Perkembangan Tipografi Era Pracetak
Manusia gua membuat ukiran (rock engraving) dan lukisan (cave painting) pada dinding gua sejak 25.000 SM. Hal tersebut menjadi awal mulanya pictograph. Pictograph merupakan tulisan berupa gambar-gambar tidak berbunyi. Tulisan ini menggambarkan obyek-obyek tertentu, misanya: binatang, tumbuhan dan manusia. Pictograph bisa dikatakan sebagai awal dari seni gambar dan awal media berkomunikasi secara tulis tidak dengan oral.
Pictograph merekam objek atau peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari pada masa itu, misalnya: bercocok tanam, maka yang digambarkan adalah tumbuhan dan alat pertanian, atau berburu, maka yang digambarkan adalah binatang dan alat berburu seperti: tombak, panah atau belati. Gambar-gambar tersebut dilukiskan pada dinding-dinding gua ataupun batu-batu besar
Ideograph merupakan tulisan yang mengung-kapkan gagasan (ideawritting) yang dituangkan disini lebih dari satu gambar dan memilki nilai simbolik. Setiap huruf melambangkan satu suku kata. Diawali munculnya kaligrafi Cina sekitar tahun 1800 SM yang merupakan gabungan dari pictograph dan ideograph. Tulisan ini ditorehkan pada tulang dan ditulis pada benda. Berikut contoh ideograph dari tulisan Cina.
Bangsa Phoenicia menyederhanakan dan membakukan huruf-huruf tersebut dengan mengunakan 22 karakter. Bangsa Phoenicia memiliki mata pencaharian berdagang membawa huruf-huruf gambar tersebut ke daerah perdagangan yang disinggahinya. Akhirnya, pemakaian huruf bunyi berkembang ke seluruh daerah Sinai, Sumeria (Irak) dan Babilonia. Dari ketiga daerah inilah kemudian muncul tulisan Cyrillic Rusia, Yunani, Latin dan Arab. Huruf bunyi bangsa Phoenicia ini akhirnya berkembang secara mandiri dan masih digunakan sebagai lambang bunyi yang disebut sebagai phonetic. Lambang-lambang tersebut dijumpai dalam kamus-kamus bahasa. Berikut Huruf Phoenicia kuno dilambangkan dengan huruf latin.
Sekitar tahun 400 SM bangsa Yunani mengadaptasi sistem alphabet Phoenicia kedalam struktur anatomi huruf lebih teratur dengan menerapkan bentuk-bentuk geometris. Penyempur-naan huruf gambar berupa gambar tidak lagi mewakili satu suku kata lagi melainkan mewakili satu lambang bunyi, baik bunyi lokal maupun konsonan. Beberapa huruf Yunani kuno ini sudah mulai mirip dengan huruf-huruf Latin yang digunakan saat ini. Yunani juga merubah arah menulis yang dulunya dari kanan ke kiri (Phoenicia) diubah menjadi kiri kenan. Istilah Alfabet sendiri berasal dari singkatan dua huruf pertama Yunani yaitu Alpha dan Beta. Yunani juga mengubah lima konsonan diubah menjadi huruf hidup: alpha, epsilon, iota, omicron, upsilon, seperti a, e, I, o dan u yang digunakan pada huruf Latin sekarang. Huruf Yunani masih digunakan sebagai simbol dalam ilmu pengetahuan seperti: Fisika, Kimia dan Matematika. Berikut Alfabet Yunani.
Bangsa Romawi menyerbu Yunani tahun 165 SM. Seluruh artefak budaya, seni, filsafat, sistem pemerintahan Yunani dipelajari dan diadaptasi oleh Kekaisaran Romawi, termasuk sistem tulisan. Alfabet yang digunakan oleh Romawi diperacaya oleh para ahli merupakan kombinasi dari bahasa Yunani, Semit dan Italia Selatan. Sistem alphabet kemudian terus berkembang hingga akhirnya bangsa Romawi menyempurna-kannya dalam bentuk huruf yang sebagaimana dikenal dan digunakan saat ini. Tahun 114 M, bangsa Romawi mengukuhkan huruf-huruf baru sebanyak 23 huruf. Huruf-huruf tersebut bentuknya sebagimana huruf kapital (huruf besar) yang dikenal sekarang tanpa huruf J,U dan W. Huruf latin digunakan sebagai alfabet dalam bahasa Inggris kontemporer dimulai sejak abad pertengahan. Berikut teks yang menggunakan Alfbet Romawi.
