Muhammad satisfied, the “I” also conducted discussion with interfaith experts starting from the most formal till the less formal one. Moreover, the “craziest” thing he did to accomplish his research was leaving his most beloved girlfriend named Azalea without any information and clues at all where he was actually for approximately two years. That is why the “I” wrote a 100-pages letter retelling his journey of finding the truth about Muhammad that he met in his dream as his way to redeem his sins to Azalea.
The two year journey of seeking about who Muhammad is actually had turned the “I” to the feeling of indescribable love toward Muhammad. He put very deep amazement as well as respect to the kindest and purest man in the world named Muhammad. His love to Muhammad had made the “I” really desire to meet him directly and as soon as possible. Unfortunately, this novel did not tell clearly whether or not the “I” finally embraced Islam as a faith to hold in his life. The “I” just described his finding on the meaning and manifestation of “ihsan” in the real life action. His description on how good deeds can always leap (even) the faith had attracted the readers to think critically and philosophically of the real purpose of life and Islamic teaching on the essence of worshiping.
This novel is highly recommended to read since this novel calls our instinct to review the level as well as the quality of our love to Prophet Muhammad pbuh. It also invites us to redefine the real meaning of faith. However, the readers, in my humble opinion, should read it critically by not taking everything served in the story for granted since this novel contains a bit philosophical messages. Above all, the author’s simplicity in writing the story does not decrease our reading enjoyment at all as every single word on the novel is intelligent in taking the readers’ soul into the story. Finally, what I can excerpt after reading this novel is “Whatsoever your religion, good deeds are never able to reject!”. Good job, Fahd Djibran!
Hari Jum’at hampir tak ingin bathin ini menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk....jenuh ... lelah yang kurasa memuncak ketika mengambil keputusan untuk membaca di perpustakaan Al kausar.
Buku ini terpilih untuk dibaca karena kebetulan tergeletak di atas kursi depan meja piket sekolah. Pertama kali membaca judulnya”BULAN MERAH” perkiraan saya , novel tentang amarah, ambisi atau keadaan malam yang mencekam tapi.... ternyata saya salah.
Buku bersampul merah , 255 halaman, karya Ginanjar Teguh Imam , membuat pembaca mengalami lompatan spirit yang nyata. Bre, tokoh penutur adalah anak seorang mantan patroli kolonial yang sakit-sakitan karena rasa bersalah yang disimpannya, menjadi akhir dari cerita ini. Sekelompok pemuda yang dipimpin oleh Bumi ditemani adiknya Siti merupakan anak dari seorang pembawa pesan rahasia pergerakan kemerdekaan. Keduanya mengubah kelompok musik keroncong menjadi kelompok musik yang menjalankan tugas-tugas rahasia sebagai pembawa pesan pergerakan untuk para gerilyawan dimasa kemerdekakan.
Cerita cinta antara Ratna Melati ; sang menejer pertunjukan sekaligus pasangan kasih tak sampai Rawi, kisah asmara Ku Chen dan Siti yang dihadirkan apa adanya , kehadiran Priambodo yang dicurigai sebagai penyusup , diam-diam juga menyukai Siti menjadi pemanis dalam alur cerita ini.
Cerita yang dilatarbelakangi suasana pergerakan kemerdekaan di Semarang, Ambarawa dan Magelang menjadi sangat lekat dihadirkan dinamikanya oleh penulis. Banyak hal yang bisa dialami oleh pembaca, saya sangat memaknai filosofi Bulan Merah “ Orang datang dan pergi. Orang juga lahir lalu mati. Yang membedakan adalah apa yang kelak ditinggalkan ketika mereka pergi atau saat mereka mati”
Sejarah mengajarkan kearifan, dan tidak ada satupun keadaan hari ini yang tak terhubung oleh sejarahnya sendiri, seperti itulah Bulan Merah, kelompok musik keroncong yang memiliki andil pada keberhasilan kemerdekaan republik Indonesia , tapi hampir tak disebut kebanyakan orang. Tak penting dikenal yang terpenting apa yang ditinggalkan.
