Highly Sensitive Person (HSP)
Highly sensitive person (HSP) ialah seseorang yang mempunyai kadar sensitivitas atau kepekaan secara emosional, fisik, maupun interaksi sosial yang cukup tinggi. Diperkirakan, sekitar 15–20% populasi dunia tergolong dalam kepribadian HSP. Apakah sobat runa salah satunya?
HSP identik dengan orang yang sangat peka, jadi kadang mereka capek sendiri kalo kelamaan di keramaian, kebisingan, atau interaksi sosial! By the way HSP ini masuk dalam tipe kepribadian, bukan gangguan mental. Jadi, seorang HSP bisa merasakan banyak hal secara mendalam baik positif atau negatif. Ketika memiliki kepribadian HSP, kita harus mengelola kelebihan ini dengan baik, biar gak stres dan berdampak buruk.
Umumnya, tipe kepribadian HSP dipengaruhi oleh genetik. Walaupun biasanya kepribadian HSP didominasi oleh seorang introvert, namun tidak menutup kemungkinan seorang ekstrovert atau ambivert juga bisa menjadi HSP. Ciri kepribadian highly sensitive person tak hanya sekadar gampang Baper loh ya Sobat Runa. Yuk, Miruna beri tahu beberapa karakterisitik utama seorang highly sensitive person:
1. Memiliki intuisi yang kuat
2. Memiliki empati yang tinggi
3. Tertarik pada keindahan seni dan alam
4. Tidak nyaman dengan banyak rangsangan
Memiliki pribadi yang sangat sensitif biasanya dipandang negatif oleh sebagian orang karena dianggap “Baperan.” Padahal, sama seperti tipe kepribadian lainnya, menjadi highly sensitive person juga memiliki kelebihan dan kekurangan, lho. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh orang dengan tipe kepribadian HSP:
Kelebihan:
· Berempati tinggi
· Pemikir
· Artistik
· Detail
· Pendengar yang baik
· Peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain
· Tempat curhat yang baik
· Senang membangun hubungan yang dekat dan mendalam
· Mampu mensyukuri apa yang telah dimiliki
· Mampu menghargai orang lain
Kekurangan:
· Tidak menyukai konflik
· Tidak suka konfrontasi
· Takut akan penolakan
· Kritis terhadap diri sendiri
· Tidak suka dengan distraksi
· Tidak suka emosinya diketahui orang lain
· Tidak menyukai jadwal yang sangat padat atau situasi hectic
· Cenderung cemas berlebihan yang bisa berujung pada stres dan depresi