Love at First Sight?
Love at first sight atau sering disebut cinta pada pandangan pertama, adalah kalimat yang sangat akrab di lingkungan anak muda. Kalimat ini sering tak dipercaya kenyataannya. Banyak orang yang meragukan kekuatan cinta pada pandangan pertama ini. Mayoritas orang merasa cinta pandangan pertama hanya sebatas ketertarikan fisik.
Kebanyakan dari mereka mengungkapkan bahwa love at first sight tak masuk akal. Tidak mungkin seseorang bisa jatuh cinta pada orang lain begitu saja tanpa mengenalnya lebih dulu. Banyak pula yang berpikir bahwa fenomena itu hanya terjadi dalam dongeng.
Walaupun yang menolak asumsi ini, ternyata tidak sedikit orang berani mengatakan pernah mengalami fenomena serupa dan bahkan berujung ke pelaminan. Tapi apakah fenomena ini benar adanya?
Para peneliti mengungkapkan, cinta sangat bertolak belakang dengan logika. Meskipun tidak ditemukan mekanisme yang tepat, namun ketertarikan secara fisik mampu membuat seseorang jatuh cinta pada pandangan pertama. Menurut Fisher, pria cenderung lebih cepat jatuh cinta karena mereka adalah makhluk visual. Mayoritas pria melihat daya tarik wanita dari segi fisik. Sedangkan wanita cenderung berhati-hati ketika menyimpulkan perasaan cinta. Hasrat yang spontan ini hanya berlaku beberapa jam, beberapa hari, atau beberapa minggu.
Ketika pertemuan baru sekali terjadi, rasa tertarik kemungkinan hanya sementara. Kecuali, pertemuan kembali ada di antara dua insan. Pada dasarnya, menyukai seseorang harus dibarengi dengan komunikasi dan pertemuan yang kontiniu.
Pertemuan pertama yang terjadi bisa menarik perhatian dan menimbulkan perasaan suka terhadap lawan jenis. Tanpa mengetahui siapa sosok ini sebenarnya, kita cenderung akan bergantung pada kesan pertama saja. Perasaan tersebut akan berlanjut ke ketertarikan yang lebih dalam saat terus terjadi interaksi. Proses ini adalah kelanjutan dari pertemuan pertama.
Cinta pada pandang pertama tergolong first impression terhadap orang yang baru dijumpai. Perasaan suka yang muncul saat pertama kali bertemu adalah fenomena nyata yang bisa dialami semua orang. Manusia bisa tertarik secara instan hanya dengan melihat penampilan luar seseorang. Ini adalah bagian dari insting manusia.