Buku ini bagus jadi pilihan bacaan , tata bahsa yang mudah dipahami, pelajaran sejarah yang dihadirkan dalam bentuk yang berbeda. Pembaca akan belajar bagaimana menjadi pemimpin bukan orang besar hanya karena sebagai pemimpin dia memikirkan nasib banyak orang bukan nasib dirinya sendiri
SURYAWATI NINGSIH DAIMAN
Judul buku : Penakluk Kemustahilan
Penulis : Ammar Bugis ( 182 halaman)
Penerbit : Republika ( cetakan pertama ,Desember 2012)
Saya ingat persis saat buku ini saya temukan tergeletak di atas meja kantor Humas Al Kausar dan membawanya ke ruangan saya untuk dibaca, tentu atas izin Ust Ono, salaam ....maaf bukunya belum dibalikin hingga hari ini
Buku Penakluk Kemustahilan, buku ber sampul putih makin menguatkan rasa batin saya , bahwa di dalamnya ada banyak cerita “putih”, seperti saat Ammar ditanya kenapa anda tidak bisa berjalan ? Ammar balik bertanya kenapa anda bisa berjalan ? penanya menjawab: Allah menciptakan saya bisa berjalan dan Ammar menjawab saya diciptakan Allah dengan tidak bisa berjalan.
Bagian pertama buku ini mengisyaratkan makna hidup bahwa cinta dan kasih sayang serta penerimaan kita satu sama lain dalam keluarga maupun masyarakat mengalirkan energi baru bagi sebagian orang disekitar kita. Hidup diatas kursi roda, divonis bahwa usianya tidak lebih dari 2 tahun
Ammar Bugis penulis sekaligus tokoh utama dalam tulisan ini, lahir sebagai cucu pertama Syaikh Abdul Muthalib Bugis, guru tafsir di Masjidil Haram. Cinta sang nenek Jamilah rahimallah, Ibunya , ayahnya Dr.Haitsam Bugis serta istrinya Ummu Yusuf yang dinikahinya dengn mahar 7.000 Riyal (17.500.000) . Sosok inilah yang menguatkan Ammar sehingga dia mampu membuktikan bahwa kesabaran dan ketabahan mampu mengalahkan keputusasaan dan kelemahan.
Dijuluki “Ammar ar-Rabi “ si Ammar yang ke-4 karena tiga kali lolos dari kematian. Mengidap penyakit langka “Werding Hoffman” sesuai nama penemunya, memperlihatkan gejala kelumpuhan total, hilang kemampuan bergerak ,kecuali lidah dan mata.
Ammar menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz pada usia 13 tahun, mengikuti program home –schooling dan diterima kuliah di Universitas King Abdul Aziz jurusan jurnalistik. Semua rintangan dihadapi , ketemu dosen Killer, kesulitan naik tangga saat perkuliahan, setiap hari minum air zam-zam, diremehkan dosen, gagal dua kali dalam cinta, bangkrut kena tipu saat buka bisnis restoran dan ikut dalam bursa saham adalah bagian yang membuat buku ini sangat berwarna.
Buku ini sangat menginspirasi, hidup ini dijalani, tidak difikirkan dan kelumpuhan yang sesungguhnya adalah tidak adanya keinginan dan cita-cita, kata Ammar. Menyelesaikan bacaaan ini hingga tuntas membuat saya lebih yakin< tidka ada yang tidak mungkin atas kehendakNYA, sebagai hamba kita tinggal mencari jalan hidup agar Allah memberikan kehendakNYA atas apa yang kita kerjakan dalam hidup ini. Hanya itu!!!
SURYAWATI NINGSIH DAIMAN
Judul buku : WONDER
Penulis : R.J Palacio
Terbitan : 14 Feb 2014 ( 320 halaman )
( New York Times –bestseller)
Saya lupa bagaimana tepatnya buku bersampul biru ini ada di tangan saya. Saya hanya ingat seseorang yang berbaik hati meminjamkan buku tersebut .Saya tidak punya ekspektasi apa pun saat membaca buku ini. Beberapa orang mengatakan bahwa , buku ini bagus dan saya harus baca. Jika ada komentar yang harus saya dengar mengenai buku,kulinner, dan film , maka itu adalah anak saya kak Ima dan suami saya, mereka berdua punya selera yang bagus tentang "dunia" tersebut.
