PMO 2025
"MAHASISWA ITU APA?"
PMO 2025
"MAHASISWA ITU APA?"
23 Desember 2025
Acara PMO (peningkatan mangament organisasi) pertama saya sebagai pembina HIMA. Acara diikuti oleh seluruh peserta HIMA dengan pembicara utama Mr. Hamdan Bahalwan.
Dalam bayangan awal merancang acara ini ekspeksasi saya adalah pemateri akan membawakan tema tentang bagaimana berorganisasi dengan baik. Dengan background pemateri sebagai mantan ketua-ketua organisasi, harapan itu kemungkinan akan tercapai dengan baik.
tetapi, apa yang disampaikan oleh pemateri jauh dari yang saya bayangkan, bahkan tidak pernah saya bayangkan. jika saya beri judul materi materi tersebut dengan judul "Mahasiswa". Mahasiswa itu apa, apa yang harus dilakukan mahasiswa, serta seperti apa mahasiswa sekarang. Entah kenapa walupun tidak sesuai harapan, justru itu yang membuat menarik.
Materi pertama diawali dengan Indonesia pada tahun 1998, apa peran Mahasiswa dari peristiwa itu. kita semua tau jika tahun 1998 terjadi perubahan sistem kepemimpinan Indonesia, nah dan mahasiswa adalah motor pengerak terjadi perubahan itu. "ketidakadilan, Kesenjangan, dan Keruntuhan Ekonomi" menjadi bahan utama mahasiswa menuntun perubahan. Bergerak dari sana, maju ke mahasiswa sekarang, mahasiswa sekarang tidak cenderung melawan untuk ketidakadilan, cenderung untuk pragmatis. lebih acuh terhadap apa yang bukan urusan mahasiswa.
dari materi pertama itu membuat saya terdiam, saya begitu, saya mahasiswa yang seperti itu dulu, untunglah sekarang pragmatis itu lebih bisa dikurangi. Tapi apakah salah mahasiswa sepenuhnya? saya pikir mahasiswa sekarang pada umumnya seperti itu. Kita didiik di Indonesia dengan model seperti itu, lingkungan yang membentuk kita dirumah maupun didunia akademik. Kita (mahasiswa atau orang yang seperti saya) tidak pernah mendapatkan arahan pendidikan atau pemikiran yang seperti disampaikan oleh Mr. Hamdan, bahwa mahasiswa harus peka terhadap kebenaran, ketidakadilan, serta lingkungan kita. Kita lebih nyaman dengan kehidupan kita masing-masing, seperti ini saja sudah 'bahagia' kenapa kita butuh effort yang tidak langsung efeknya ke kita? kenapa kita mengorbankan diri kita dengan orang lain?
Materi berikutnya bukan materi tetapi praktek langsung dari materi sebelumnya. Dan memang benar, materi akan menjadi materi jika tidak ditenamkan, direpeat, dan dipraktekan. Sebelum materi kita (Mr. Hamdan dan Saya) akan mempraktekan sebuah video dimana ada seorang mahasiswa yang dikeluarkan dalam kelas (tanpa ada kejelasan). dan hasilnya adalah tidak ada mahasiswa yang berani membantah Dosen/Guru, semua mahasiswa tau terjadi ketidakadilan disana, tetapi diam. yang berarti mahasiswa masih belum terbentuk karakter "berani".
Mental Miskin juga menjadi materi yang memukau. tidak pernah terpikirkan cara-cara yang dipaparkan oleh pemateri, bahwa ada banyak cara selain menjadi 'pengemis'. dan saya sangat setuju mental bangsa ini adalah mental pengemis. Mental itu perlu dirubah sajak sekarang. Sepakat sekali mahasiswa dianugrahi otak yang bisa berfikir, dan dengan pikiran itu seharusnya kita lebih kreatif. Kekurangan pengetauan dan pengalaman menyebabkan kreatifitas terhenti.
Banyak pikiran baru, pengalaman baru dengan pemateri kita Mr. Hamdan. Saya bayangkan lebih baik mana jika seluruh mahasiswa tidak punya pemikiran ini, atau seluruh mahasiswa punya pemikiran seperti ini. kita masih mempunyai mental "miskin dan terpenjara". kita sebagai orang merdeka masih belum merdeka dalam berfikir. Berfikir saja masih "sungkan", masih ikut kakak kelas, atau aturan sebelumnya.
Acara ini sangat-sangat menarik bagi saya, ada pengalaman baru yang saya bisa tangkap, ada pemikiran baru yang belum terpikirkan oleh saya. Terima kasih banyak Mr. Hamdan, salam hangat dari kita semua.