ada pertanyaan seperti itu kepada saya, bagaimana menjawabnya?
menjadi pembicara bukan juga menjadi keahlian saya, saya adalah dosen yang membawakan materi tentang kuliah, kadang juga membawakan materi-materi diluar kuliah. yang menjadi menarik ketika berada didepan kelas (pembicara) adalah pertanyaan apa yang harus saya sampaikan, kenapa saya harus sampaikan ini, apa pentingnya yang harus saya sampaikan sampai saya meminta perhatian banyak orang? kadang juga saya hanya menyampaikan bagi yang ingin mendengarkan.
awal berbicara dikelas adalah kewajiban untuk menyampaikan sebuah materi, saya ingin didengar karena saya merasa materi ini menjadi hal yang penting. kadang juga jika kekurangan pengetahuan disana materi saya jelaskan dengan cepat. semakin kita memahami sebuah materi makin lambat cara kita berbicara, karena saya ingin setiap orang mendengarkan apa yang saya ucapkan dengan seksama. dari diri kita sendiri harus punya mindset yang berbeda, kita harus mengajak pendengar kita memahami apa yang kita bicarakan. Apakah harus setuju dengan kita atau tidak, itu tidak ada masalah. Tetapi yang paling penting adalah kita berbicara dengan tidak terburu-buru dan memastikan ucapakan kita terdengar dan didengar oleh pembicara.
Tatapan mata kita menyapu seluruh ujung merupakan teknik yang harus kita kuasai. memastikan ulang bahwa kita mengajak berbicara dengan seluruh perserta kelas, bukan hanya pada didepan atau satu bagian saja, bukan hanya mendapatkan tatapan kosong. awal menjadi pengajar sering sekali saya menatap sebuah area yang terdapat banyak orang, tetapi saya tidak benar-benar menatap mata mereka. ketika kita tidak yakin dengan apa yang kita bawakan maka tatapan ke mata pembicara kita tidak akan bisa terjadi, hanya tatapan kosong.
gestur apakah perlu? tentu penting. gestur badan kita, gestur tangan kita itu akan terjadi secara alamiah, tidak perlu ada pelajaran khusus disana, hanya ketika kita ingin menyampaikan pesan kita gestur badan akan membantu pesan itu didengar dan dipahami. gestur badan hanyalah alat bantu kita dalam menyampaikan pesan.
jadi apapun yang saya tulis diatas berujung pada satu kesimpulan. ketika kita yakin dengan pesan apa yang ingin kita akan sampaikan, dan kita ingin memang untuk didengar maka segalanya akan terjadi secara natural tentu dengan beberapa pengalaman.