WONDER bercerita mengenai August Pullman. Seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun yang tidak terlihat biasa..Maksudnya tidak terlihat seperti umumnya anak laki-laki . August bermain seperti anak seusianya. Dia bermain bola, mengumpulkan permen di trick or treat saat Halloween, memiliki XBox, dan hal biasa lainnya. Namun August tahu, bahwa kehadiranya di taman bermain membuat anak-anak lainnya lari ketika melihatnya dan itu adalah alasan mengapa ia menjadi anak yang tidak biasa.
“I won’t describe what I look like. Whatever you’re thinking, it’s probably worse.”
August memiliki Ayah, Ibu, dan Via yang melihatnya sebagai anak laki-laki biasa. Mereka tidak akan lari bila melihat August, tidak berbisik-bisik seperti yang orang lain biasa lakukan saat bertemu dengan August..
Via adalah seorang kakak perempuan yang protektif jika ada orang yang bersikap kasar dengan August. Ayah dan Ibu sangat perhatian dan sayang dengannya. Serta beberapa teman yang lama ia kenal. Semua dirasa cukup bagi August, tapi tidak dengan kedua orang tuanya. Ibunya berharap August bisa sekolah di sekolah umum, bukan homeschooling yang selama 10 tahun dilakukannya. Walaupun Ayah berkata August tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak ingin dia lakukan, August tahu sebenarnya Ayah pun berharap hal yang sama.
Menjadi anak baru di sekolah terkadang sudah cukup menyulitkan. Jadi bayangkanlah betapa sulitnya jika kamu anak baru dengan kelainan Mandibulofacial Dysostosis yang telah menjalani 27 kali operasi. Mandibulofacial Dysostosis adalah penyakit kelainan genetik, fisik penderita ini akan sedikit berbeda karena tulang yang berkembang abnormal, dagu kecil kebawah, mata terbelalak agak ketarik, telinga terlihat keci dan rahang yang sedikit bergeser. August tahu semua anak di sekolah akan menatapnya dengan pandangan yang aneh, untuk tidak mengatakan mereka takut melihat August. Ia bahkan tidak yakin ada yang ingin sekadar menyapanya atau mengobrol dengannya, apalagi berteman.
Setelah berbagai perdebatan, teriakan, dan tangisan August, dimulailah kehidupan baru di Breecher Prep. Di sana August bertemu kepala sekolah Mr. Tushman, teman sekelas Jack dan Charlotte.
Tidak hanya mengambil sudut pandangg August, buku ini menyelipkan beberapa bagian yang diambil dari sudut pandang Via hingga teman-teman August pun Via. Hal tersebut yang akan membuat buku ini menjadi jauh lebih berwarna dan tidak membosankan.
Wonder memberikan kita banyak pelajaran tanpa merasa digurui. Kalimat-kalimat sederhana layaknya anak sepuluh tahun pada umumnya begitu mengalir di buku ini. Tanpa sadar kamu akan menyimpulkan senyum di ujung bibirmu, tertawa, hingga terharu. Saya bahkan sempat menyeka (sedikit) air mata pada beberapa bagian.
Buku ini relevan untuk segala usia. Ya, walaupun kamu sudah berumur kepala dua atau bahkan sudah memiliki anak. Begitu banyak hal yang bisa kamu ambil di buku ini. Cinta dan kasih sayang yang tulus dari keluarga, persahabatan yang tidak peduli dengan bagaimana fisikmu namun bagaimana “dirimu”, panduan bagaimana menerima perbedaan tingh laku dan sikap yang berbeda dari anak-anak kita serta peringatan betapa pentingnya menjadi dirimu sendiri. Ah, juga pesan untuk menjadi pribadi yang pandai bersyukur. Bagaimana caranya? Berbuat baiklah dengan siapa pun. Siapa pun. Tanpa kepentingan tanpa pamrih, lakukan kebajikan seperti sebuah kebutuhan makan bagi tubuh, minum untuk membayar rasa haus.
“…But hey, if they want to give me a medal for being me, that’s okay. I’ll take it. I didn’t destroy a Death Star or anything like that, but I did just get through the fifth grade. And that’s not easy, even if you’re not me.”