Perkembangan Tipografi Era Cetak
Menjelang abad ke 15, Johannes Genfleisch Zur Guttenberg seorang kaya dari Mainz, Jerman, menemukan huruf cetak timah yag dapat disusun pada tahun 1455 M. Guttenberg lahir dari keluarga kaya yang trampil mengolah logam. Melalui ketrampilan pengolahan cor logam ini ia mampu menemukan acuan untuk mencetak huruf-huruf pada cap logam. Cap logam ini dipasang untuk menyusun kata-kata dan diatur hingga menjadi satu halaman buku penuh. Setelah selesai disusun, rangkaian cap logam tersebut dilumuri dengan cat atau tinta kemudian dicapkan pada kertas dengan menggunkan alat cetak tekan yang dibuat khusus.
Setiap huruf dari mesin cetak Guttenberg terbuat dari logam yang diukir (engraving) seperti pada gambar di bawah. Setiap huruf dan tanda baca dibentuk satu persatu sehingga membutuhkan kurang lebih 50.000 logam untuk keseluruhan karakter baik huruf kapital, huruf biasa, angka, maupun tanda baca. Huruf kapital dan huruf normal disimpan dalam kotak. Kotak atas untuk menyimpan huruf besar sedangkan kotak bawah untuk menyimpan huruf kecil. Teknik cetak dari mesin Guttenberg ini termasuk dalam kategori cetak tinggi seperti pada stempel (sekarang).
Karya yang paling terkenal hasil dari cetak Guttenberg ini adalah karya pertamanya yaitu: Kitab Injil 42 baris. Buku ini dikerjakan mulai tahun 1452 dan selesai pada tahun 1456. Selama itu menghasilkan 300 kopi dengan total 1200 halaman. Hal ini menghabiskan tidak hanya waktu tetapi juga kekayaan dari Guttenberg. Pada akhirnya Guttenber mundur dari dunia cetek-mencetak pada tahun 1460 dengan hanya memperoleh sedikit keuntungan bahkan ia meninggal dalam kemiskinan.
Ottmarr Mergenthaler menemukan mesin typesetting pada tahun 1884 yang mengatur karakter dalam setiap baris, bukan huruf tunggal seperti dalam monotype. Mesin ini dipatenkan di Amerika Serikat dan mulai digunakan di ruang percetakan The New York Tribune pada tahun 1886. Mesin ini memungkinkan koran untuk mencetak 4-5 kali lebih cepat daripada sebelumnya dan operator bekerja dengan mesin melalui keyboard, menyusun barisan-barisan teks. Mesin ini memiliki ukuran tinggi 7 kaki, lebar 6 kaki, dan kedalaman 6 kaki serta terdiri dari keyboard dengan 90 karakter. Penemuan mesin typesetting ini merupakan terobosan besar dalam perkembangan teknologi cetak dan memungkinkan pengaturan huruf dan teks menjadi lebih cepat dan efisien.
Perkembangan Tipografi Era Digital
Pada tahun 1984, Adobe Systems merilis PostScript Font, diikuti oleh Apple Computer dan Microsoft Cooperation dengan TrueType Font. Kedua jenis font ini merupakan huruf digital yang berfungsi untuk menterjemahkan kode-kode dan menghasilkan tampilan huruf yang sempurna baik di layar monitor maupun pada saat pencetakan. Bitmap fonts merupakan font yang disusun berdasarkan kumpulan titik-titik yang mengisi suatu pola, sedangkan PostScript Fonts memiliki dua bagian yaitu screen font dan printer fonts. TrueType Font menjadi dominan pada PC Under Windows karena jenis font ini adalah default untuk sistem operasi Windows. OpenType Font adalah format font atas kerja sama Microsoft dan Adobe yang memiliki satu file saja baik untuk layar maupun printer. Perkembangan teknologi font digital ini memungkinkan desainer untuk lebih leluasa dalam memilih dan mengatur huruf dan teks dalam desain grafis.
Latihan
Bentuk huruf tidak akan lepas dari era peradaban manusia. Coba cari teks kuno kemudian tentukan teknik pembuatan teks tersebut dan sertakan deskripsi sejarah singkat dari teks tersebut.
Rangkuman
Perkembangan Tipografi era pracetak dimulai ketika manusia mulai berkomunikasi dengan ditemukannya lukisan di dinding gua. Tipografi era pracetak berakhir ketika ditemukannya mesin cetak Gutttenberg. Penemuan ini merupakan tonggak era cetak yang pada akhirnya menghasilkan tekonologi digital sekarang ini.