Layanan Perpustakaan Dapat Mendukung Pembelajaran Siswa [www.diklatbanyumas.net]
LAYANAN PERPUSTAKAAN DAPAT MENDUKUNG
PEMBELAJARAN SISWA
Oleh : Nurhasyim
(Widyaiswara Madya Kantor Diklat Kab. Banyumas)
Dipublikasikan pada tanggal 05 Maret 2012 di www.diklatbanyumas.net
Perpustakaan sebagai lembaga public service saat ini mengalami
perkembangan amat pesat diharapkan senantiasa mengembangkan diri agar dapat
memberikan layanan yang prima dan op¬timal. Seperti diketahui bahwa layanan
perpustakaan merupakan ujung tombak dari sejumlah aktivitas yang berlangsung
di perpustakaan. Dalam dasa warsa terakhir fungsi dan peranan perpustakaan di
bidang pendidikan mulai diperhitungkan terutama dalam kerangka membantu
mencerdaskan bangsa maka perlu dikembangkan layanan perpustakaan yang
mendukung pendidikan.
Koller, Philip (1997), menyatakan bahwa layanan adalah kegiatan-kegiatan
ataupun manfaatmanfaat ataupun kepuasan-kepuasan yang ditawarkan secara
bersama-sama dengan pelayanan. Pusat pembinaan pengembangan bahasa
(Cet.3), menjelaskan bahwa layanan adalah suatu jasa yang diberikan kepada
orang lain dengan harapan orang yang diberi layanan akan merasa puas.
Nasution, menyatakan bahwa keberadaan perpustakaan identik dengan
pelayanan. Pelayanan berarti kesibukan artinya apabila memberikan layanan maka
harus mau bersibuk-sibuk. Pada sisi lain dapat juga dikatakan bahwa perpustakaan
identik dengan layanan dan layanan identik dengan kemudahan untuk memperoleh
informasi yang siap digunakan secara langsung oleh pemakai. Dengan demikian
secara garis besar layanan dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan
seseorang dengan sistem tertentu dalam rangka memenuhi kepentingan orang lain
dengan tujuan memberikan kepuasan terhadap orang lain.
Dari bermacam jenis layanan yang ada di perpustakaan apakan sebagai
pengguna sudah merasa puas atau kecewa dengan layanan yang ada?
Lembaga Administrasi Negara (1998) memberikan definisi tentang
pelayanan umum sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang
dilaksanakan oleh instansi pemerintahan di pusat, di daerah, dan di lingkungan
badan usaha milik negara/daerah dalam bentuk barang dan atau jasa, baik dalam
rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka
pelaksanaan ketentuan peraturan per-undang-undangan.
Moenir (2001:26) mengemukakan bahwa pelayanan umum adalah kegiatan
yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan landasan faktor
materiel melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha
memenuhi kepentingan orang lain sesuai dengan haknya.
Menurut buku pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004, 71)
menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Layanan Perpustakaan ialah
pemberian informasi dan fasilitas kepada pengguna. Karena dengan melalui
layanan perpustakaan, maka pemustaka dapat memperoleh ( 1 ) informasi yang
dibutuhkannya secara optimal dari berbagai media; (2) manfaat berbagi alat bantu
penelusuran yang tersedia.
Dalam UU No 43 Tahun 2007 pasal 14 disebutkan bahwa:
(1) Layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi
kepentingan pemustaka.
(2) Setiap perpustakaan menerapkan tata cara layanan perpustakaan
berdasarkan standar nasional perpustakaan.
(3) Setiap perpustakaan mengembangkan laya¬nan perpustakaan sesu¬ai
dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
(4) Layanan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dikembangkan melalui pe¬manfaatan sumber daya perpustakaan untuk
memenuhi kebutuhan pemustaka.
(5) Layanan perpustakaan diselenggarakan sesuai dengan standar nasional
perpustakaan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pemustaka.
(6) Layanan perpustakaan terpadu diwujudkan melalui kerja sama antar
perpustakaan.
(7) Layanan perpustakaan secara terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat
(6) dilaksanakan melalui jejaring telematika.