Penulis : Mark Haddon
Penerjemah : Hendarto Setiadi
Penerbit : KPG
Tahun terbit: 2004
Jumlah halaman: 311
Buku dengan tokoh utama anak-anak tampaknya akan selalu menempati tempat istimewa di hati pembaca tanpa batas usia, salah satunya novel karya Mark Haddon ini. Mark Haddon adalah penulis Inggris yang punya perhatian khusus pada anak-anak penyandang autisme. Tak heran buku inipun kental dengan hal tersebut. Meski berkisah tentang seorang anak berkebutuhan khusus, novel ini tidak serta merta penuh air mata dan kesulitan hidup. Haddon meramunya dengan sangat lihai sampai-sampai saat suatu kali saya bersua seorang rekan yang juga kepala sekolah di sebuah highschool di Amerika, pembicaraan kami sampai pula kepada novel ini yang juga salah satu novel favoritnya.
Judul asli novel ini adalah The Curious Incident of the Dog in the Nighttime. Menurut penuturan penerjemahnya, ini adalah salah satu buku yang baginya paling sulit diterjemahkan. Mungkin judul edisi terjemahannya unik bagi sebagian besar kita tapi memang judul itulah yang pas menangkap makna judul versi aslinya. Kesulitan utama penerjemahannya terletak pada sudut pandang penulisan novelnya. Dikisahkan novel ini adalah buku harian seorang praremaja penyandang autisme bernama Christopher. Bahasa yang digunakan Christopher sangat sederhana. Haddon rupanya paham betul gaya bicara, gerak-gerik, dan alur berpikir penyandang autisme.
Kisah dimulai ketika Christopher menemukan seekor poodle terbaring mati di rumput dengan garpu taman tertancap. Iapun memulai penyelidikan untuk mencari tahu siapa pembunuhnya juga motif pelakunya. Rasa ingin tahunya ini membawanya kepada petualangan dan perjalanan yang hampir tidak mungkin ia lakukan sendirian dengan keterbatasannya dan menemukan kenyataan yang melukai hatinya.
Tidak ada yang menggurui dalam buku ini walaupun berisi penggalan kehidupan, tidak ada salah, tidak ada benar. Christopher bercita-cita menjadi astronot karena ia ingin sendirian, tanpa benda-benda berwana kuning dan karena ia sangat cerdas.
Jika Anda penyuka misteri, anak-anak, trivia dan matematika (psst! nomor bab di buku ini ditulis dalam bilangan prima dan bahkan ada lampiran soal matematika yang dikerjakan Christopher saat ujian Metematika Lanjutan) maka buku ini untuk Anda, tapi bahkan Anda yang bukan penyuka matematika dan misteripun pasti menikmatinya dan tentu tidak ada yang tidak suka anak-anak, kan?
Judul Buku : Ayah
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2015
Halaman : 412 halaman
Diawal novel ini, penulis menceritakan keadaan seorang laki-laki tua bernama Sabari yang hidupnya kusut tak berarti setelah ditinggal istrinya ‘Marlena’ dan anaknya ‘Zorro’ entah kemana. Penulis sedikit menggambarkan bahwa sebetulnya hubungan antara Sabari dan Marlena hanyalah cinta bertepuk sebelah tangan, oleh karenanya Marlena meninggalkan Sabari.
Besarnya cinta Sabari pada Marlena tergambar lagi saat Sabari mau menikahi Marlena dalam keadaan telah mengandung Zorro. Selama menikah Sabari dan Marlena hanya bertemu 4 kali, selebihnya Marlena sering pergi meninggalkan rumah, termasuk meninggalkan Zorro, anak kandungnya.
Hari demi hari berlalu, Sabari pun menikmati masa-masa indahnya mengurus Zorro. 2 tahun lebih sabari bersamanya sampai akhirnya harus terpisahkan karena Marlena mengambil Zorro dengan cara paksa. Sejak kejadian itu Sabari menjadi orang yang tak tentu arah sampai hampir gila.
Sahabat Sabari, Ukun dan Tamat merasa iba melihat kondisi Sabari. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari Marlena dan Zorro. Setelah pencarian berbulan-bulan, akhirnya kabar gembira itu datang, mereka menemukan Zorro, pertemuan Zorro dan Sabari pun terjadi.
