Syekh Abdus Samad Al-Palimbani dikenal sebagai seorang ulama besar yang tidak hanya ahli dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki pengaruh luas dalam dunia pendidikan, pemikiran Islam, dan perjuangan melawan penjajahan. Melalui karya-karya monumentalnya seperti Hidayatus Salikin dan Siyarus Salikin, beliau memperkenalkan ajaran tasawuf yang berpadu dengan syariat Islam secara seimbang dan mendalam. Gagasan-gagasannya mengajarkan nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan semangat menuntut ilmu yang tinggi. Selain aktif menulis, beliau juga berperan penting dalam mengembangkan jaringan ulama di Mekkah dan Nusantara, menjadi guru bagi banyak pelajar dari berbagai wilayah. Tidak hanya dalam bidang keilmuan, beliau juga menyerukan jihad melawan penjajahan Belanda sebagai bentuk kecintaan terhadap agama dan tanah air, menjadikannya sebagai ulama yang berjuang dengan pena sekaligus tindakan.
Syekh Abdus Samad Al-Palimbani memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan Islam di dunia Melayu, khususnya di Indonesia dan Malaysia. Ajarannya menjadi dasar bagi pengajaran tasawuf di pesantren-pesantren tradisional. Ia juga dikenal sebagai penghubung antara ulama Timur Tengah dengan ulama Nusantara pada abad ke-18.
Pemikirannya memperkuat tradisi keilmuan Islam di Asia Tenggara, terutama dalam bidang tasawuf, fikih, dan akhlak. Melalui karyanya, semangat keilmuan dan spiritualitas Islam semakin hidup di kalangan masyarakat Melayu. Peninggalannya tidak hanya berupa tulisan, tetapi juga nilai-nilai moral dan spiritual yang masih dijaga hingga kini.