rang Kadazan Dusun, yang juga dikenal sebagai masyarakat Kadazandusun, adalah bagian penting dari budaya mereka5. Salah satu perayaan terbesar dan paling penting bagi mereka adalah Pesta Kaamatan5. Pesta ini biasanya dirayakan pada bulan Mei, tepatnya pada tanggal 30 dan 31 Mei5. Pesta Kaamatan adalah perayaan untuk memperingati dan mengucapkan terima kasih atas panen yang baik, serta untuk meminta berkat untuk panen masa depan5.
Selama perayaan ini, ada berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti upacara adat, pertunjukan seni, dan pertandingan tradisional5. Salah satu yang paling terkenal adalah pertandingan "Unduk Ngadau", yang merupakan kontes kecantikan dan kepandaian bagi wanita muda5. Pemenangnya akan menjadi simbol kecantikan dan kebijaksanaan bagi komunitas Kadazandusun5.
*Tarikh yang di sambut adalah pada bulan Mei walaupun perayaan ini hanya jatuh pada tarikh 30 dan 31 Mei.*
Pesta menuai padi yang disambut di Sabah dan di Wilayah Persekutan Labuan. Pada dahulu kala, kebanyakan orang asli Sabah adalah penduduk agraria dan petani padi. Ini membuktikan bahawa kaum Kadazan-Dusun Murut Rungus Lundayeh (KDMR) telah wujud sejak dahulu lagi, serta mereka telah muncul sebagai orang yang bangga dan gagah berani dengan aturan sosial dan sistem kepercayaan agama mereka sendiri di mana Bobohizan, bomoh wanita Sabah, memainkan peranan yang paling penting. Kini, Pesta Ka'amatan adalah suatu perayaan kesyukuran kaum KDMR mengingati masa-masa di mana adat dan tradisi dahulu kala.