Dalam cerita ini, terggambar ketulusan hati Sabari yang lugu dalam mencintai Marlena sampai akhir hayatnya, terlebih lagi Zorro, anak tirinya. Teladan dan kasih sayang sabari selama mengurus Zorro menjadi satu-satunya kunci sehingga saat dewasa Zorro tumbuh menjadi anak yang tulus dan penuh kasih sayang.
Dengan gaya bahasa melayu belitong yang begitu mengalir dan apik membuat pembaca tidak merasa bosan dan begitu ringan menafsirkan maksud yang ditulis penulis. Begitu cerdas dan detail penulis menggambarkan setiap kejadian dalam kata-kata sehingga pembaca langsung membayangkan gambaran cerita tersebut. Terkadang dibuat sedih, terkadang tertawa.
Kisah ini merupakan kisah nyata yang diceritakan oleh sahabat dari penulis, jadi setiap kejadian mengandung empati yang begitu terasa hikmahnya oleh pembaca. Alur cerita campuran (kadang mundur ke masa lalu) menjadi sebuah teka-teki tersendiri sehingga pembaca merasa penasaran dan ingin segera menyelesaikan membaca novel ini. Diantara novel-novel lain karya Andrea Hirata yang telah ‘Best Seller’ di dalam maupun luar negeri, Novel berjudul ‘Ayah’ ini tidak boleh juga anda lewatkan.
Book Title : The Mystery of the Pantomime Cat
Author : Enid Blyton
Publisher : Egmont
Year : 2014
Pages : 234
Enid Blyton is famous for her children and early adolescent books. Most of her books have also been translated into Bahasa Indonesia and become a part of today's grown ups' childhood. The Mystery of the Pantomime Cat is book number seven of The Mystery Series. Each book can be read on its own without making its reader confused as to connect with the previous because Blyon provides a sort of introduction in each one.
Just like all the other books in the series, The Mystery of the Pantomime Cat involves the Five Find-Outers and a Dog getting themselves in the middle of a mystery. This time, they accidently helped a young police constable, Pippin got himself right where a case was about to happen by chance. Mr Goon, the village constable that detested the children happened to be away. The story then revolves around the children and the police constables racing to find the suspects and eventually the culprit behind the robbery in their local theater. The Five Find-Outers had to face the reality that their beloved friend who was an actress in the theather and a funny looking pantomime cat most likely committed the crime.
Fatty, the leader in The Five Find-Outers, displays a great amount of leadership here. The regret of the children for their innocent mischief that put Pippin in advantage and later instead troubled him is also clearly described. Blyton puts clues here and there for readers to pick up themselves while following the trails behind the Five Find-Outers in their mission.
Basically, I can never tell which one of the fifteen books in the series is the best but this one definitely will be my favorite. It's the book every young adult should read and enjoy because life would be miserable without a splash of adventure of mystery and this series has both.
Judul Buku : Api Tauhid
Penulis : Habiburahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Tahun Terbit : 2014
Halaman : xxxv+573
Novel yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy ini masuk dalam kategori novel sejarah. Dia mengangkat sejarah masa-masa keruntuhan kekhalifahan Turki Utsmany dengan tokoh pembaharunya, Syeikh Badiuzzaman Said Nursi. Kisah menggugah dari Mujaddid Turki ini disajikan dengan sangat apik. Mulai dari kisah "cinta" kedua orang tuanya yang menggambarkan bagaimana takdir tokoh besar lahir melalui skenario langit yang sangat indah, mengingatkan kita juga akan lahirnya tokoh besar seperti Imam Syafi'i maupun Abdullah Ibnu Mubarok.
Masa-masa beliau menuntut ilmu dikisahkan dengan sangat heroik. Bagaimana beliau berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mengejar ilmu agama yang ingin dikuasainya. Menjawab keraguan banyak pihak atas kapasitas dirinya, sampai beliau bisa membuktikan bahwa beliau bisa dan bahkan bisa melampaui semua orang pada masanya. Allah memberikan karunia kapasitas kecerdasan Syeikh Badiuzzaman jauh melebihi kapasitas kecerdasan manusia pada umumnya. Beliau pernah mempelajari beberapa kitab yang secara normal dipelajari oleh orang lain dalam waktu 15 tahun. Beliau hanya butuh waktu 3 bulan untuk mempelajarinya dengan pemahaman yang tinggi. Dengan kapasitanya nama beliau semakin meroket, terkenal di seluruh wilayah Turki.