Dengan demikian jelas bahwa penyelenggaraan layanan diperpustakaan
jenis apapun harus dilaksanakan dan disesuaikan dengan kebutuhan pemustaka
dengan atau tanpa memanfaatkan teknologi informasi.
A. Pelayanan Perpustakaan
Pelayanan perpustakaan ditinjau dari kegiatannya dibagi dua yaitu:
a. Pelayanan Teknis merupakan kegiatan kepustakawanan yang tidak
berhubungan langsung dengan pemakai/ pemustaka, kegiatannya meliputi :
pengadaan koleksi, pengorganisasian koleksi per-pustakaan, Inventarisasi,
katalogisasi, klasifikasi, dll,
b. . Pelayanan Pembaca artinya layanan yang diberikan secara langsung
berhubungan dengan pembaca/pemakai. Layanan ini meliputi :
a). Layanan Sirkulasi
yaitu kegiatan melakukan proses pe-minjaman dan pro-ses
pengembalianbahan pustaka daridan ke pemakaiyang menjadi
ang-gota;
b) .Layanan Referensi
Merupakan layanan kegiatan pemberian jawaban kepada pemustaka
akan hal-hal yang belum diketahuiartinya memberikan
merupakanbantuan yang bersifat pribadi danlangsung bagi mereka yang
mencariinformasi di perpustakaan untuk berbagai tujuan dan juga untuk
berbagai macam kegiatan di perpus¬takaan yang bertujuan
menyediakan informasi tersebut semudah mungkin
c). Layanan Ruang
Baca, yaitu pemberian space/ruang untuk bisa dipakai untuk membaca
maupun berdiskusi;
d). Layanan Informasi
Mutakhir (CurrentAwareness Services I Selective Dessimination
Information),merupakan pemberian layanan dalam bentuk kemasan
informasi terbaru/khusus;
e). Layanan Fotocopy,
Layanan ini merupakan ketersediaan mesin fotocopy yang dapat
dimanfaatkan olehpemustaka;
f.). Layanan Pendidikan Pengguna (usereducation),
yaitu kesiapan perpustakaan dalam meningkatkan pengetahuan dan
ketrampilan pengguna baik melalui kegiatan langsungseperti
bimbinganpembaca, story telling, orientasi siswa/mahasiswa baru(untuk
perpustaka¬an sekolah/perpus-takaan erguruan tinggi maupun se-cara
tidak lang-sung yaitu melalui media massa, leaf-let, brosur dll;
g) Layanan Penelusuran Informasi
Layanan ini merupakan kegiatan perpustakaan / pustakawan dengan
membantu pemustaka menemukan informasi yang dibutuhkan baik
secara manual (katalog kartu),elektronik maupun cyber hal ini dikenal
juga dengan istilah user consoller.
Kedua layanan tersebut merupakan standar minimal dalam
perpustakaan yang biasanya terdapat dalam struktur organisasi perpustakaan
mikro dan dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing
perpustakaan.
Sedangkan apabila ditinjau dari sistemnya terdapat 3 jenis layanan yaitu:
a. Open access, artinya bahwa pemustaka di-perbolehkan memasu¬ki
ruang koleksi untuk memilih sendiri kolek¬si yang dibutuhkan atau
diinginkan baik untuk dibaca ditempat maupun dipinjam yang dikenal
dengan layanan terbuka;
b. Close access atau layanan tertutup, merupakan sistem layanan
dimana pemustaka tidak diperkenankan untuk mengambil koleksi di
ruang koleksi melainkan harus melalui petugas/pemustaka/pe
ngelola perpustakaan;
c. Mixed services atau layanan campuran, merupakan gabungan dari
keduanya bahwa dalam memberikan layanan ada sebagian yang
dilakukan secara terbuka dan sebagian lainnya dilakukan layanan
secara tertutup.
B. Atribut Layanan
Perpustakaan dalam melakukan proses kegiatan-kegiatan tersebut harus
mempersiapkan atribut sebagai sarana yang meliputi :
Tata Tertib/aturan pengunjung yaitu persyaratan yang harus diketahui oleh
pemustaka tentang peraturan pemanfaatan perpustakaan seperti jam buka
layanan artinya waktu yang telah ditetapkan dalam mengunjungi dan
memanfaatkan perpustakaan
Kartu Anggota/kartu Pinjam yaitu kartu identitas pemustaka yang harus
ditunjukkan ketika akan melakukan transaksi seperti : meminjam
mengembalikan/memfotocopy koleksi.
