Mengenal dan Memahami Arti Lambang NU
Karya: KH. Ridwan Abdullah
Karya: KH. Ridwan Abdullah
Lambang organisasi NU diciptakan oleh KH. Ridwan Abdullah syarat dengan makna filosofi kehidupan. Dalam kurun waktu satu abad ini sudahkah anda paham arti lambang NU?
Untuk mengenang pencipta Lambang NU Al-Maghfurlah KH. Ridwan Abdullah Bubutan Surabaya, mari kita simak arti filosofis dari lambang NU tersebut:
1. Bola dunia adalah tempat manusia berasal dan tinggal. Hal ini sesuai dengan surat Thaha ayat 55.
2. Tali atau tambang yang mengelilingi bola dunia. Ini artinya adalah lambang ukhuwah, atau persaudaraan. Ini berdasarkan ayat 103 dalam surat Ali Imran.
3. Peta Indonesia terlihat. Meskipun NU menggunakan lambang bola dunia, tapi yang tampak di permukaan adalah peta Indonesia. Ini melambangkan NU didirikan di Indonesia, berjuang di Indonesia.
4. Dua simpul ikatan di bagian bawah melambangkan hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horizontal dengan sesama umat manusia.
5. Untaian tampar tambang yang berjumlah 99 melambangkan nama-nama terpuji bagi Allah (Asmaul Husna) yang berjumlah 99.
6. Lima bintang di atas bola dunia. Bintang yang berada di tengah berukuran besar dibanding empat yang lainnya. Bintang paling besar itu melambangkan Rasulullah, sementara yang empat melambangkan sahabatnya yang mendapat julukan Khulafaur Rasyidin yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
7. Empat bintang di bawah bola dunia melambangkan empat imam mazhab Ahlussunah wal Jamaah yaitu Imam Maliki, Imam Syafi'i, Imam Hanafi, dan Imam Hanbali.
8. Jumlah bintang secara keseluruhan ada sembilan. Ini bermakna Wali Songo (sembilan ulama penyebar Islam).
9. Tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab melintang di tengah bumi untuk menunjukkan nama organisasi tersebut, Nahdlatul Ulama, kebangkitan para ulama.
Sumber: https://www.nu.or.id/fragmen/makna-lambang-nu-vbI5l
Dengan usia satu abad ini semoga kita dapat berhikmad dalam Nahdlatul Ulama' (NU) secara keseluruhan. Berkhikmad bukan sekedar menjadi seorang pengurus namun menjadi warga Nahdliyin yang tetap istiqomah menjalankan amalan-amalan Nahdliyah yang menjadi peninggalan para pendiri NU. Aamiin.
Wallahul muwaffiq ila aqwamit tharieq.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Dringu: Selasa, 16 Rajab 1444 H / 07 Februari 2023 M.
Sekretariat MWC NU Dringu. (BS).