Klimaks dari kisah Syeikh Badiuzzaman Sa'id Nursi terjadi ketika beliau mulai menyebarkan pemikirannya. Pemikiran yang menentang penguasa saat itu yang mendapatkan kekuasaan dengan melakukan kudeta. Mengganti sistem kekhalifahan dengan sistem sekuler. Melarang adzan menggunakan Bahasa Arab di seluruh Turki, melarang membaca surat Al Fatihan dengan Bahasa Arab. Mengganti mesjid Aya Shofia menjadi museum dan melarang seluruh aktivitas ibadah di istana turki. Termasuk memindahkan ibukota Turki dari Istambul ke Ankara. Syeikh Badiuzzaman menjadi orang yang paling dicari saat di Turki mulai bangkit sekelompok pemuda yang kembali memiliki semangat jihad, menentang segala kezaliman dan sekulerisme. Penangkapan, penjara dan pembunuhan adalah sesuatu yang sangat akrab dengan Syeikh Badiuzzaman.
Kisah heroik seorang Syeikh Badiuzzaman Said Nursi ini dikemas dalam bentuk cerita wisata sejarah dari seorang Fahmi, seorang mahasiswa Universitas Madinah yang sedang mengalami depresi karena diminta secara sepihak oleh mertuanya untuk menthalaq istri yang dicintainya. Istri yang didapat bukan karena ia mencari tapi mertuanyalah justru yang menginginkan ia menikah dengan anaknya. Tapi tiba-tiba, dengan alasan yang tidak jelas, ia diminta untuk menceraikannya.
Kisah cinta antara Fahmi dan Firdausa Nuzula menjadi bagian yang juga tidak kalah menariknya. Cinta yang dilandasi dengan keikhlashan, sekalipun jalannya berliku dan penuh cobaan, tapi semuanya berakhir dengan sangat indah.
Novel ini sangat layak untuk Anda baca. Sudah tersedia di Perpustakaan Al Kausar
IKA PANDINI
Judul buku : SANG MUSAFIR
Penulis : Khalil Gibran
Penerjemah : Sugiarta Sriwibawa
Penerbit : PT Gramedia
Buku ini berisi kumpulan cerita yang menceritakan tentang cerita-cerita yang diluar nalar seseorang, namun dalam cerita tersebut terdapat makna tersirat untuk para pembaca agar tergugah membacanya dan menggali makna tersirat yang terkandung dalam buku ini.
Mimpi,
Seseorang bermimpi dan setelah terjaga ia mendatangi seorang peramal, meminta agar diberi penjelasan tentang mimpi.
Peramal itu berkata, “Datanglah padaku dengan mimpimu yang kau alami selagi jaga, nanti kujelaskan maknanya. Tetapi mimpi yang kau alami selagi tidur, aku tak mampu menjelaskannya, begitu pula engkau.
Buku ini layak dibaca untuk siswa dan guru Al Kausar.
CINTA, LUKA, DAN BAHAGIA
THE BEST LOVE SAYINGS FROM THE GREATEST POET
Penulis : Khalil Gibran
Penerbit : BACA, PT Bentara Aksara Cahaya
Penyusun : Anto Kurnia
Ika Pandini
Buku ini menceritakan tentang cinta. Pada kenyataannya d dalam kehidupan setiap insan memiliki rasa cinta, luka, dan bahagia. Cinta terhadap pasangan, cinta terhadap sahabat, dan cinta terhadap pekerjaan. Selain menuliskan tentang cinta buku ini pun mengutip kutipan Khalil Gibran bagi mengajak pembaca untuk memaknai hidup yang akan mencerahkan hati kita.
Kutipan yang dapat menginspirasi pembaca salah satunya “Kerja adalah cinta yang terwujud” Khalil Gibran menegaskan bahwa “Bekerja adalah bentuk kata cinta yakni menenun kain dengan benang-benang yang diungkai dari hatimu seakan-akan kekasihmulah yang akan memakai kain itu.”
Buku ini memiliki cover yang menarik, tidak membosankan karena isi dari buku ini hanya kutipan-kutipan yang ditulis Khalil Gibran.
Bagi yang menyukai sastra buku ini dapat dibaca di perpustakaan Al Kausar.