Aturan-aturan (denda/ lama pinjam) yaitu pemberitahuan kepada
pemustaka tentang koleksi yang boleh dipinjam, lama peminjaman dan
sanksi yang harus diterima berkenaan dengan keterlambatan dalam
pengembalian koleksi yang dipinjam
Mekanisme Peminjaman/pengembalian yaitu alur peminjaman maupun
alur pengembalian koleksi yang di¬pinjam
Kartu Buku yaitu kartu yang berisi diskripsi fisik buku bermanfaat sebagai
arsip catatan buku yang dipinjam
Kartu Pinjam yaitu kartu yang berisi dis-kripsi peminjam kolek¬si
bermanfaat sebagai arsip peminjam
Date Due yaitu Slip tanggal pengembalian koleksi yang dipinjam
bermanfaat sebagai pe¬ngingat kapan koleksi perpustakaan yang
di¬pinjam harus dikemba¬likan.
C. Layanan perpustakaan dapat mendukung pembelajaran
Pada dasarnya perpustakaan dapat memberikan dukungan terhadap
mutu pembelajaran. Pembelajaran disini adalah pembelajaran secara makro
artinya segala bentuk kegiatan yang mengarah pada peningkatan dan
pengembangan mutu/ kualitas diri seseorang, jadi tidak terbatas pada bangku
pendidikan yang formal saja. Sehingga umum layanan perpustakaan harus
sesuai dengan standar kebutuhan pengguna (baik potential user dan atau actual
user)
Oleh karena itu mutu atau kualias layanan pe-pustakaan harus sesuai
kebutuhan pengguna yang meliputi materi koleksi, format, waktu, aturan dan
standar pelayanannya. Adapun sebagai indikator mutu layanan perpustakaan
dapat dilihat dari cakupan koleksi, relevansi koleksi, kecepatan mendapatkan
dokumen, ketepatan dokumen yang didapatkan, aksesibilitas dan kemudahan
penggunaan layanan, tersedianya alat bantu penelusuran, kenyamanan dalam
ruang perpustakaan dan keramahan petugas.
Untuk mencapai kesesuaian kebutuhan pemustaka dengan mutu layanan yang
standar maka diperlukan beberapa strategi yaitu
• Orientasi pada perpustakaan (library oriented)
• Orientasi pada layanan (service oriented)
• Orientasi pada peng-guna (user oriented)
• Orientasi pada kepuas¬an pengguna (user satis¬faction oriented)
• Orientasi pada kenik-matan pengguna (user delighted oriented)
6 Layanan Perpustakaan Dapat Mendukung Pembelajaran Siswa [www.diklatbanyumas.net]
Secara keseluruhan penjelasan diatas akan semakin dirasakan oleh
pemustaka apabila pustakawan dapat memberikan layanan secara SMART
yaitu : Siap mengutamakan pelayanan , menyenangkan dan menarik,
Antusias/bangga pada profesi, Ramah dan menghargai pengguna jasa dan
tabah di tengah kesulitan.
7 Layanan Perpustakaan Dapat Mendukung Pembelajaran Siswa [www.diklatbanyumas.net]
DAFTAR PUSTAKA
Sudarminingsih, Sri Poernomowati. 2010. Meningkatkan Kualtas Layanan
Perpustakaan. Media Pustaka Ed. 3 Juli September 2010. Semarang:
Badan Arsip dan perpustakaan pemprov Jateng
Sulistyo-Basuki (1991). Pengantar Ilmu Perpustakaan, Jakarta ; Gramedia
Suwarno, Wiji (2010). Ilmu Perpustakaan dan Kode Etik Pustakawan, Yogyakarta:
Arruz Media
Wulandari, Dian. 2010. Sikap Melayani. Buletin Media Pustakawan, vol 17 No. 1
dan 2 Juni 2010. Jakarta: Pusat Pengembangan Pustakawan PNRI.