Prof Stephen W Littlejohn: Kelak Buku Hanya Ada di Museum?
Perkembangan teknologi informasi akan terus menimbulkan perdebatan selama disetiap dari kita melihat masalahnya. Namun akan sangat berbeda ketika kita melihat manfaat akan keberadaan kemajuan teknologi informasi, khususnya untuk kemajuan di bidang perpustakaan. Permasalahan yang timbul seharusnya jangan dijadikan perdebatan tapi seharusnya dijadikan tantangan untuk bidang kita dan saling bahu membahu memberikan solusi terbaik dari setiap permasalahan yang ditimbulkan akibat keberadaan teknologi informasi. Jika ini yang kita lakukan, maka yakinlah bahwa kemajuan teknologi Informasi yang tidak bisa kita hindari ini akan menjadi kawan kita untuk mencapai kejayaan dibidang ilmu perpustakaan dalam mengelola ilmu pengetahuan dan teknologi serta akses informasi yang luar biasa pesat ini.
Baru-baru ini ada sebuah pernyataan dari seorang Profesor bernama Prof Stephen W Littlejohn menyatakan bahawa “Banyak hal sudah beralih ke digital. Dengan semakin banyaknya e-book, mungkin ke depannya tidak akan lagi buku cetak. Entahlah, buku cetak mungkin nantinya hanya akan ada di museum,”. Untuk lebih detailnya terkait pernyataan beliau, silahkan dipahami dan dicerna dengan baik dan bijak. Pernyataan beliau ini saya kutip langsung dari detik.com
Jakarta -detik.com*** Zaman terus berubah seiring perkembangan informasi dan teknologi. Di zaman yang serba digital ini, banyak hal yang mulai meninggalkan eksistensi fisik. Misalnya saja, mulai banyaknya buku digital alias e-book. Kelak, akankah buku hanya ada di museum?
“Banyak hal sudah beralih ke digital. Dengan semakin banyaknya e-book, mungkin ke depannya tidak akan lagi buku cetak. Entahlah, buku cetak mungkin nantinya hanya akan ada di museum,” kata penulis sejumlah buku tentang komunikasi dan konflik, Prof Stephen W Littlejohn.
Hal itu disampaikan dia dalam perbincangan dengan detikcom, usai Indonesia International Conference on Communication, ‘Global Challenge to The Future of Communication: Digital Media and Communication Freedom in Public Discourse’ di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/11/2010).
Ketika teknologi mulai mengubah banyak hal, bisa jadi orang-orang datang ke perpustakaan tidak lagi untuk meminjam buku cetak. Ketika mereka masuk ke perpustakaan, bukan buku cetak yang dihadapi melainkan komputer-komputer.
“Hmm sekarang belum terbayangkan, dan saya akan sangat terkejut ketika menjumpai perpustakaan tidak ada buku cetaknya. Dan mungkin buku akan disimpan di museum karena bagian dari zaman lalu,” tutur pengarang buku Communication Theories ini.
Hal seperti ini, lanjut profesor komunikasi di Univrsity of New Mexico tersebut, akan sangat mungkin terjadi. Karena ada indikasi banyak hal beralih ke elektronik. Di masa depan, Littlejohn merasa video akan lebih mendominasi manusia.
“Saya nggak tahu pasti, tapi sepertinya nanti akan semakin banyak lagi yang memilih menggunakan semacam video untuk berkomunikasi ketimbang mengetik teks,” tambah lulusan Universitas Utah, AS, ini.
Televisi juga akan semakin banyak menggunakan internet. Internet video di masa depan diprediksi dia akan semakin marak.
“Teknologi memang banyak mengubah hidup. Misalnya saja sekarang ini anak-anak muda ketika pulang ke rumah langsung berteleponan. Teknologi menjembatani jaringan sosial,” ucap Littlejohn.
http://duniaperpustakaan.com/prof-stephen-w-littlejohn-kelak-buku-hanya-ada-di-museum/