Syair "Tasik Biru" menggambarkan keindahan dan perubahan yang terjadi pada sebuah tasik yang menjadi bangga dan kebanggaan masyarakat. Berikut adalah maksud setiap rangkap syair beserta akal budi Melayu yang tercermin di dalamnya:
1. Dengarlah tuan sebuah cerita, sebuah tasik di pinggir kota, menjadi sebutan warga jelata, Tasik Biru kebanggaan kita.
Pembukaan syair ini mengajak pembaca untuk mendengarkan sebuah cerita tentang sebuah tasik yang terletak di pinggir kota, yang menjadi pusat perhatian dan kebanggaan masyarakat. Ini mencerminkan akal budi Melayu dalam menghargai dan membanggakan warisan alam yang ada di sekitar mereka.
2. Tasik buatan hasil perlombongan, bertahun-tahun memberi sumbangan, kini hanya menjadi kenangan, terbit tasik indah jadi sanjungan.
Menggambarkan tasik tersebut awalnya merupakan hasil dari aktivitivit perlombongan yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat selama bertahun-tahun. Namun, sekarang tasik itu hanya menjadi kenangan karena aktivitas perlombongan telah berhenti. Namun, keindahan tasik yang terbit menjadi sanjungan bagi mereka. Akal budi Melayu yang tercermin di sini adalah penghargaan terhadap keindahan alam dan penghargaan terhadap warisan yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
3. Alam sekitar kekal terpelihara, banjaran gunung senyum gembira, air tasik tenang tiada gelora, Tasik Biru kekal sejahtera.
Menunjukkan keadaan alam sekitar tasik yang tetap terpelihara dengan baik, dengan gunung-gunung yang tersenyum bahagia. Air di tasik itu tenang, tidak berombak, dan tasik tersebut tetap sejahtera. Akal budi Melayu yang tercermin adalah pentingnya menjaga kelestarian alam dan memberi hormat kepada lingkungan.
4. Tenang damai permukaan tasik, pengubat jiwa yang terusik, flora dan fauna datang berbisik, lindungi tasik dari tangan toksik.
Tasik sebagai pengubat jiwa yang terganggu, di mana flora dan fauna datang untuk memberi kesan yang damai. Namun, perlindungan dari tangan-tangan yang merosak alam perlu dilakukan. Akal budi Melayu yang tercermin adalah kesedaran akan pentingnya menjaga alam dan keperluan terhadap perlindungan terhadap flora dan fauna.
5. Tasik Biru sudah berubah wajah, semakin cantik semakin indah, hiasan alam sempurna sudah, alam ciptaan-Nya adalah amanah.
Menunjukkan perubahan tasik yang semakin cantik dan indah dari waktu ke waktu, serta menghargai keindahan alam sebagai anugerah dari Tuhan. Ini mencerminkan akal budi Melayu dalam menghargai dan menjaga keindahan alam serta kesedaran akan tanggungjawab terhadap alam semesta.
6. Sekian saja coretan kalam, walau tersembunyi kisah silam, Tasik Biru khazanah alam, periharalah siang dan malam.
Penutup syair ini menyatakan bahwa itu hanya catatan singkat, meskipun kisah masa lalu mungkin tersembunyi. Tasik Biru dianggap sebagai khazanah alam yang perlu dijaga dengan baik, siang dan malam. Ini menegaskan akal budi Melayu dalam menghargai serta menjaga warisan alam untuk generasi akan datang.
Syair ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan menghargai lingkungan alam, serta memperlihatkan akal budi Melayu dalam menyadari keindahan alam sebagai anugerah dari Tuhan yang perlu dijaga dan dilestarikan.