Halo Fluidist!
Pada materi fluida statis, kamu mempelajari konsep-konsep seperti tekanan hidrostatik, hukum Pascal, dan prinsip Archimedes. Semua konsep ini berlaku untuk fluida yang tidak bergerak. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai fluida yang bergerak, seperti aliran air pada sungai, keran air, pipa, dan sebagainya. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari materi selanjutnya yakni fluida dinamis. Fluida Dinamis adalah fluida yang keadaannya bergerak atau mengalir. Jika kita amati, gerakan fluida merupakan fenomena yang kompleks. Oleh karena itu, kita dapat menganggap bahwa fluida dinamis itu bersifat ideal. Fluida ideal adalah fluida yang memiliki karakteristik tertentu yang akan kita bahas kali ini. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Contoh Fluida Dinamis
Sumber: freepik.com
Fluida ideal bersifat inkompresibel atau tidak termampatkan. Artinya, fluida tidak akan mengalami perubahan volume ketika diberi suatu tekanan. Karena volume fluida tetap, maka massa jenis fluida juga tetap.
Fluida ideal bersifat irotasional atau tidak membuat suatu objek yang tercelup pada fluida tersebut berputar. Dengan demikian, aliran fluida dikatakan laminar atau teratur. Aliran laminar adalah aliran di mana gerakan setiap partikel fluida mengikuti lintasan yang mulus, dan lintasannya ini tidak saling bersilangan.
Sumber: simscale.com
Gambar (a) menunjukkan aliran laminar (irotasional) di mana lintasan yang dilalui fluida lurus. Aliran inilah yang terjadi pada fluida ideal. Sedangkan, gambar (b) menunjukkan aliran turbulen (rotasional) di mana lintasan yang dilalui fluida berputar dan tidak teratur. Aliran inilah yang terjadi pada fluida yang nyata (tidak ideal).
Fluida ideal bersifat tunak (steady), artinya aliran fluida memiliki kecepatan yang tidak berubah terhadap waktu di setiap titik yang dilaluinya.
Fluida ideal bersifat non-viscous atau nilai viskositasnya bernilai nol. Artinya, fluida tidak memiliki gesekan atau hambatan ketika mengalir.