Berikut pengklasifikasian huruf berdasarkan bentuknya sesuai dengan pengelompokan typeface milik Alexander Lawson. Klasifikasi ini cukup sederhana dan paling umum digunakan banyak orang.
Desain karakter Black letter dibuat berdasarkan bentuk huruf dari tulisan tangan yang popular pada abad pertengahan di Jerman (gaya Gothic) dan Irlandia (gaya Celtic). Ditulis dengan pena berujung lebar sehingga menghasilkan kontras tebal-tipis yang kuat. Untuk menghemat kertas karakter ditulis berhimpit-himpitan sehingga berkesan gelap, berat dan hitam.
Jenis huruf memiliki kait (serif) yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf serif memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya sehingga memiliki kemudahan baca (readability) yang cukup tinggi.
Serif dapat memberi kesan klasik, resmi, dan elegan pada sebuah karya desain. Serif sering dipergunakan pada surat-surat resmi, buku-buku, surat kabar, dan lain-lain.
Kaki Slab Serif atau Egyptian memiliki kaki yang leih tebal. Muncul sekitar abad 19, kelompok bergaya Slab Serif awalnya digunakan sebagai huruf display untuk menarik perhatian pembaca poster atau flier. Disebut juga Egyptian karena bentuknya yang berkesan berat dan horizontal mirip dengan gaya seni dan arsitektur Mesir Kuno. Slab Serif sering digunakan pada tema Western atau Cowboy. Berikut contoh typeface Slab Serif.
San Serif diartikan tanpa kait atau serif, jadi huruf ini tidak memiliki sirip pada ujungnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. San Serif melambangkan sederhana, lugas, masa kini dan futuristik. Huruf jenis ini cocok bila didampingkan dengan grafis yang berkesan modern.
Jenis huruf San Serif mulai muncul tahun 1816 sebagai display type, tetapi dianggap aneh dan kurang popular karena dianggap kurang trendi sehingga dinamakan Grotesque yang artinya aneh atau lucu. Huruf San Serif mulai popular pada awal abad 20 pada saat desainer mencari bentuk-bentuk baru yang mewakili penolakan terhadap nilai-nilai lama yang disebut gerakan Modern Art Movement. Gerakan ini menghapus dekorasi dan hiasan berlebihan pada desain.
Berbeda dengan tipe huruf Serif yang sering digunakan pada buku atau surat kabar, huruf Sans Serif lebih banyak digunakan pada layar computer karena huruf ini berkesan sederhana sehingga huruf-huruf kecil lebih mudah terbaca.
Script dan Cursive bentuknya didesain menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas, kuas, atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Huruf Script huruf kecilnya saling menyambung sedangkan Cursive tidak. Script dan Cursive didesain untuk digunakan dalam teks yang memadukan huruf besar-kecil bukan huruf besar semua.
Rustan, Surianto. 2011. Huruf, Font dan Tipografi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sihombing, Danton. 2001. Tipografi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Strizver, Ilene. 2006. Type Rules!. New Jersey: John Wiley and Sons, Inc.